there’s something about geometry + architecture

June 14, 2012

Manipulasi Ruang Gerak Hamster

Filed under: nature and architecture — noviapanisti @ 11:26

Pada project kali ini, saya mengambil bangunan Peter Eisenman untuk dianalisis. Alasan saya memilih Aronoff Center for Design and Art karya Peter Eisenman ini adalah karena bangunan itu unik dan berbeda.

Metode yang digunakan dalam proses perancangan Aronoff Center ini yaitu (seperti yang dijelaskan pada essay sebelumnya, merupakan metode deformasi secara bertahap. Struktur yang ada sangat berhubungan erat dengan ortografi dari tempat tersebut: double curve, deviated, redoubled, deformed. Keempat langkah ini yang kemudian—dengan banguan simulasi komputer—ditransfer ke dalam bentuk ruang tiga dimensi. Metode yang digunakan antara lain yaitu intersection, superposition, blurring, dan tracing.

Dengan mengolah kembali metode-metode di atas, saya mendapati:

tahap pertama, didapatkan dua kurva yang saling memotong (intersection). Diagram dua dimensi ini memperlihatkan pola dasar bentuk kurva (melengkung) dan prinsip persilangan. Terlihat ritme pengulangan elemen – elemen, yang tersusun secara rapi di dalam bentuk kurva. Dengan arah yang berbeda, terlihat dua baris ritme yang bertumpuk (superposition).

Layering mulai terlihat pada diagram ke-2 ini. Bentuknya tetap melengkung.

Pada diagram ke-3 saya mencoba menyatukan beberapa elemen yang terlihat di dalam diagram dalam bentuk tiga dimensi. Terlihat beberapa bidang saling bersilang. Ada pengulangan elemen, yang kemudiang ditumpuk (membentuk layer), dengan orientasi yang berbeda (mengalami rotasi atau translasi terlebih dahulu).

Dari bedah metode tersebut saya mendapatkan ide untuk membuat sesuatu, berupa path (alur bergerak) yang arahnya tidak menentu, tergantung dari metode tersebut yang diterapkan. Dari tahapan-tahapan yang digunakan Peter Eisenman, saya mengadaptasinya dengan susunan yang acak (berbeda) sehingga terbentuklah suatu alur dari bidang – bidang yang tersusun sedemikian rupa, dengan pengalaman ruang yang membingungkan. Saya membuat sebuah kandang untuk hamster dengan interior yang tercipta dari penggunaan metode di atas. Mengapa hamster? Karena saya melihat kandang hamster yang ada semuanya hamper sama, dengan alur tertentu yang sudah pasti, dimana hamster tidak mungkin keluar jalur. Dengan metode ini, saya mencoba merubah pola gerak hamster (yang walaupun berliku – liku, tetapi hanya berjalan sesuai satu jalur) dengan menyediakan banyak opsi jalur gerak.

Sebelum itu, saya mempelajari tentang kandang hamster agar teori tadi dapat dibuktikan. Saya menemukan pola yang serupa dari berbagai jenis kandang hamster. Yang tertangkap oleh saya adalah alur dari pergerakan hamster selalu mengikuti pipa, tidak dapat berpindah dengan leluasa. Memang selang tersebut berliku – liku dan terhubung dengan beberapa titik. Namun, hamster tidak akan mungkin merubah arah geraknya di dalam selang tersebut dan mau tidak mau akan mengikuti kemana pipa tersebut mengarah. Ada banyak variasi model dari kandang hamster dari yang paling simpel sampai ke yang palling rumit.

Kandang – kandang tersebut memiliki persamaan yaitu jalur yang menerus, tanpa percabangan. Kalaupun meuju ke jalur lain, pasti sudah terlebih dahulu keluar dari jalur lainnya. Dengan begitu, saya dapat meneruskan project kandang hamster eisenman ini sebagai eksperimen pembanding.

Output yang diharapkan yaitu path atau jalur yang tersusun dari layer – layer yang pada akhirnya akan menghubungkan banyak arah, secara membingungkan, tetapi sebenarnya satu sama lainnya saling terkoneksi. Saya menerapkan metpde – metode dari analisis sebelumnya dengan urutan acak dan memperbanyak superposition dan blurring.

Di dalam project ini alur yang ada bebas, tersedia bagi si hamster. Dia dapat memilih jalan yang dia inginkan, dengan bentuk yang berbeda; ada jalan yang lurus, berbelok – belok, seperti maze, dan juga jalanan kurva. Perbedaan lainnya yang saya masukkan adalah adanya jalan buntu. Ide jalan buntu ini juga didapatkan dari bangunan Peter Eisenman Aronoff Center yang sudah dibongkar metodenya.

Project ini merupakan eksperimen untuk melihat reaksi si hamster di tempat yang berbeda dengan kandang – kandang mereka yang biasanya memakai pipa (alur terarah) dan juga roda hamster. Berikut ini adalah maket outputnya:

Banyak jalan yang dapat dilalui oleh hamster. Pada project ini saya melakukan manipulasi ruang pada interiornya saja karena memang ingin melihat yang terjadi di dalam. Jadi, metode Peter Eisenman saya terapkan untuk membentuk interior yang membingungkan dan bercabang – cabang, sedangkan eksteriornya hanya berupa dinding akrilik (agar bisa melihat ke dalam). Huruf x pada skema di atas merupakan jalan buntu yang ada. Selebihnya, semua jalur saling terkoneksi, tetapi memiliki arah dan kualitas ruang yang berbeda – beda. Hal ini dikarenakan metode yang diterapkan ada bermacam – macam. Dari lintasan kurva, hamster dapat berbelok ke jalan buntu atau terowongan, atau lintasan kurva lainnya.

Penggunaan material menjadi penting di sini untuk membedakan jalur – jalur yang ada dan juga untuk memudahkan bentuk kurva melingkar (foam), pengeras lintasan lengkung (birmet), elemen blurring (impra board), batas ruang tak terlihat (akrilik).

Setelah melakukan pengamatan, ternyata si hamster memiliki tempat favorit, yaitu ruang pada gambar ketiga yang dibentuk dari layering. Pada bagian ini digunakan elemen impra board sehingga kualitas ruang blurring (tidak terlalu jelas melihat) ada di sini. Si hamster suka berada di antara celah – celah impra board untuk waktu yang relatif lama, bahkan sampai tidur.

Sumber:

Rogers, Christy. Aronoff Center for Design and Art
University of Cincinnati—Peter Eisenman 1996. http://www.galinsky.com/buildings/aronoff/. Diakses tanggal 1 Mei 2012.

Rossi, Adriana. Study the Works of Peter Eisenman? Why?. Nexus Network Journal, vol. 1 ( 1999), pp. 65-74. http://www.nexusjournal.com/Rossi_eng.html. Diakses tanggal 26 Mei 2012.

http://www.habitrail.com

http://cutehamsterworld.blogspot.com/2011/04/foto-foto-kandang-hamster-yang-baik.html

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: