there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Cheerleading dari sudut pandang Arsitektur

Filed under: architecture and other arts — dtnada27 @ 23:45

Cheerleading merupakan bentuk seni yang saat ini sudah dikategorikan sebagai olahraga karena banyaknya stunts yang membuthkan kekuatan dan teknik yang presisi. Sebelumnya dianggap sebagai hiburan semata karena memang tujuan awalnya adalah sebagai pendukung untuk tim olahraga dan bersifat sebagai pelengkap saja. Namun, dengan perkembangan jaman, cheerleading menjadi lebih independen dan dominan sehingga saat inipun sudah banyak kompetisi khusus cheerleading dan sudah didirikan organisasi yang mengatur bentuk olahraga ini sama halnya seperti basket, sepakbola, bulutangkis, dll.

Bentuk olahraga ini mungkin belum terlalu dipandang di Indonesia karena peminatnya yang sebatas murid SMP hingga SMA. Olahraga jenis ini masih dianggap tabu, apalagi untuk para kaum pria yang masih menganggap cheerleading diperuntukan untuk wanita. Bila kita melihat negara maju seperti Amerika, Jepang, Cina, dan beberapa negara Eropa (Finlandia, Belanda, dll) bidang ini sudah menjadi salah satu perhitungan. Bahkan salah satu presiden Amerika (George Bush) adalah seorang cheerleader semasa mudanya. Apakah yang spesial dari bentuk olahraga yang mengacu pada kesenian ini? Bagaimana kedua aspek teknis dan seni ini berintegrasi dalam rutin cheerleading? Dan apa kaitannya dengan arsitektur?

Cheerleading stunt memiliki bentuk dasar seperti sebuah pyramid. Bentuk pyramid, dalam matematika, dianggap sebagai salah satu bidang padat penting geometri Euclidean. Untuk membentuk sebuah pyramid harus ada tiga elemen yang dipenuhi yaitu figur 3 dimensi, sisi segitiga yang bertemu pada satu titik dan dasar poligon. Dalam arsitektur, bentuk pyramid juga populer dalam kontruksi arsitektural karena dianggap memiliki struktur yang kuat (dapat dilihat pada struktur bangunan terutama high-rise). Hal ini diadaptasi untuk melakukan cheerleading stunt, yang mementingkan keamanan sehingga struktur keberdirian harus kuat dan stabil. Struktur pyramid ini dapat diolah menjadi bermacam-macam variasi bentuk yang masih memegang prinsip pyramid yang terdiri dari base (sebagai dasar dan pondasi utama), spotters (struktur pendukung) dan flyers (beban yang diangkat).

“…we ought to imitate nature as seen in the case of things growing; for example, in … trees …every one of which is rather thick just above the roots and then, as it goes on increasing in height, tapers off naturally and symmetrically in growing up to the top. Hence, if nature requires this in things growing, it is the right arrangement that what is above should be less in height and thickness than what is below. –Book V Chapter One Section 3.

Struktur bangunan yang terletak lebih rendah harus lebih kuat dibanding yang lebih tinggi. Seperti halnya pada stunt cheerleading yang biasanya terdiri dari lapisan paling bawah (sebagai pondasi) terdiri dari 5-10 base, lapisan kedua (flyer yang juga menopang beban) terdiri dari 2 orang dan yang terakhir lapisan ketiga (top flyer) terdiri dari satu ini orang. Tinggi level pyramid ini maksimal adalah 2,5 yang dihitung sebagai berikut;

Image 

 

Dari gambar diatas terlihat bentuk struktur menyerupai pohon tanpa dahan dan ranting. Base bekerja sebagai akar,  pondasi utama dan struktur pendukung.

Dalam Arsitektur terdapat beberapa fundamental menurut Vitruvius yaitu Arrangement, Eurythmy, Symmetry, Propriety dan Economy. Poin-poin ini mengacu pada keteraturan atau order. Arrangement sebagai pengaturan tata letak sehingga menimbulkan efek elegan, eurythmy mengacu pada symmetry yang merupakan keselarasan antar elemen bangunan sehingga menjadi cerminan satu sama lain. Simetri sebuah bangunan mengacu pada simetri tubuh manusia karena tubuh manusia dianggap sangat proposional dan terkoordinasi satu sama lainnya. Jadi pada penerapannya terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan arsitektur. Dasar-dasar arsitektur mengikuti tubuh manusia, yang pada akhirnya diadaptasi lagi oleh kegiatan manusia, salah satu contohnya cheerleading.

Ketiga poin diatas juga diterapkan dalam cheerleading stunt atau bentuk-bentuk keterbangunan pyramid cheerleading. Setiap stunt memiliki order atau urutan tersendiri dan arrangement yang berbeda. Variasi biasanya muncul dari perbedaan posisi flyer (orang yang ditopang), namun untuk base atau pondasinya masih memiliki prinsip yang sama.

 “… in perfect buildings the different members must be in exact symmetrical relations to the whole general scheme.” – Vitruvius, Book III

Semua stunt di rutin cheerleading bersifat simetris karena membutuhkan kestabilan pada keberdiriannya. Terdapat beberapa stunt yang sebenarnya tidak simetris secara keseluruhan namun terdiri dari susunan stunt kecil yang simetris, jadi pada dasarnya masih mengacu pada prinsip yang sama. Adapun sejumlah kecil pengecualian yang memang menjadi tantangan tersendiri bagi pelakunya. Beberapa contoh simetri pada stunt akan ditunjukkan pada gambar dibawah;

Image

gambar 1.2

Image

Gambar 1.3

 

“Without symmetry and proportion there can be no principles in the design of any temple; that is, if there is no precise relation between its members as in the case of those of a well shaped man” – Vitruvius, Book III

Vitruvius membahas tentang pembangunan kuil yang diutamakan agar simetris karena berpengaruh pada proporsi bangunan. Proporsi ini berdasarkan setiap ukuran pada elemen pembentuk yang menunjang keseluruhan sistem bangunan. Prporsi ini dianggap penting akrena memberi keselarasan dan harmonisasi pada bentuk. Tidak berbeda dengan masa itu, bentuk-bentuk simetris lebih populer digunakan pada stunt karena lebih bersifat masif dan megah dari adanya proporsi yang sesuai dari penyusunan bentuk yang simetris. Proporsi dari kuil yang memiliki pengaturan sendiri, seperti panjang berukuran dua kali lebar, juga digunakan dalam beberapa stunt yang sifatnya masif dan biasanya menjadi stunt pada akhir penampilan karena memberikan efek yang lebih mencengangkan (lihat Gambar 1.3 dan 1.4).

Jadi dari penjabaran mengenai elemen arsitektur yang diaplikasikan dalam cheerleading stunt, kita dapat melihat bahwa cheerleading merupakan kombinasi antar seni gerak yang dapat dilihat indah secara visual dari penyusunan bentuk yang mencengangkan didukungoleh teknik yang kuat dari segi teknik yaitu struktur titik pondasi dan stabilisasi dari bentuk simetris (alokasi beba yang seimbang). Aspek seni dan olahraga ini berkolaborasi dari adanya seni gerak atau tari yang juga didukung dengan stunt yang megah dan dibalut alunan musik yang bersifat energik. Kombinasi ini memiliki kesejajaran dengan bidang arsitektur yaitu perpaduan seni dan teknik. Persamaan yang saya dapat dari keduanya adalah dimana struktur menjadi elemen penting pada keduanya dan struktur ini dapat menjadi elemen penyusun yang tang menjadi nilai estetika. Proporsi yang tepat menciptakan harmonisasi dalam bentuk. Perbedaan signifikannya adalah pada arsitektur, harmonisasi ini dapat dirasakan secara langsung oleh pengguna, sedangkan dalam aksi cheerleading harmonisasi hanya dapat dinikmati secara visual.

Adanya kombinasi tersebut membuat seni olahraga ini berbeda dari yang lainnya. Namun ternyata dengan budaya dan alasan-alasan normatif, ternyata perkembangan seni olahraga ini menjadi terbatas sasarannya yaitu siswi SMP dan SMA. Dari sini dapat disimpulkan sebagaimana baik dan bagusnya sesuatu akan kembali lagi kepada cara pandang setiap individu. Persepsi dan pemikiran manusia menjadi faktor penting terhadap bagaimana sutau hal diterima.

 

 

REFERENSI:

Vitruvius The Ten Books On Architecture

http://cheerleading.about.com/od/stunts/l/blstunt_index.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Pyramid

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: