there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Empire State of Mind: How Did They Turn Empire State Building Into a Rap Song?

Filed under: Uncategorized — xandratysta @ 19:47

Bagi para penggemar pop culture, khususnya dunia musik hip hop, tidak akan asing dengan nama Jay-Z. Ya, seorang rapper asal Amerika ini terkenal dengan kesuksesannya sebagai musisi hip hop sekaligus produser, pengusaha, dan kecintaannya terhadap kota New York. Kemudian bagi para penggemar musik R&B pasti ken  al dengan Alicia Keys. Keahliannya dalam memainkan piano dan suaranya yang soulful telah mencuri perhatian kita semua. Musikalitas dari kedua musisi diatas tidak diragukan lagi. Berbagai penghargaam Grammy telah diraih. Tetapi, ada satu hal hebat yang terjadi ketika mereka berkolaborasi bersama. Tentunya di kalangan anak muda, sekitar tahun 2009, tepatnya di bulan Oktober, Jay-Z dan Alicia Keys merilis sebuah lagu bersama. Lagu tersebut berjudul Empire State of Mind. Sekilas, ketika anda membaca judulnya, apa yang terbayang di pikiran anda? Ya, kota New York. Mengapa? Di kota New York, tepatnya di Fifth Avenue, terdapat salah satu bangunan pencakar langit bersejarah dan sangat historis bagi masyarakat Amerika. Sebuah bangunan pencakar langit yang dijadikan simbol kejayaan, kemegahan, dan kebanggaan masyarakat Amerika. Bangunan gedung penckar langit ini merupakan gedung tertinggi ke-5 di Amerika Serikat. Gedung ini pun tak jarang hadir dalam berbagai film Hollywood, salah satunya pada film King Kong, dimana makhluk raksasa dalam film memanjat sebuah gedung tertinggi di New York. Gedung ini bahkan sering hadir di video klip musisi-musisi Amerika hingga dalam iklan. Sudahkah anda menebak gedung apa yang daritadi kita bicarakan ini? Tentunya anda pasti tahu. Ya, Empire State Building, ikon dari kota New York. Bahkan dalam video klip Empire State of Mind, gedung ini dijadikan background-nya.

Jay Z and Alicia Keys

 

Empire State Building dibangun pada masa kejayaan arsitektur, yakni pada era Chicago School. Pada era itu, para arsitek berlomba-lomba untuk membangun gedung-gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Tiga orang arsitek berperan langsung dalam perancangan gedung ini.  Arthur Loomis Harmon, William F. Lamb, dan Richmond H. Shreve menyempurnakan rancangan bangunan gedung pencakar langit ini dengan menggunakan rancangan awal dari Reynolds Building di Winston-Salem, North Carolina dan Carew Tower di Cincinnati, Ohio. Kedua rancangan gedung yang dijadikan basis dalam mendesain oleh Lamb merupakan rancangan sebuah biro arsitek bernama  W.W. Ahlschlager & Associates. Empire State Building mulai dikonstruksikan pada tahun 1929 dan terselesaikan dalam jangka waktu dua tahun, yakni tepatnya pada tahun 1931. Empire State building sendiri tediri atas 102 lantai. Pada tahun dimana gedung ini selesai dikonstruksikan, gedung ini dinobatkan sebagai gedung pencakar langit pertama di Amerika yang mencapai ketinggian lebih dari 100 lantai. Dilihat dari fasadnya, gedung ini dapat dikategorikan ke dalam gaya bangunan Art Deco. Sistem konstruksi gedungnya sendiri menggunakan Steel-Frame construction. Konstruksi semacam ini dapat menopang beban yang lebih besar dan sangat cocok sebagai basis yang kokoh untuk struktur gedung pencakar langit.

Empire State Building

Lalu dimana kaitannya dengan lagu Empire State of Mind yang disebutkan di awal tulisan tadi? Nah, sekarang kita telah paham darimana judul lagu itu berasal. Empire State merupakan iconic building dari kota New York, kemudian yang dimaksudkan mind sendiri ini adalah pikiran. Yakni definisi dari judul lagu tersebut adalah “memliki pemikiran seperti gedung Empire State”. Telah dibahas tadi, gedung Empire State melambangkan kemegahan dan kebanggaan kota New York. Maka lagu ini merupakan hasil refleksi dari pemikiran-pemikiran yang dimiliki oleh masyarakat New York, yang selalu membayangkan hal-hal yang berbau kemegahan dan kesombongan (too much pride). Sebuah kisah menarik dibalik penciptaan lagu ini adalah pengalaman hidup yang dialami oleh sang penulis lagu sekaligus produsernya, yakni Angela Hunte dan Jane’t “Jnay” Sewell-Ulepic yang merupakan penduduk asli Brooklyn, New York. Keduanya sangat mencintai New York, dan sama-sama mengagumi Empire State Building yang menurut mereka selalu mencerminkan keangkuhan dari kejayaan yang telah diraihnya sebagai gedung tertinggi pertama di Amerika. Maka ketika melihat gedung ini, mereka pun terbayangkan mengenai hal-hal yang mewah, dan hal itu membangkitkan semangat mereka untuk menggapai kejayaan demi merasakan kemewahan tersebut. Awalnya, lagu ini ditulis ketika dua sahabat ini pergi ke luar negeri selama tiga bulan untuk berlibur, mencari ketenangan dari kota New York yang selalu sibuk. Setelah jalan dua bulan, mereka mengalami homesick. Mereka merindukan sosok kota New York dengan pemandangan Empire State Building-nya yang sangat ikonik. Berikut kutipan dari perkataan Angela mengenai lagu yang diciptakan dan diproduserinya itu,

“We said to ourselves, ‘we complain so much about New York — about the busy streets, about the crowds and the pushing, about the subway system — but I would trade that for anything right now.’ Before we left the hotel that night, we knew we would write a song about our city.”

Lalu sekembalinya dari liburan itu, mereka berdua menjual lagu tersebut ke pasar musik. Lagu beraliran hip hop dengan sentuhan musik orchestral-pop tersebut dilirik oleh Jay-Z. Kemudian, Jay-Z berkolaborasi dengan Alicia Keys, penyanyi R&B yang pandai memainkan piano. Maka bersama Angela Hunte dan Jnay, mereka mengaransemen ulang lagu ini.

Saya merupakan penggemar berat lagu ini. Karena bagi saya lagu ini sangat membangkitkan semangat. Namun, saya sendiri selalu penasaran dengan judul lagunya, apakah ada kaitannya lagu ini dengan Empire State Building? Karena kalau membaca lirik lagunya, sebenarnya lagu ini bercerita tentang kota New York yang sudut pandangnya diambil dari kemegahan gedung Empire State. Jika zaman dahulu pernah dibahas, apakah Da Vinci membuat sebuah lukisan berjudul “Lilies” berdasarkan kesadarannya dalam menggunakan geometri perhitungan matematis untuk menghasilkan suatu proporsi yang ujungnya mencapai keindahan, maka hingga saat ini pertanyaan mengenai sadar atau tidak sadar tersebut masih belum terjawab. Namun, saya selalu ingin membuktikan bahwa ketidak-sadaran tersebut ternyata memiliki porsi tersendiri dalam menghasilkan suatu karya yang sukses. Begitu juga dengan lagu Empire State of Mind yang berhasil meraih dua piala Grammy, sebagai Best Rap/Hip Hop Song dan Best Rap/Sung Collaboration. Lagu ini juga meraih platinum sebanyak tiga kali. Dan menurut majalah Rolling Stone, lagu ini merupakan salah satu lagu rap terbaik dan tersukses yang pernah ada. Apakah ada pattern tertentu dari lagu ini yang menyebabkan kesuksesan tersebut? Inilah yang melatarbelakangi keingin tahuan saya untuk menganalisa lagu ini dengan mengaitkan antara musik dan arsitektur. Bagaimana pengaruh bangunan arsitektural, yakni Empire State Building terhadap lagu Empire State of Mind jika dianalisis berdasarkan teori music dan arsitektur Pythagorean mengenai “Musical Ratio”.

Dalam teori Musical Ratio, Pythagoras sebagai ahli dalam matematika percaya bahwa dalam komposisi sebuah musik yang indah, tentunya dilatar belakangi oleh perhitungan yang rasional. Berdasarkan ilustrasi tersebut, Pythagoras menyimpulkan bahwa interval yang dianggap baik oleh pendengaran manusia dan enak didengar adalah sebagai berikut:

Octave                             1 : 2

Fifth                                 2 : 3

Fourth                             3 : 4

Octave Plus Fifth           1 : 2 : 3

Double Octave              1 : 2 : 4

Semuanya berdasarkan pada komposisi angka 1, 2, 3, dan 4.

Berdasarkan perhitungan tersebut, saya mencoba menganalisa denah dari gedung Empire State.

Susunan kolom pada gedung Empire State memiliki susunan yang sama dengan ketukan lagu Empire State of Mind

Susunan grid kolom di lantai 6 hingga lantai 20 (base untuk ketinggian tower selanjutnya) memilki susunan 3-4-3-3-4-3 (lihat gambar di atas).

Sekarang mari kita tinjau ketukan yang terjadi pada beat yang dijadikan dasar untuk lagu Empire State of Mind.

Struktur beat lagu Empire State of Mind menggunakan aplikasi Garage Band

Pada detik ke 3.2.4.001 (lihat gambar di atas), beat dasar untuk lagu masuk dengan tiga hentakan (ditandai kotak merah pertama pada gambar). Dalam awal lagu, hentakan ini terdengar seperti ketukan perkusi, selanjutnya di sepanjang lagu tiga ketukan perkusi ini diiringi piano dengan tiga tuts yang nadanya menurun. Kemudian beat berhenti sebentar membuat jarak, dan kemudian masuk ke detik selanjutnya, membentuk tiga hentakan lagi (ditandai dengan kotak biru) untuk selanjutnya masuk ke hentakan beat dasar (ditandai dengan kotak merah kedua) sehingga terjadi total empat hentakan di bagian ini. Selanjutnya, kembali ke tiga hentakan. Karena beat dasar tadi digunakan di sepanjang lagu, maka hentakan 3-4-3 ini berlangsung sepanjang lagu. Sehingga terbentuk komposisi. Dari kedua perbandingan ini, dapat dilihat persamaannya. Empire State Building memiliki susunan 3-4-3-3-4-3 dalam grid kolomnya, dan lagu Empire State of Mind memiliki komposisi 3-4-3 dalam ketukan beat dasarnya. Jadi, dalam hal ini terlihat bahwa pengulangan ketukan 3-4-3 dalam lagu Empire State of Mind terjadi dalam susunan grid kolom Empire State Building. Entah bagaimana apakah sang komposer menyadari hal tersebut atau tidak. Tetapi yang jelas dari analisa ini terbukti bahwa terdapat kesamaan dalam hal struktur, yakni beat dasar sebagai struktur keseluruhan lagu, dan kolom sebagai struktur bangunan.

Selanjutnya saya akan membahas mengenai pembagian jumlah slab untuk setiap ketinggian tower pada bangunan dari gedung Empire State sendiri dikaitkan dengan lagu Empire State of Mind. Gambar 5 menunjukan potongan dari gedung Empire State. Kita mulai menghitung dari lantai yang sejajar dengan tanah, yakni lantai 1. Tingkat pertam a dihitung dari lantai 1 hingga lantai 6. Total memiliki6enam slab. 6 merupakan hasil perkalian 2 dan 3, yang menurut Pythagoras berasal dari angka pertama hasil dari perkalian angka genap dan angka ganjil. Selanjutnya ketinggan kedua dihitung dari slab lantai 7 ke slab lantai 24. Totalnya adalah 18 slab. 18 merupakan angka yang dapat difaktorkan menjadi perkalian 2 dan perkalian 3. Selanjutnya adalah slab dari lantai 25 ke lantai 30. Terdiri dari lagi-lagi 6 slab. Kemudian dari lantai 31 ke lantai 54 yang terdiri dari 24 slab. 24 juga merupakan angka yang dapat difaktorkan dengan 2, 3, dan 4. Selanjutnya dari lantai 55 ke lantai 70, memiliki 16 slab, angka yang dapat difaktorkan dengan perkalian 2 dan 4. Seterusnya hingga lantai 84. Lantai terakhir yang masih masuk dalam interior gedung atau lantai yang masih dapat di sewa oleh tenant. Sementara, lantai 85 dan 86 adalah lantai terbuka untuk observatory. Pembagian tower ini berdasarkan section-section seperti pada gambar setelah dianalisis ternyata berdasarkan rasio angka 2, 3, dan 4 dari teori Pythagoras tadi.

Sekarang mari kita tinjau lagu Empire State of Mind. Lagu ini memiliki tempo 84 kbps. Yakni 84 beat per menit. Ternyata, ketukan lagu ini sama dengan jumlah lantai yang masih dapat di sewa tenant pada gedung Empire State, yakni 84 lantai (lihat gambar di bawah). Selain itu, angka 84 sendiri dapat difaktorkan dengan perkalian 2, 3, dan 4. Jadi rasio angka dari Pythagoras tadi berlaku dalam dua hal yang sangat berbeda yang kita bahas, yakni musik dan bangunan arsitektur.

Ilustrasi potongan Empire State Building yang menunjukan jumlah lantai

Jadi dapatkah kita simpulkan, bahwa mungkinkah sang komposer menerjemahkan Empire State Building dalam lagu Empire State of Mind sendiri? Mungkin para produser dan komposer ini tidak sadar dengan hal itu. Namun, alam bawah sadar mereka mampu menghasilkan sebuah fakta bahwa lagu tersebut ternyata memiliki rasio dan struktur yang sama dengan gedung Empire State yang dikaguminya, berdasarkan analisis saya menggunakan teori Pythagorean. Jadi, selama ini benar bahwa musik dan arsitektur saling terkait. Suatu bangunan arsitektural, ternyata dapat menginspirasi terciptanya komposisi sebuah lagu; baik disadari atau tidak disadari. Nyatanya setelah dianalisis, kedua hal yang berbeda ini memiliki rasio yang sama secara perhitungan matematis. Nah, sekarang kita telah mengetahui salah satu fakta yang sangat menarik tentang apa yang melatarbelakangi kesuksesan dari lagu Empire State of Mind ini dan analisis ini telah menjawab rasa penasaran saya tentang kaitan antara lagu ini dengan gedung Empire State. Yes, the Musical Ratio Theory.

 

Referensi:

“Empire State of Mind — Jay-Z Digital Sheet Music (Digital Download)”. MusicNotes.com. EMI Music Publishing. Diunduh pada 30-04-2010.

http://thehiphopconsultant.com/2009/12/12/empire-state-of-mind-co-writer-tells-story-behind-the-song/

http://www.dartmouth.edu/~matc/math5.geometry/unit3/unit3.html

en.wikipedia.org/empire_state_building

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: