there’s something about geometry + architecture

June 13, 2012

QWERTY, layout keyboard ideal?

Filed under: everyday geometry — annauswa @ 02:28

Keberadaan teknologi saat ini seolah – olah menjawab segala aspek kebutuhan manusia. Fitur – fitur nya di rancang sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan, dan kemudahan bagi penggunanya. Contoh nyata yang sering kita jumpai dan biasa kita gunakan yaitu keyboard, entah keyboard pada laptop, komputer, maupun handphone. Secara fungsional, keyboard merupakan penerjemah segala bentuk bahasa yang ada di pikiran kita. Komponen – komponen yang ada pada keyboard pun tergantung pada fungsi alat yang digunakan, tentunya berbeda keyboard pada komputer dengan handphone.

Keyboard pada laptop jauh lebih kompleks dibanding keyboard pada handphone karena bervariasinya perintah dan fungsi di dalamnya. Lalu, bagaimana layout keyboard yang seharusnya sebagai jawaban atas terpenuhinya fungsi – fungsi di dalamnya juga berdasarkan sisi ergonomi bagi penggunanya?

Dalam kasus ini, pembahasan seputar layout pada keyboard adalah layout keyboard standar yang biasa digunakan karena terdapat beberapa negara yang memiliki layout keyboard tersendiri karena adanya perbedaan simbol (bahasa) yang dipakai. Bentuk layout keyboard yang ada saat ini tak lepas dari nilai historis di baliknya, bentuk layout keyboard sempat mengalami beberapa perubahan. Selalu muncul pertanyaan pada benak saya mengapa layout keyboard disusun dengan metode QWERTY bukan disusun secara alfabetis? Jawaban tersebut akhirnya terkuak ketika mengetahui cerita dibalik penemuan layout keyboard yang pada awalnya memang disusun secara alfabet dan mengadaptasi bentuk tuts piano. Layout keyboard ini digunakan pada mesin telegrap.

Image

Ketika layout keyboard ini diaplikasikan, ternyata muncul kesulitan dalam pencarian huruf yang hendak digunakan. Kesulitan tersebut dapat kita gambarkan dengan pola – pola pergerakan tangan dari layout yang ada. Munculnya kesulitan tersebut karena orientasi pergerakan jari hanya ke arah kanan dan kiri dalam jangkauan yang cukup jauh pula.

Akhirnya pada tahun 1874, Christopher Sholes merancang layout keyboard yang biasa kita gunakan saat ini dimana penyusunan huruf – hurufnya dirancang berdasarkan frekuensi pemakaian huruf yang digunakan. Tuts tiap hurufnya pun dirancang dengan ukuran kenyamanan sesuai dengan lebar jari tangan, 19mm. Layout keyboard QWERTY menghasilkan pola pergerakan jari berorientasi pada arah kanan – kiri, atas bawah dan jangkauan untuk mencapai hurufnya tidak terlalu jauh. Hal inilah yang membuat layout QWERTY dinilai lebih efektif dalam menghemat waktu dalam pengetikan.Image

Lalu, apa yang terjadi apabila layout keyboard QWERTY diaplikasikan pada handphone?

1. layout keyboard handphone dengan layout alfabetis dan numerik.

Image

Ukuran handphone dengan layout ini pada umumnya tidak begitu besar. Sehingga memungkinkan untuk mengetik sambil menggenggamnya dengan satu tangan. Selain itu, tiap keypadnya memiliki ukuran yang sesuai dengan jari tangan ketika menyentuhnya, sehingga kemungkinan untuk menyentuh keypad lain sedikit. Umumnya, satu keypad mewakili lebih dari 3 fungsi ( contoh: keypad 2 untuk abc dan angka 2) sehingga pengetikkannya perlu diketik satu hingga lebih.

2. layout keyboard handpone dengan layout QWERTY

ImagePenggunaan layout QWERTY membuat ukuran handphone menjadi lebih besar. Kesulitan akan muncul ketika ketika mencoba mengetik dan menggenggamnya dalam satu tangan. Sedangkan ukuran tiap keypadnya sangat kecil, sehingga memungkinkan adanya kesalahan dalam pengetikkan karena jari langsung menyentuh 2 keypad sekaligus. Karena tiap keypadnya hanya mewakili 2 fungsi membuat penggunanya tidak perlu melakukan pengetikan hingga lebih dari dua kali sehingga menghemat waktu.

3. bagaimana dengan hp touchscreen?

Image

Image

 

Penilaian layout keypad pada hp touchscreen berdasar pada pandangan saya dimana penggunaan layout QWERTY dinilai kurang efektif dibanding layout alfabetis dan numerik dengan alasan saat menggunakan handphone touchscreen, jari langsung bersentuhan dengan handphone sehingga membuat ruang yang diperlukan cukup besar. Berbeda halnya dengan layout alfabetis yang memang menyediakan space yang besar lebih menjawab kebutuhan saat menggunakan handphone touchscreen.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyusunan komponen pada layout keyboard tidak hanya terjadi begitu saja, namun juga melihat sisi lain dibaliknya seperti ukuran yang akan diciptakan, sisi ergonomi pengguna, gerakan yang dihasilkan, dan yang tak kalah penting efektifitas dimana semuanya bekerja secara berkaitan. Sama halnya ketika berbicara seputar komposisi pada arsitektur, ketika membuat suatu layout, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyusun elemen – elemen agar menciptakan keseluruhan yang dinamis.

http://computer.howstuffworks.com/question4581.htm

http://www.ehow.com/about_5208439_history-keyboard-layout.html

.

4 Comments »

  1. Keypad Qwerty merupakan hal yang sangat menarik untuk dibahas. Dulupun saya sempat berpikir hal yang sama, mengapa pada keyboard komputer penyusunannya tidak berdasarkan alfabet, kemudian saya menyadari jika disusun secara alfabet, pasti akan susah untuk mengetiknya, seperti yang sudah dijelaskan yaitu keefisienan dalam pengetikan.
    Ketika membaca post ini pun saya teringat kembali, pertanyaan yang dulu sempat saya tanyakan, mengapa susunannya begitu? mengapa huruf A seharusnya diketik dengan jari kelingking kiri, atau mengapa huruf P berada jauh sekali bukan diletakkan dibawah huruf M? Kemudian saya berpikir lagi, mungkin saja dikarenakan huruf A sering dipakai sehingga berada pada kelingking kiri yang jarang bergerak aktif. Dan juga penyusunannya kemungkinan juga bredasarkan seringnya huruf yang dipakai. Misalnya huruf H, R, U diletakkan didekat telunjuk kanan dan kiri yang aktif bergerak, karena huruf-huruf tersebut sering muncul dalam kata secara bergantian. Seperti yang dikketahui, penemu susunan itu adalah orang Barat yang menggunakan bahasa Inggris. Dan kemudian muncullah pertanyaan, apakah qwerty pad pada komputer yang kita gunakan cukup cocok dengan tatanan paduan huruf pada bahasa indonesia? Apakah bahasa Inggris cukup banyak memiliki kesamaan dengan bahasa indonesia sehingga penyusunan tersebut cocok dengan bahasa indonesia? ataukah untuk bahasa indonesia ada susunan yang lebih baik dan lebih efisien?

    Comment by listyadharani — June 13, 2012 @ 03:14

  2. hal yang anda sampaikan mengenai penyusunan layout keyboard berdasarkan padanan kata bahasa indonesia merupakan salah satu hal yang terlewatkan oleh saya ketika membahas ini. selain itu, saya juga baru saja menyadari bahwa kebiasaan sesorang dalam menggunakan tangannya pun mungkin saja berpengaruh. timbul lagi pertanyaan, apakah penyusunan ini juga berlandaskan pada pola kebiasaan seseorang dalam menggunakan tangan (kanan atau kiri, kidal)?

    Comment by annauswa — June 13, 2012 @ 19:50

  3. Sebenarnya penyusunan tombol QWERTY diambil dari penggunaan susunan kata yang dipergunakan orang Amerika seperti penemunya, Christopher Latham Sholes. Penggunaan QWERTY tidak selalu tepat bila digunakan di negara tertentu, namun karena terjadi standarisasi maka QWERTY semakin berkembang penggunaanya dan dipelajari semua orang.

    Dalam pendapat Anda mengenai kurang tepatnya tombol QWERTY pada handphone saya rasa merupakan hal yang relatif, hal tersebut tergantung dari perbandingan ukuran dari jari-jari pengguna dan ukuran tombol yang disediakan. Kesalahan pengetikan tombol pada QWERTY umumnya karena ukuran tombol yang disediakan cukup kecil untuk ditekan jari pengguna (jempol) yang ukurannya jauh lebih besar.

    Comment by bambangutoro — June 14, 2012 @ 18:03

  4. Walaupun telah terjadi standardisasi layout QWERTY secara universal tersebut, terdapat penyesuaian-penyesuaian yang kemudian menjadi standard layout pengetikan tombol yang tak kalah sering digunakan saat ini, yaitu QWERTZ dan AWERTY. Susunan layout QWERTZ merupakan penyesuaian terhadap bahasa Jerman dengan menukarkan letak huruf Y dengan huruf Z. Salah satu pertimbangannya adalah huruf Z lebih sering digunakan, terutama bersebelahan dengan huruf T sehingga pengetikan dapat menjadi lebih mudah dan cepat. Sedangkan layout AZERTY merupakan penyesuaian terhadap bahasa Perancis dengan menukarkan letak huruf Q dengan huruf A dan letak huruf W dengan huruf Z. Sama halnya seperti layout QWERTZ, layout AZERTY disusun dengan memperhatikan frekuensi penggunaan relatif suatu huruf. Namun, berdasarkan “English Letter Frequency Counts:
    Mayzner Revisited or ETAOIN SRHLDCU” karya Peter Norvig (link: http://norvig.com/mayzner.html), urutan huruf yang digunakan dari frekuensi tertinggi hingga terendah dalam bahasa Inggris adalah etaoinsrhldcumfpgwybvkxjqz. Saya menemukan tidak selamanya penyusunan layout yang berada di pusat layout (bagian tengah) adalah huruf-huruf dengan frekuensi penggunaan yang lebih tinggi daripada huruf-huruf yang berada di tepi layout.

    Saya ingin menambahkan bahwa aspek kebiasaan dapat mempengaruhi penyusunan layout dan begitu pula sebaliknya, penyusunan layout dapat mempengaruhi kebiasaan kita sehingga kita menjadi terbiasa. Jadi, persepsi yang terbentuk terhadap suatu layout itu beragam atau relatif tidak hanya berdasarkan aspek fisik.

    Comment by tasyae — March 17, 2013 @ 08:08


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: