there’s something about geometry + architecture

June 13, 2012

ALEX PARDEE DAN PERSEPSINYA DALAM MELIHAT BENTUK GEOMETRI

Filed under: architecture and other arts — Febrian Anugrah @ 00:10

Ketika kita melihat suatu benda, terkadang kita akan otomatis terpikir mengenai nama bentuk geometri benda tersebut. Misalnya ketika kita melihat sebuah kasur, mungkin beberapa orang akan menganggap bentuk kasur tersebut adalah bentuk balok, atau lain lagi misalnya kita melihat sebuah kaleng obat serangga, sebagian besar mungkin akan menyebut “tabung” ketika kita menanyakan bentuk apakah yang dimiliki oleh benda tersebut. Hal hal tersebut terjadi karena kita telah memiliki pengetahuan mengenai bentuk bentuk geometri dasar yang wajib dipelajari ketika kita duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah. Lain halnya jika kita belum memiliki pengetahuan tersebut. Seorang anak balita mungkin merasa sangat girang ketika melihat sebuah karpet, bisa saja dalam pikiran mereka karpet tersebut merupakan karpet terbang, atau bisa saja mereka berpikir karpet tersebut merupakan kapal yang akan membawa mereka berkeliling dunia.
Perbedaan persepsi mengenai bentuk geometri tersebut terpengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pengetahuan bahkan hingga faktor imajinasi. Disini saya akan mengambil satu contoh orang yang menurut saya memiliki persepsi bentuk geometri yang berbeda.

Alex Pardee merupakan seorang seniman, street artist, dan seorang apparel designer. Ia telah berpengalaman membuat cover album beberapa musisi, seperti, The Used, Aiden, dan In Flames. Dalam karyanya, Ia menampilkan bentuk bentuk surealis, dimana terkadang setelah kita perhatikan, kita bisa mengetahui darimana ia mengambil bentuk gambarnya tersebut.


(alex pardee – the pregnancy)

Misalnya dalam karyanya yang berjudul “The Aroma”. Ia mengambil bentuk eskrim sebagai dasarnya, lalu dengan persepsi dan imajinasi yang ia miliki, semua berubah menjadi sebuak karya yang menyeramkan.


(alex pardee – the aroma)

Begitu pula ketika ia melihat sebuah bangunan, apa yang ia lihat disana bukan seperti apa yang orang lain lihat, ia telah memiliki cara pandang tersendiri terhadap berbagai benda. Baginya seluruh benda memiliki sisi menyeramkannya sendiri. Sehingga ketika melihat suatu benda, apa yang ada didalam kepalanya bukanlah nampak seperti benda yang terlihat karena ia memiliki persepsi tersendiri dalam melihat sesuatu.


(alex pardee – breathing architecture)


(alex pardee – chynaphobia)


(alex pardee – once were peacock)

Alex Pardee hanyalah salah satu contoh seniman seniman surealis yang memiliki persepsi berbeda terhadap bentuk yang dilihat. Ketika seorang balita hingga seorang seniman surealis bisa melakukan hal itu, lalu apa yang membuat sebagian besar orang tidak bisa melakukannya, apakah hanya karena faktor imajinasi?ataukah terdapat faktor penghalang lain yang membatasi cara kita “melihat” suatu benda?

Sumber:
http://www.eyesuckink.com/
http://alexpardee.deviantart.com/gallery

1 Comment »

  1. Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir dan masin-masing memiliki presepsi sendiri dalam berkarya. Menurut saya persepsi inilah yang menjadi aspek penilaian seseorang terhadap karya dan saat berkarya. Dan yang tidak kalah penting influence seseorang dalam berkarya juga masuk dalam selera penilaian seseorang terhadap suatu karya.

    Comment by fariddinattar — June 13, 2012 @ 00:40


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: