there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Engklek, Lompatan dan Ruang Gerak Bebas yang Terbatas

Filed under: everyday geometry,locality and tradition — meidesta @ 23:39

:

Engklek. Permainan ini dikenal sebagai permainan rakyat yang sangat dekat dengan dunia anak-anak. Istilah ‘engklek’ berasal dari bahasa Jawa dan merupakan permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang-bidang datar yang digambar diatas tanah dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Permainan engklek biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan dan mengambil tempat di halaman, lapangan, maupun tempat lain yang leluasa dan memiliki permukaan cukup datar sehingga kotak-kotak yang telah digambar dapat dilalui dengan lebih mudah.

Cara bermain engklek cukup sederhana:

  1. Para pemain harus melompat dengan menggunakan satu kaki di setiap kotak-kotak / petak-petak yang telah digambarkan sebelumnya di tanah.
  2. Untuk dapat bermain, setiap anak harus mempunyai kereweng atau gacuk yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun batu yang datar.
  3. Kereweng/gacuk dilempar ke salah satu petak yang tergambar di tanah, petak dengan gacuk yang sudah berada diatasnya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.
  4. Pemain tidak diperbolehkan untuk melemparkan kereweng/gacuk  hingga melebihi kotak  atau petak yang telah disediakan. Jika ada pemain yang melakukan kesalahan tersebut maka pemain tersebut akan dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya.
  5. Pemain yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu melemparkan gacuk dengan cara membelakangi engkleknya, jika kereweng atau gacuk jatuh tepat pada salah satu petak maka petak tersebut akan menjadi daerah kekuasaan pemain. Kemudian pada petak tersebut, pemilik sawah boleh menginjak petak dengan dua kaki, sedangkan pemain lain tidak boleh menginjak petak tersebut selama permainan. Pemain yang memiliki sawah paling banyak adalah pemenangnya.

Permainan engklek terdiri atas beberapa jenis susunan kotak. tiga jenis yang paling sering saya temui adalah engklek dengan susunan kotak sebagai berikut :

Diatas segala latar belakang dan kisah seru tentang permainan engklek, saya tertarik untuk melihat lebih dalam mengenai hubungan antara pergerakan manusia dengan susunan kotak-kotak yang digabungkan dengan beberapa komposisi dan memiliki berbagai peraturan tersebut.

Menurut saya, jika dikaitkan dengan pergerakan manusia yang akhirnya menciptakan ruang, maka sebuah permainan engklek yang tersusun atas susunan material yang sederhana, bahkan hanya dengan menggores permukaan tanah mampu menghasilkan berbagai pola pergerakan manusia dan penciptaan ruang yang kompleks terutama dikarenakan berbagai peraturan yang berlaku pada permainan ini.

Ketika permainan baru dimulai, pergerakan manusia yang menciptakan ruang dengan batas maya menciptakan pola pergerakan yang lebih variatif dan kompleks. Kemudian ketika salah satu pemain mulai membatasi pergerakan dengan kepemilikan sawah, pola pergerakan menjadi berkurang terutama di area yang sudah diklaim sebagai sawah. Dan di akhir permainan ketika pemilik sawah sudah semakin banyak, pola pergerakan yang muncul semakin minim dan terbatas pada daerah yang masih leluasa untuk dilalui.

Mungkin permainan engklek pada awalnya tidak diciptakan untuk membentuk pola pergerakan manusia dan membatasi ruang pergerakan manusia dengan batas vertikal yang maya dan batas horizontal yang hanya berupa garis. Namun setelah saya mencoba melihat bagaimana permainan engklek berlangsung, nyatanya pergerakan manusia sangat mungkin untuk dimanipulasi dan direkayasa oleh berbagai elemen, dari elemen yang sangat sederhana (seperti engklek) sampai elemen yang kompleks.

*anyway, mengapa dari tiga jenis susunan kotak/petak yang menyusun permainan engklek bersifat simetris? Tiba-tiba saya mempertanyakan mengenai hal tersebut. Ada yang ingin berkomentar? J

1 Comment »

  1. Sumber Pustaka

    Muhammad, Bayu. 2010. “Mengenal Permainan Engklek”. http://bayumuhammad.blogspot.com/…/mengenal-permainan-engklek.html (diakses 12 Juni 2012)
    Respati, Olivia. 2009. “Happy My Day Guys” http://heartplayhard.blogspot.com (diakses 12 Juni 2012)
    Cahyono, Nuri “Macam Arena Permainan Sondah/Engklek” http://permata-nusantara.blogspot.com (diakses 12 Juni 2012)

    Comment by meidesta — June 12, 2012 @ 23:47


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: