there’s something about geometry + architecture

June 13, 2012

Something Special at Safety Pin

Filed under: everyday geometry — rahmaitis @ 13:48

Eksplorasi yang saya lakukan ini awalnya karena penasaran dengan peniti yang bentuknya sangat awet sejak abad ke-18 silam. Bentuknya sangat sederhana dan hanya terdiri dari 1 material namun hingga saat ini pada tahun 2012, bentuk peniti ini masih sama. Peniti ternyata memang bukan sekedar benda biasa, namun merupakan sebuah penemuan penting yang dicatat dalam sejarah. Peniti pertama kali ditemukan oleh Walter Hunt pada tahun 1849. Walter Hunt menciptakan peniti hanya dari sebuah kawat 8 inchi dengan membentuk kumparan pada kawat tersebut lalu menambahkan ‘gesper’ atau pengunci pada ujung kawat agar tidak melukai tangan manusia.

Hal yang menarik dari peniti ini adalah bagaimana satu benda itu dapat memenuhi sebuah kebutuhan manusia dengan efektif dan dengan proses pembuatan yang mudah Jika dilihat baik-baik, maka terdapat 3 bagian penting dari peniti.Image

1.badan peniti (jarum) : membuatnya hanya dengan  menajamkan ujung tembaga, bisa dengan diasah ataupun dikikis.

2.pegas : sangat sederhana hanya dengan membuat kumparan dari tembaga dengan cara memelintir tembaga tersebut.

3.kepala pengunci : yang ini sedikit lebih rumit dari sebelumnya yaitu dengan memipihkan si tembaga lalu melipat-lipatnya sehingga menjadi seperti pengunci atau pengkait tersebut.

Dari peniti ini, kemudian saya mulai melihat ke benda-benda lain di sekitar saya. Sulit menemukan benda yang benar-benar hanya terdiri dari satu material saja namun bisa diolah menjadi beberapa fungsi yang saling berkaitan dan membentuk sebuah benda seperti hal nya peniti ini. Mungkin benda yang terdiri dari satu material saja banyak, namun fungsinya pun hanya satu seperti contohnya gelas yang terbuat dari plastik. Materialnya hanya plastik, namun fungsinya hanya 1 untuk menampung, hanya ada 1 sistem atau alat di dalamnya.

Berdasarkan hal tersebut, saya kemudian membagi benda-benda yang berada di sekitar saya menjadi ke dalam 3 kategori yaitu,

  1. Benda A : Terdiri dari satu material, memiliki beberapa fungsi namun tetap satu kesatuan sebagai satu benda. Contohnya adalah peniti, hanger, kotak dunkin donuts, dan kaleng minuman.
  2. Benda B : Terdiri dari satu material saja dan hanya memiliki satu fungsi saja. Contohnya adalah kertas, sumpit, gelas, dan balon.
  3. Benda C : Terdiri dari beberapa material namun hanya terdiri dari satu material utama, dan menjadi satu kesatuan sebagai satu benda. Contohnya adalah buku, gunting, baju, dan lemari.

Image

Ternyata di sekitar kita, kebanyakan benda merupakan benda C  dan benda A sulit untuk ditemukan dikarenakan adanya benda-benda perekat yang membuat proses pembentukkan sesuatu menjadi lebih mudah. Paku atau mur menjadi salah satu yang paling banyak digunakan di dunia ini bersama dengan jahitan maupun lem.

Mungkin inilah salah satu faktor yang membuat peniti masih terjaga eksistensinya hingga saat ini. Padahal, sebenarnya benda-benda di sekitar kita yang masuk ke dalam kategori benda C bisa saja dibuat dengan mengadaptasi cara benda A sehingga bentuk-bentuk benda akan lebih variatif dikarenakan tanpa menggunakan alat-alat perekat, kita akan bisa berpikir lebih kreatif, misalnya tidak hanya sekedar menjahit kain jika ingin menghubungan kain yang satu dengan yang lainnya. Bisa saja jahitan tersebut diganti dengan mengikat kain (tentunya dengan teknik ikatan tertentu) atau melubangi kain, atau apapun teknik yang bisa ditemukan.

Image

Foto di atas adalah contoh bantal yang saya buat dengan satu material saja yaitu kain, namun kain itu memiliki 3 fungsi yakni sebagai pengganti busa, pengganti jahitan (dengan cara menggunting kain guna membentuk kepangan-kepangan seperti pada gambar) dan sebagai kain pembentuk bantal itu sendiri. Mungkin jika suatu ketika kita kesulitan untuk mencari bentuk yang baru, atau menemukan sesuatu yang baru, kita bisa mereduksi benda-benda sehari-hari yang ada di sekitar kita yang mungkin karena benda-benda tersebut kita selalu terpaku pada hal yang sama dan kesulitan menemukan sesuatu yang baru.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: