there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

geometri dan nafsu makan?

Filed under: everyday geometry — dreamers_cabin @ 21:49

makan

Salah satu ciri makhluk hidup adalah membutuhkan atau melakukan kegiatan makan. dengan demikian kegiatan makan itu merupakan aspek yang penting dan mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk hidup. selain itu, makanan dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan energi untuk beraktivitas. Namun dalam beberapa kondisi, nafsu makan seseorang bisa berkurang yang membuatnya malas makan.

Ada beberapa faktor yang dapat menurunkan nafsu makan:

1. sakit seperti Kanker dan AIDS

2. Stres

3.Usia

4. Gangguan pencernaan

5. Obat-obatan
————————–

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan, seperti dilansir dari medindia, Senin (11/6/2012) antara lain:

1. Bulimia
2. Diabetes mellitus
4. Hipertiroidisme
5. Cacingan
6. Premenstrual Syndrome
7. Gangguan suasana hati
8. Pengaruh obat
9. Gangguan otak

berdasarkan informasi di atas nafsu makan seseorang mayoritas hanya berpengaruh pada sistem dalam tubuh manusia tanpa pengaruh dari luar. namun seiring berjalannya waktu, ditemukan bahwa warna juga memiliki pengaruh terhadap nafsu makan sesorang misalnya warna merah dan orange yang cenderung dapat memicu keinginan seseorang untuk makan. hal ini membuktikan bahwa sebenarnya masih ada banyak kemungkinan faktor – faktor yang dapat meningkatkan maupun menurunkan nafsu makan.

bagaimana dengan ilmu geometri? seberapa dalam dan langsungkah ilmu ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang? apakah geometri juga mampu terlibat tidak hanya dalam aspek kualitas ruang maupun bentukan ruang namun benar – benar berdampak nyata dan secara langsung dalam hal meningkatkan dan menurunkan nafsu makan?

Untuk sedikit mencari jawaban dari pertanyaan di atas, mari kita mengambil anak – anak sebagai objek penelitian karena masalah tidak nafsu makan seringkali ditemukan pada anak – anak. Ada berbagai cara untuk meningkatkan nafsu makan anak yakni dengan memberikan pbat perangsang makanan dan membuat rasa makanan yang enak. namun yang diakui paling efektif adalah merekayasa tampilan makanan anak – anak tersebut.


————————————

makanan yang dibuat menyerupai bentukan yang disukai anak – anak cenderung memicu rasa suka yang kemudian membuat mereka jadi ingin makan walaupun tidak merasa lapar. hal ini dapat menjadi salah satu bukti bahwa ternyata geometri dalam kasus bentukan dekoratif makanan dapat meningkatkan nafsu makan anak – anak.

begitu pula sebaliknya, apabila makanan dibentuk menjadi bentuk yang menjijikan dapat menurunkan nafsu makan. namun apabila bentukan baik yang menarik maupun yang menjijikan itu menghilang karena makanan telah dimakan sebagian, maka efek dari geometri makanan kemungkinan akan menghilang bukan? dengan demikian muncul pertanyaan lanjutan yakni apakah pengaruh geometri terhadap nafsu makan itu hanya berlangsung sementara atau di awal kegiatan konsumsi saja? apabila tidak, adakah cara lain dari penerapan geometri dalam mempengaruhi aspek fundamental kehidupan manusia yakni kegiatan makan?

untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut, mari kita melihat kegiatan diet yakni mengontrol nafsu makan untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman. namun dapat dikatakan bahwa tak ada jalan mudah untuk sebuah program diet. Semuanya harus melalui proses panjang dan dibutuhkan pengorbanan, termasuk godaan untuk makan cemilan. Taukah Anda jika nafsu makan yang Anda miliki dipengaruhi oleh sistem syaraf otak?

Sejumlah peneliti dari The University of Tokyo baru-baru ini menciptakan sebuah kacamata yang bisa mempengaruhi otak manusia untuk membuat kenyang. Caranya cukup sederhana, saat Anda menggunakan kacamata ini, secara otomotis Anda akan melihat makanan berukuran lebih besar dari aslinya.

Para peneliti asal Tokyo ini menciptakan sistem proses gambar menggunakan kacamata yang dihubungkan dengan video dan komputer, alhasil gambar makanan yang ada di depan akan berubah total.

Komputer itu bisa membuat makanan tampak makanan 50 persen lebih dari ukuran aslinya dan menyusutkannya 33 persen lebih kecil dari ukuran aslinya. Sementara untuk membuat tipuan itu lebih nyata, tangan yang memegang makanan itu tidak diubah ukurannya, tetap sama seperti ukuran tangan asli.

“ Makanan yang berubah menjadi dua kalilipat mampu menurunkan nafsu makan hingga sepuluh persen dalam sehari,” jelas Takuji Narumi, salah satu ilmuwan tersebut.

Hal ini dikarenakan otak lebih percaya pada informasi visual dari pada informasi yang diterima dari perut atau sensor lainnya, seperti yang dilansir dalam Shine.

kacamata uabah skala makanan

Narumi dan rekan-rekannya menggelar uji coba dengan meminta para sukarelawan untuk memakan biskuit hingga kenyang. Pertama para sukarelawan diminta memakai kacamata diet, saat makan dam selanjutanya mereka diminta makantanpa menggunakan kaca mata.

Hasilnya mereka mengkonsumsi 9,3 persen biskuit lebih sedikit saat menggunakan kacamata, gambar makanan membesar hingga 50 persen, ketimbang ketika mereka yang makan dengan mata telanjang.

Tetapi ketika teropong itu menyusutkan gambar makanan hingga 33 persen, para sukarelawan makan 15 persen lebih banyak ketimbang dengan mata telanjang.

yang terjadi dalam kasus di atas adalah pengaruh nyata ilmu geometri yakni skala suatu benda terhadap nafsu makan. pengaruh skala suatu makanan ini pengaruhnya lebih menyeluruh dan berjangka panjang dari pada penggunaan bentuk yang menarik pada makanan. jadi tidak diragukan lagi bahwa geometri dapat bersentuhan langsung dengan kegiatan makan yang dapat mengubah kualitas hidup seseorang.

nah, dengan demikian, apabila Anda ingin membuat restoran all you can eat, pasanglah makanan berukuran besar di tempat yang dilihat semua pengunjung supaya mereka cepat kenyang, sedangkan apabila ingin omset naik, perbuatlah sebaliknya.

daftar referensi :

http://xamthonepluscenter.blogspot.com/2012/06/penambah-nafsu-makan.html

http://health.detik.com/read/2012/06/11/130108/1937960/763/penyakit-yang-ditandai-nafsu-makan-berlebihan

http://www.tempo.co/read/news/2012/05/23/060405563/Tip-Agar-Anak-Nafsu-Makan

http://kosmo.vivanews.com/news/read/321201-kacamata-pengaruhi-nafsu-makan-

4 Comments »

  1. wow,pengetahuan baru yang menarik
    tapi apakah hal ini berlaku untuk semua orang? karena kan tiap manusia seperti yang kita tahu, adalah individu yang uni. lalu apakah perhitungan geometri ini berlaku untuk tiap orang baik dari ras dan suku yang berbeda?

    Comment by sakinahputri — June 12, 2012 @ 21:56

  2. Memang benar visual kita sangat mempengaruhi nafsu makan manusia karena bagaimana warna yang menarik ataupun ukuran tersebut menjadi pandangan awal seseorang dalam memilih makanan tertentu. Tapi menurut saya itu hanya menjadi faktor penunjang dalam sebuah makanan. Karena hal utama dalam sebuah makanan berada pada indera pengecapan kita. Dimana pada sebuah makanan pada akhirnya persepsi kita akan jatuh pada ‘enak atau tidak’ dan jarang ‘menarik atau tidak’🙂

    Comment by rarainterior09 — June 12, 2012 @ 23:05

  3. Saya juga ragu, apakah hal tersebut (melihat makanan dari sisi geometrinya) dapat dipertanggung jawabkan dan berlaku bagi semua orang? Karena pada post ini anda membawa perihal makanan dalam menjelaskan ketertarikan orang akan sebuah visual terkait dengan geometrinya, tapi di sisi lain anda justru melupakan syarat penting dari sebuah makanan yakni rasa (taste) dari makanan tersebut, enak atau tidaknya makanan menurut saya akan lebih mempengaruhi seseorang dalam melanjutkan makanannya atau tidak, lalu bagaimana dengan nasib orang diet tersebut? Mungkin hal tersebut dapat didukung dengan pencarian riset yang lebih menguatkan

    Comment by weningn — June 13, 2012 @ 00:05

  4. Elemen geometri yang menarik pada makanan (bentuk, komposisi, warna) menurut saya memang sangat mempengaruhi manusia ketika makan. Karena ketika kita makan, indera yang bekerja tidak hanya pengecap saja namun juga indera pembau dan penglihatan terutama ikut mempengaruhi kegiatan makan kita. Rasa lapar terkadang muncul dari indera visual kita, yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuh kita atau yang biasa kita sebut dengan “lapar mata”. Hal ini terjadi ketika kita tertarik dengan tampilan visual ataupun aroma tertentu dari makanan, mata mengirimkan sinyal “tertarik” ke otak yang akhirnya membuat kita merasa lapar padahal tidak demikian dengan tubuh kita sebenarnya. Menurut saya seenak apapun makanan jika tampilannya menjijikkan orang tidak akan tergugah seleranya untuk makan. Sebaliknya, secantik apapun tampilan sebuah hidangan, (walaupun rasanya tidak enak) pasti akan menarik orang minimal untuk mencicipinya. Intinya, tampilan makanan dapat menambah selera orang untuk menyantap makanan tersebut. Visual dan rasa dalam makanan menurut saya sama-sama penting dan saling berkaitan, keduanya tidak dapat dikesampingkan.

    Comment by tithanasution — June 13, 2012 @ 00:58


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: