there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Disorder dan Ekspresionis

Filed under: architecture and other arts — Nicky Meliala @ 23:35

“The geometric order is represented by ideal mathematical forms (in 2D: e.g. line,circle, quarter, or 3D: e.g. plane, sphere, cube) and ideal relationships (e.g. perpendicularly,parallelism, symmetry, rhythm/regularity). Chaos is the opposite of geometric order; it is represented by forms and relationships that are complex and dificult to describe with the language of classic mathematics.”<Pawel Rubinowicz, 2000>

Dalam interpretasi saya, sederhananya Pawel Rubinowicz berpendapat bahwa geometric order direpresentasikan dengan bentuk-bentuk matematika yang rules-nya jelas, contohnya bulat, persegi, segita, prisma, dan lain-lain, sebaliknya geometric disorder (‘chaos’ saya interpretasikan sebagai ‘disorder’) direpresentasikan dengan bentuk yang kompleks dan sulit untuk untuk digambarkan.

Dari definisi tersebut saya mengartikan dalam artian yang lebih sederhana lagi, bahwa order itu teratur, sedangkan disorder itu tidak teratur. Ketika disorder dianggap sebagai istilah yang mengartikan ketidakaturan atau no rules. Lalu bagaimana dengan istilah ekspresionis, apakah keduanya (disorder dan ekspresionis) merupakan istilah yang bermakna sama?

Ekspresionis adalah (lebih dikenal) sebagai suatu aliran dalam melukis. Pola-pola lukisan seorang ekspresionis biasanya terlihat sebagai sesuatu yang abstrak, coretan-coretan catnya tidak teratur. Berikut contoh lukisan salah satu  pelukis beraliran ekspresionisme yang terkenal, Van Gogh (1853-1890)Image

Jika dilihat, guratan-guratan pembentuk lukisan diatas memang tidak begitu jelas berbentuk apa, atau lebih tepatnya bentuk matematika apa yang mewakilinya. Selain itu, komposisi warnanya bukanlah sebuah komposisi yang bisa kita lihat pada fenomena alam yang ada. Sisi keabstrakan ini memang tidak mengkomunikasikan secara realistis objek apa yang dilukis, namun tampilan komposisi warna ini memiliki makna di dalamnya, walaupun hal itu sesuatu yang abstrak atau hanya sebagian orang yang mengerti.

Pada proses melukisnya, pelukis beraliran ekspresionisme melukis “semaunya” tanpa banyak berpikir, tanpa membuat gambar kasar terlebih dahulu. Ia hanya mengalir begitu saja, biasanya pelukis memakai perasaannya untuk mengekspresikan lukisannya.

Pada penjelasan ini, saya melihat suatu konsep yang sama pada disorder. Disorder muncul tanpa regulasi yang jelas, bahkan hasil yang diciptakan dari disorder tersebut merupakan sesuatu yang diluar dari regulasi yang ada.

Lalu, ketika prosesnya secara prinsipil mirip, apakah lantas disorder bisa diartikan memiliki makna yang sama dengan ekspresionis? Pada prakteknya, disorder memang merupakan sesuatu metode yang menghasilkan ruang objek 3D, seperti kota misalnya. Sedangkan ekspresionis merupakan suatu metode dalam membuat lukisan (objek 2D). Saya tetap tidak bisa mengatakan sama atau tidak secara gamblang, karena disorder atau ekspresionis itu sendiri tidak memiliki makna yang terdefinisikan dengan jelas, karena tidak ada rules yang pasti. Seringkali ia menjadi subjektif. Ketidakjelasan ini bertambah karena disorder ataupun lukisan ekspresionis bisa saja berubah makna menjadi sebaliknya.

Dalam salah satu essay di Blog everydayarchitecture.wordpress.com terdapat tulisan NotJustSthenny tentang “Which disorder is disorder?” Disana dipaparkan bahwa order memang ditujukan (secara sadar atau tidak) untuk meregulasi pada sesuatu. Disorder awalnya memang berkebalikan dari itu. Namun, apabila ke-disorder-an itu bertahan dalam jangka waktu tertentu ia akan menjadi sebuah order. Pola ini saya temukan pada metode melukis ekspresionis. Proses pembentukan dan jika dilihat secara mikro (tidak secara keseluruhan) lukisan itu tidak menggambarkan sesuatu apapun, namun ketika kita melihat secara keseluruhan atau ditambah dengan penjelasan makna dari sang pelukis, lukisan beraliran ekspresionis akan menjadi jelas polanya dan menggambarkan tentang apa lukisan itu, walaupun itu sulit. Jelas ini berlawanan dengan definisi ekspresionis di awal tadi.

 

 

Referensi:

notjusthenny. (2008, 11 3). Which Disorder Is Disorder? Retrieved 6 12, 2012, from architecture + everyday: http://everydayarchitecture.wordpress.com/2008/11/03/which-disorder-is-disorder/#comments

Rubinowicz, P. (2000). Chaos and Geometric Order in Architecture , 1.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: