there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Bentuk geometri : Titik berat penggaris = titik tekan dalam menggunakan (?)

Filed under: everyday geometry — rizkiyasa @ 20:20

Kita tentu telah mengenal berbagai macam bentuk penggaris dalam hidup ini. Beberapa bentuk penggaris yang akrab digunakan adalah penggaris panjang, segitiga, dan busur derajat. Berkaitan dengan penggaris sebagai bentuk geometri, tentu penggaris memiliki pusat massa dan titik berat. Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya.

Berikut ini adalah letak atau posisi titik berat benda-benda (disini saya mendefinisikan penggaris sebagai bentuk 2 dimensi, karena ketebalan dapat diabaikan) :
1. Terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk benda homogen berbentuk teratur.
2. Terletak pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang.
3. Bisa terletak di dalam atau diluar bendanya tergantung pada homogenitas dan bentuknya.    

Titik berat benda homogen berbentuk luasan yang bentuknya teratur terletak pada sumbu simetrinya. Untuk bidang segi empat, titik berat diperpotongan diagonalnya, dan untuk lingkaran terletak dipusat lingkaran. Titik berat bidang homegen di perlihatkan pada tabel berikut:

gambar 1. tabel titik berat

Atau dengan rumus berikut :

Garis lurus
yo = 1/2 AB
z = di tengah-tengah AB

Busur lingkaran
yo = AB/AB .
AB = tali busur
AB = busur AB
R = jari-jari lingkaran

Busur setengah lingkaran
yo = 2.R/p
R = jari-jari lingkaran

Dalam menggunakan penggaris, tentu kita tidak akan memikirkan dengan pasti dimana titik berat. Contoh posisi tangan dalam menggunakan penggaris adalah sebagai berikut (saya hanya mengambil beberapa contoh penggunaan penggaris, dengan pengguna seorang kakek berusia sekitar 60 tahun yang jarang menggunakan penggaris-penggaris tersebut) :

1. Penggaris 30 cm

gambar 2. penggunaan penggaris 30 cm

Pada penggunaan penggaris (30 cm) tersebut sebenarnya titik berat berada ditengah penggaris. Namun, karena adanya kebutuhan untuk menggaris dari sisi kiri (pengguna) ke kanan, maka lebih mudah menggunakan dengan menekan salah satu sisi. Bila tangan yang menekan berada di tengah maka akan sulit untuk menggaris karena tangan yang menggaris dapat bertabrakan dengan tangan yang menahan.

2. Penggaris segitiga (30 cm)

gambar 3. penggunaan penggaris segitiga

Penggaris segitiga ini memiliki suatu pegangan dibagian tengah penggaris yang merupakan titik berat penggaris ini. Pengguna diantarkan untuk meletakkan tangannya dibagian tengah penggaris. Hal ini sesuai dengan proses penggunaan penggaris ini. Sebagai penggaris dengan bentuk segitiga yang mungkin digunakan semua sisinya, peletakkan titik tekan ditengah menjadi ideal. Walaupun dalam penggunaannya, tangan yang menggaris akan tetap bisa menabrak tangan yang menekan karena adanya orientasi arah tertentu.

3. Penggaris berlubang

gambar 4. penggunaan penggaris berlubang

Penggaris tersebut memiliki lubang-lubang pada bagian tengah yang memang sengaja diciptakan untuk digunakan. Pada saat membuat garis berdasarkan lubang-lubang tersebut, tangan yang menekan berada di salah satu bagian sisi penggaris, bukan di tengah penggaris. Jari-jari yang menahan penggaris berada di bagian yang lebih ke tepi penggaris. Dengan posisi seperti ini sebenarnya tangan “dipaksa” untuk menekan daerah yang mungkin tidak sesuai dengan orientasi tangan, baik dari segi arah maupun jangkauan. Namun, hal ini perlu dilakukan untuk dapat menggaris dengan tepat bagian lubang yang dinginkan.

4. Penggaris 60 cm

Image

Gambar 5. penggunaan penggaris 60 cm

Penggunaan penggaris yang lebih panjang memaksa tangan untuk menekan lebih keras penggaris. Pada penggaris #1 (30cm), tangan yang seharusnya berada dititik berat, yaitu dibagian tengah bisa  tidak dilakukan. Namun, pada penggaris yang lebih panjang (60cm), peletakan tangan di titik berat penggaris menjadi hal yang dapat mempermudah dalam penggunaannya. Tangan tidak perlu menekan sekeras apabila tangan menekan dibagian pinggir. Akan tetapi lebih mudah lagi, apabila terdapat dua titik tekan pada penggunaan penggaris 60 cm ini.

Fungsi utama penggaris adalah menuntun arah garis yang ditorehkan oleh manusia yang menggunakannya sehingga garis yang dihasilkan tepat seperti yang diinginkan. Dengan adanya fungsi utama seperti ini, tentu nilai ergonomis dari penggaris bukanlah hal penting yang harus dicapai. Nilai ergonomis dalam penggunaan penggaris salah satunya adalah bagaimana menggunakan penggaris tanpa harus menekan dengan sangat keras, yaitu misalnya dengan cara menekan pada titik berat benda. Namun, yang terjadi pada kenyataannya adalah tidak seperti itu.

Secara tidak sadar, manusia yang menggunakan penggaris akan menyesuaikan peletakan tangan terhadap penggaris tersebut tanpa terlalu memperhatikan nilai ergonomis. Hal yang menjadi poin utama ketika manusia menggunakan penggaris adalah bagaimana menciptakan garis yang sesuai dengan yang diinginkan dengan baik, bahkan terkadang tidak peduli dengan tekanan yang harus dikeluarkan. Namun, mungkinkah menciptakan penggaris yang dapat digunakan dengan nyaman dalam menggaris dengan tekanan yang tidak terlalu keras?

 

Sumber referensi :

http://fisika2000.blogspot.com/2009/08/pusat-massa-dan-titik-berat.html

http://www.gudangmateri.com/2011/04/pusat-massa-dan-titik-berat.html

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: