there’s something about geometry + architecture

March 24, 2013

Golden Rules: Kemungkinan Acuan Baru dalam Fotografi (Pre-Wedding)?

Filed under: architecture and other arts — kusumaerlina @ 10:02

Dalam dunia fotografi, acuan mengenai golden rules sudahlah menjadi hal yang biasa. Muncul opini-opini yang meyakni bahwa untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik, sang fotografer harus mempertimbangkan golden rules saat proses pengambilan gambar. Golden Rules tersebut meliputi Golden Ratio, Golden Triangles dan Golden Spiral atau Golden Rectangle. (Sumber: http://photoinf.com/Golden_Mean/Eugene_Ilchenko/GoldenSection.html)

the first “golden” rule is the “Rule of Thirds” or “Golden Ratio”. It affects the ratio (1:1.618) of a picture size, as well as the placement of the main subjects in the photo.”

Image

Another rule is the “Golden Triangles”. It’more convenient for photos with diagonal lines. There are three triangles with corresponding shapes. Just roughly place three subjects with approximate equal sizes in these triangles and this rule will be kept.”

Image

And one more rule is a “Golden Spiral” or “Golden Rectangle” (you’ll see why it’s a rectangle in the tools section). There should be something, leading the eye to the center of the composition. It could be a line or several subjects. This “something” could just be there without leading the eyes, but it will fulfill its purpose anyway.”

Image

Bagi sebagian orang, pernikahan tidaklah lengkap tanpa foto-foto pre-wedding. Foto-foto tersebut telah menjadi suatu keharusan bagi setiap pasangan pengantin sebelum menyambut hari bahagia mereka. Foto-foto di bawah ini merupakan beberapa foto pre-wedding yang dipilih secara acak dari website www.prayasa.com.

Image

Seringkali kita merasa terpukau melihat foto-foto tersebut sekaligus mempertanyakan bagaimana sang fotografer dapat mengabadikan momen seindah itu baik dari bahasa tubuh sang pengantin maupun komposisi gambar antara sang pengantin dengan latar. Hasil foto-foto pre-wedding yang dipublikasi merupakan hasil pemilihan foto-foto terbaik dari puluhan bahkan ratusan foto yang diambil selama proses pemotretan. Jika melihat kembali opini mengenai foto yang baik merupakan foto yang menerapkan acuan golden rules, lantas apakah semua foto-foto pre-wedding yang dipilih tersebut sudah merepresentasikan golden rules? Secara personal, saya tidak begitu meyakini bahwa dengan mengikuti golden rules dapat membuat sebuah foto terlihat baik dan untuk membuktikannya saya mencoba menganalisis foto-foto pre-wedding tersebut menggunakan golden rules seperti pada gambar di bawah ini.

Image

Hasilnya, dari tiga foto pre-wedding tersebut hanya satu yang mengacu pada golden rules. Hal ini membuktikan bahwa golden rules bukan satu-satunya acuan suatu foto dapat dikatakan baik. Di sisi lain, saya mempertanyakan untuk apa kita tetap menyakini acuan golden rules jika hasil foto tetap dapat terlihat tanpa harus mengikuti acuan tersebut. Terlintas sebuah pemikiran jika acuan ini (golden rules) bisa dikritisi dan tidak sepenuhnya diterapkan maka pasti ada kemungkinan acuan-acuan lain yang lebih tepat dibanding golden rules namun belum terungkap hingga saat ini.

Image

 Ketiga foto di atas terlihat serupa namun dari ketiga foto tersebut tidak ada satupun yang mengikuti acuan golden rules. Lantas acuan apa yang membuat ketiga foto yang berbeda ini terlihat serupa? Menurut saya, ini yang lebih menarik untuk diungkap dibanding harus terus berkutat dengan golden rules.

Sumber:

http://photoinf.com/Golden_Mean/Eugene_Ilchenko/GoldenSection.html

Sumber Gambar:

http://www.prayasa.com/
http://mudahmenikah.wordpress.com/fotografi/
http://www.newlifeimage.com/portfolio/pre-wedding-frank-eunice/prewedding-outdoor-banten-8/
http://peluang-usaha.pelapak.com/portrait-pre-wedding-bali-portrait.html

5 Comments »

  1. Topik yang sangat menarik menurut saya untuk dibahas.🙂
    Dari post anda, saya sangat tertarik dengan bagaimana aturan yang dipakai dalam 3 wedding foto yang terakhir, apakah ternyata ketiganya memakai golden rules atau tidak, atau mungkin malah ada aturan lain yang dipakai baik secara sadar ataupun tidak sadar. Mohon nantinya di-update lagi bila sudah ada perkembangan lebih lanjut mengenai hal ini.
    Lalu, mengenai golden section itu sendiri, baik itu rule of third, golden triangle, ataupun golden spiral, bagaimana cara menarik garis untuk mengidentifikasi golden section tersebut agar dapat diketahui perbandingan golden sectionny? Mohon penjelasannya mengenai hal tersebut.

    Terima kasih atas topik yang menarik ini.😀

    Comment by tanjungandy — March 24, 2013 @ 10:11

  2. Mungkin terdapat kesamaan pada 3 foto terakhir. Menurut saya, itu berdasarkan aturan dalam dunia fotografi, mirip seperti rule of thirds tapi sedikit berbeda. Saya pernah mempelajari aturan tentang komposisi foto. Jadi, foto tersebut dibagi 3 sama besar, berbeda dengan rule of thirds. Jika memotret landscape seperti pantai, akan lebih baik jika perbandingannya 1:2, misalnya foto dengan 1/3 bagian adalah pasir+laut, 2/3 bagian adalah langit. Mungkin rule ini yang diterapkan pada foto prewedding diatas.

    Comment by aninditarahmadhanisa — March 24, 2013 @ 10:20

  3. Sebenarnya dalam pengambilan gambar sendiri terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya seperti perbandingan yang anda sebutkan sebelumnya. Hal lainnya seperti figure-ground dalam gambar, Yang menarik adalah apakah sang fotografer memang sudah mempunyai rasa dari golden rules tersebut, sehingga setiap kali ia mengambil gambar, maka akan tercipta proporsi yang baik sesuai dengan golden rules tersebut secara alami. Atau apakah memeang foto tersebut diedit terlebih dahulu, sehingga sesuai dengan golden rules yang sudah sangat terkenal ini?
    Lalu kenapa Ada menyatakan bahwa ketiga foto di bagian justru terlihat serupa? Apakah karena memiliki proporsi yang serupa?
    Lebih jauh lagi, menurut saya, bagaimana penggunaan golden rules tersebut melebur dengan elemen lainnya dalam pengambilan gambar, sehingga menghasilkan foto yang memang indah ini. Atau justru ada kemungkinan, hal yang memang memberi keindahan terbesar dalam foto tersebut adalah proporsi? Seperti kutipan dari Matila Ghyka, 1952.
    “The concept of proportion is in composition the most important one, whether it is used consciously or unconsiously.”
    Sehingga, hal lainnya tidak lagi menjadi penting. Hal ini juga menarik untuk dibahas. Terima Kasih🙂

    Comment by valencia93 — March 24, 2013 @ 15:25

  4. Sebenarnya, proporsi tidak sekedar hitung-hitungan perbandingan luas objek yang tampak pada frame yang tertangkap kamera saja. Tapi, coba kita mencari tahu, sebenarnya momen apa yang ingin ditangkap dari fotografer? Siapa yang menjadi foreground dan background dari foto tersebut? Bisa jadi, rule of third yang kemungkinan menjadi dasar bagi fotografer pada pengambilan ketiga gambar di paling bawah adalah bentuk simplifikasi dari golden section. Karena saya melihat kesamaan yaitu background pemandangan (langit, laut, atau pepohonan) sebenarnya lebih dominan daripada subjek manusia yang sebenarnya jadi aktor dalam momen tersebut.

    Comment by widyaulia — March 25, 2013 @ 00:06

  5. @tanjungandy dan @valencia93: Menurut saya, penerapan golden rules untuk orang-orang yang berkarir dalam dunia fotografi termasuk fotografer untuk pre-wedding dapat dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Secara sadar ketika mereka sedang melakukan survei lokasi pemotretan dan mempertimbangkan momen apa yang sesuai dengan lokasi tersebut. Secara tidak sadar ketika penerapan golden rules sudah seperti parameter ideal bagi sang fotografer. Parameter ideal yang dimaksud disini adalah cara pengkomposisi gambar paling baik bagi sang fotografer karena sebelum mereka terjun di dalam dunia kerja, mereka pastilah sudah banyak berlatih untuk dapat mengkomposisikan suatu gambar baik menggunakan golden rules atau acuan lain sehingga secara tidak sadar mereka akan menerpakan hal tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan pengetahuan tersebut akan berkembang seiring jam terbang mereka sebagai fotografer.
    Setelah saya mencari tahu lagi mengenai komposisi dalam dunia fotografi, terdapat dua acuan lain yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengkomposisian gambar selain golden section atau golden ratio yakni rule of third dan dynamic symmetry. Prinsip golden ratio terdiri dari dua bentukan yakni golden rectangle dan golden spiral. Yang dimaksud dengan golden rectangle adalah persegi panjang dengan sisi yang memiliki perbandingan 1 : φ (phi = 1,618…). Sedangkan golden spiral adalah bentukan lengkung yang terdapat didalam golden rectangle yang dibuat dari persegi menggunakan deret Fibonacci (0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, …). Rule of third, prinsip ini didasarkan pada kebiasaan mata manusia yag secara alami tertarik pada titik sekitar dua-pertiga halaman. Dalam penerapan aturan ini frame gambar dibagi menjadi 3 bagian vertikal dan 3 bagian horizontal dengan jarak yang sama. Posisi terbaik untuk meletakan bagian paling menarik dari objek berada pada salah satu titik dari empat titik perpotongan garis-garis horizontal dan vertikal tersebut. Pada penerapan dynamic symmetry, frame gambar dibagi menjadi dua bagian dengan menarik garis diagonal dari dua sudut yang bersebrangan. Setelah itu, dari sudut lain ditarik garis yang tegak lurus dengan garis diagonal tersebut, hal ini kemudian dilakukan pada keempat sudut tersebut. Posisi terbaik untuk meletakkan bagian paling menarik dari objek berada pada salah satu titik dari empat titik perpotongan garis diagonal dengan tegak lurus (warna ungu).

    @aninditarahmadhanisa dan @widyaulia: Terima kasih atas masukan dan infonya. Setelah saya mempelajari lebih lanjut mengenai pengkomposisian gambar, saya merasa setuju dengan pendapat anda. Ternyata cara pengkomposisian tidak hanya terpaku pada objek gambar tersebut. Namun, keberadaan latar belakang gambar dan momen apa yang hendak diabadikan juga sangat berpengaruh dalam pengkomposisian gambar secara keseluruhan.

    Comment by kusumaerlina — March 29, 2013 @ 20:17


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: