there’s something about geometry + architecture

June 13, 2012

koreografi boyband girlband

Filed under: architecture and other arts — aronaditio @ 20:07

Boy band dan girl band terdiri banyak orang, ada yang 7 orang hingga 9 orang bahkan lebih. Kemampuan mereka dalam membangun atmosfer pertunjukan sangat luar biasa Mereka menikmati saat-saat menari dan menyanyi di atas panggung. Mereka juga mampu mendefinisikan warna unik grup pada penikmatnya, mereka dapat mengontrol kekuatan dan kelemahan gerakannya menjadi yang terbaik.Mereka juga mengeluarkan emosi ketika menari, dan yang terpenting ialah menikmati saat-saat menari dan menyanyi di atas panggung. Dan penonton pun merasakan kepuasan dan kebahagiaan yang ideal dialami. Lalu saya mencoba melihat bagaimana pola-pola aturan dari koreografi para boyband dan girlband yang terjadi. Saya mengambil beberapa scene dari penampilan beberapa boyband dan girlband tersebut. Lalu saya mencoba melakukan tracing pola posisi dan orientasi yang terjadi antara anggota dengan penglihatnya(penikmatnya). Di sini ternyata saya menemukan pola-pola berulang yang memiliki sifat yang mirip. Karena itu berangkat dari pengamatan pola gerakan dan orientasi para anggota boyband girlband yang terjadi, saya menemukan aturan pola yang berupa gabungan grid-grid, jadi saya melihat adanya kombinasi orientasi grid yang saling melewati, bertumpu, menempel, maupun satu sifat.Dan ternyata tiap fenomena ini harus berlangsung bersama yang lain, jadi tidak dapat berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan membentuk keharmonisan visual dan komposisi yang ideal. Saya menemukan metode koreografi mereka berupa permainan posisi yang diikuti orientasi para personilnya, yang disesuaikan sequence yang diciptakan. Kualitas gerakan dan posisi yang berpotensi dari bagian paling atas hingga bawah dan kiri hingga kanan, yang dapat menciptakan berbagai kombinasi. Semuanya itu menjadi sesuatu yang bersambung dalam berbagai ritme yang saling bertumpukan dan terpadu, yang pada akhirnya kesemuanya itu membentuk suatu kesatuan yang ideal dengan sendirinya. Menemukan adanya konsep yang selalu terjadi, berulang, dan menjadi pedoman gerakan. Posisi yang berada di atas, kanan, kiri, bawah, maupun serong. Orientasi yang merupakan arah para personil yang bisa menuju berbagai arah. Sequence yang menjadi pola kesatuan para personil yang menjadi elemen-elemen menuju kesatuan. Bentuk gerakan dapat ditimbulkan dari bagian mana pun baik dari yang paling atas hingga bawah dan juga kiri ke kanan. Kombinasi ini disempurnakan dengan adanya bentuk berbagai posisi personil. Lalu adanya ketersambungan bentuk gerakan dan posisi, seperti membentuk ritme tersendiri yang dapat saling bertumpukan atau pun berlawanan, yang membentuk kesatuan tema. Saya juga menemukan pola-pola berulang yang memiliki sifat yang mirip. Karena itu berangkat dari pengamatan pola gerakan dan orientasi para anggota boyband girlband yang terjadi, saya menemukan aturan pola yang berupa gabungan grid-grid, jadi saya melihat adanya kombinasi orientasi grid yang saling melewati, bertumpu, menempel, maupun satu sifat.Dan ternyata tiap fenomena ini harus berlangsung bersama yang lain, jadi tidak dapat berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan membentuk keharmonisan visual dan komposisi yang ideal. Saya menemukan metode koreografi mereka berupa permainan posisi yang diikuti orientasi para personilnya yang disesuaikan sequence yang diciptakan. Kualitas gerakan dan posisi yang berpotensi dari bagian paling atas hingga bawah dan kiri hingga kanan, yang dapat menciptakan berbagai kombinasi. Semuanya itu menjadi sesuatu yang bersambung dalam berbagai ritme yang saling bertumpukan dan terpadu, yang pada akhirnya kesemuanya itu membentuk suatu kesatuan yang ideal dengan sendirinya. Akhirnya  saya mencoba membuat sequence-sequence gerakan dan mencoba mengkombinasikannya dengan permainan orientasi, posisi, jarak, penyesuaian ritme, dan urutan sequence. Pada akhirnya saya menghasilkan susunan formasi bentuk yang beragam dan terlihat menarik. Saya menemukan dengan mengikuti rule aturan dasar yang ditemukan tadi, bagaimana pun akan dapat tetap menghasilkan prosuk yang ideal dan dinikmati penikmatnya yang menjadikannya spesial dan membahagiakan kaum pengkonsumsinya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: