there’s something about geometry + architecture

June 13, 2012

Melipat T-shirt

Kali ini saya ingin mengambil contoh penerapan geometri dari kehidupan sehari-hari. Hal ini mungkin bukan sesuatu yang kompleks dan mungkin bisa membantu mereka, terutama yang malas melipat baju seperti saya.

T-shirt, sebuah jenis pakaian yang membentuk seperti huruf T antara lubang leher dan lubang tangan. Diperkenalkan pertama kali untuk menghadapi musim panas yang menguras keringat ketika harus menggunakan pakaian lengan panjang, namun sejarahnya jauh melebihi hal tersebut. Awalnya, untuk mengatasi penggunaan bahan pakaian yang mahal sebelum masa revolusi industri, beberapa jenis pakaian menghilangkan sebagian dari lengannya yang pada saat itu pakaian pada umumnya mempunyai lengan panjang. Jenis pakaian ini jarang dipakai di luar, bahkan dianggap tidak sopan dan hanya digunakan sebagai pakaian dalam. T-shirt kemudian menjadi terkenal ketika panas yang tidak tertahankan harus dihadapi dengan baju lengan panjang. Selain itu t-shirt juga menawarkan kemudahan sambil tetap menutupi bagian tubuh.

Selama ini saya hanya mengenal cara melipat baju seperti di bawah:

Teknik melipat yang sering saya gunakan

sumber : http://i-cdn.apartmenttherapy.com/uimages/ny/7-15-folding-shirt.jpg

Dengan teknik melipat di atas, t-shirt dianggap sebagai sebuah bidang yang simetris sehingga terdapat garis khayal di tengah yang menjadi pusat pertemuan lipatan pada nomor 2. Besar lipatan bervariasi tergantung panjangnya. Namun ada batas yaitu daerah simetris antar bagian tersebut. Cara melipat pun diulang kembali hingga mencapai bentuk akhir. Melelahkan dan terlalu banyak lipatan dan lipatan.

Teknik lainnya adalah sebuah teknik yang layak diangkat karena teknik ini melihat bagaimana sebuah benda dapat diproyeksikan dan diselesaikan secara geometris. Berikut ini cara melipatnya:

Pertama dari teknik tersebut, t-shirt dibentangkan di permukaan yang rata. Hal ini untuk memudahkan pengambilan sudut dan menghindari salah ambil nantinya.

Seperti cara yang awal, t-shirt dilihat sebagai permukaan yang memungkinkan pembagian dengan garis khayal berdasarkan lipatan simetris antar kedua lengan nantinya (seperti contoh pada nomor 3&4 dalam teknik sebelumnya). Yang membedakan adalah, ketimbang melipat dalam dalam satu bidang datar pada contoh pertama, teknik kedua merotasi t-shirt untuk menimbulkan efek yang sama. Tentu saja tidak sembarang merotasi.

Hal yang terjadi adalah seperti di bawah ini:

Teknik melipat dengan skema pembagian

sumber : http://tickledbylife.com/site/wp-content/uploads/2008/09/t-shirt-fold-1.jpg

Langkah awal yaitu mencubit di daerah R1 & L1. Hal ini untuk menciptakan garis L1-L2 tanpa harus melipatnya dan lipatan yang terjadi adalah secara vertikal. Kemudian masuk ke dalam tahap rotasi. Rotasi memastikan lipatan yang terjadi sama besar, secara horizontal sehingga titik R1 menjadi poros untuk pelipatan vertikal dan horizontal.

 L1 & L2 merupakan garis yang terjadi seperti pada teknik pertama di bagian 3 & 2. Garis ini memiliki perhitungan 1/3 dari panjang t-shirt. Sama saat teknik 1 dipergunakan untuk mencapai lipatan yang simetris dan panjang ini merupakan hasil terbesar untuk mendapatkan lipatan yang sesuai (tidak terlalu besar maupun kecil).

R1 merupakan sumbu lipatan yang juga terjadi pada tahap 7 teknik pertama. Di sini t-shirt dilipat untuk memperkecil bentuknya. Letak R1 merupakan sumbu simetris antara jarak atas t-shirt dengan bawah.

Langkah akhir adalah kembali menemukan titik simetris, namun kali ini hanya mengikuti besar yang sudah ada. Baju dapat dilipat tanpa teknik yang rumit seperti pertama.

Teknik melipat akhir

sumber : http://tickledbylife.com/site/wp-content/uploads/2008/09/t-shirt-fold-2.jpg

Hal yang membedakan antara teknik pertama dan kedua adalah rotasi serta hasil akhir. Dalam teknik pertama tidak ada rotasi sama sekali. Semua hanya teknik melipat biasa, seperti bermain origami. Dalam teknik kedua, ketika kita bisa melihat t-shirt dengan pola tertentu, kita dapat menentukan bagian yang penting dalam melipat sehingga menyederhanakan proses melipat.

Bagi mereka yang mengincar presisi teknik pertama dan kedua menghasilkan lipatan yang berbeda dan mungkin akan lebih senang dengan teknik pertama.

Jika dikaitkan dengan arsitektur, banyak hal yang sebenarnya tidak kalah menarik. Saat kita berangkat dari pemikiran dua dimensi ke tiga dimensi. Contoh saja membuat maket eksplorasi dengan bentuk-bentuk aneh:

Bentuk dan pola serta penerapannya dalam 3D

sumber : http://www.todayandtomorrow.net/wp-content/uploads/2009/03/fold.jpg

Perlakuan yang sama seperti rotasi terjadi ketika memahami bentuk-bentuk dasar yang sudah ada. Hal ini akan membawa kita ke dalam pemahaman yang lebih dalam akan cara kerja sebuah bentuk sehingga kita dapat menghasilkan bentuk dan ilusi seperti di bawah:

Di internet masih banyak cara melipat t-shirt dan variasi melipat yang bermacam. Hampir semua benda yang mempunyai bentuk dasar sebuah bangun dua dimensi yang simetris di satu sumbu dapat dilipat. Teknik melipat sendiri memainkan dua permukaan antara atas dan bawah yang juga berlaku bagi teknik rotasi. Tahap selanjutnya ketika kita melipat-lipat adalah bagaimana ketika kita bisa menimbulkan kesan yang sama dengan merotasi meski menghasilkan bagian yang berbeda. Ketika kita bisa melihat pola dasar secara dua dimensi, kita bisa menemukan pola lainnya yang membuka pikiran kita untuk bergerak dalam bidang tiga dimensi tanpa meninggalkan prinsip dasar dua dimensi (melipat kemudian beranjak ke melipat dan merotasi serta perlakuan lainnya hingga menghasilkan ilusi seperti pada contoh maket eksplorasi).

Selamat melipat dan menghemat waktu😀

Sumber
http://akuaku.org/archives/2004/05/art_of_tshirt_f.shtml
http://en.wikipedia.org/wiki/T-shirt
http://tickledbylife.com/index.php/folding-a-t-shirt-in-15-seconds/
http://www.neoegm.com/blog/techniques/how-to-fold-a-t-shirt-in-2-seconds/
http://www.todayandtomorrow.net/2009/03/25/deployabletransformable-structures/

Video :
http://www.youtube.com/watch?v=BAxhr0j0thY
vimeo.com/2840704

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: