there’s something about geometry + architecture

March 25, 2013

BIOLA : KEINDAHAN YANG TERINDAH

Filed under: architecture and other arts — annasresaldi @ 13:14
Tags: , ,

Biola, atau biasa juga disebut violin, adalah alat musik yang lahir dari perkembangan alat musik gesek  sebelumnya, yaitu : Ravanastron dan Rebab. Kedua alat musik ini memiliki dua elemen penting, yaitu busur dan dawai, dengan cara memainkan yang sama, yakni dengan cara di gesek.

Bagian dasar dari Ravanastron dan Rebab antara lain terdapat kotak resonansi (bagian bawah) dan tiang (sebagai tempat dawai).

Biola sendiri lahir +/- 15 Abad setelah pendahulunya ada (sekitar tahun 1520) di Eropa. Seperti yang telah diketahui bahwa pada masa itu sedang masa gemilangnya Renaissance. Karena pengaruh masa itu, maka bentuk biola terlihat lebih modern, dibuat dengan halus, proses pembuatannya dengan teknologi tinggi, designnya sesuai dengan prinsip estetika dan tidak bertolak belakang dengan keindahan suaranya, terlebih lagi suaranya yang indah dan nyaring, kuat serta lincah.

Tiga clan pembuat biola yang paling terkenal : Amati, Stradivari, dan Guarneri.

Meskipun saat ini para pembuat biola semakin banyak yang mengupayakan pembaruan atau perombakan dari tiga clan tersebut, namun  mereka tidak bisa lepas dari pola atau bentukan biola yang dibuat oleh tiga clan tersebut (para ahli menganggap biola buatan tiga clan tersebut adalah biola terbaik di dunia).

Bagaimanakah bentuk biola terbaik di dunia tersebut? Apakah sekedar indah saja? Atau memang ia yang “terindah” diantara yang paling indah?

Image

Sumber gambar : http://www.goldennumber.net/music/

keterangan gambar :

a)      proporsi keseluruhan

b)      Proporsi dawai

c)       Proporsi resonansi

 

Gambar diatas adalah perbandingan antar bagian biola.

Bagaimana penggunaan angka fibonacci dan phi dalam mendesain bentuk biola.

Perbandingan biola dengan neck atau tanpa neck menghasilkan suatu proporsi.

 

Image

Sumber gambar : http://zoomine.tumblr.com/image/31405644537

Gambar di atas adalah biola Stradivari yang di selimuti oleh garis segi lima (pentagon). Terlihat bagaimana proporsi dari biola tersebut mulai dari bagian atas sampai bawah.

Secara khusus memang biola disamping terkenal sebagai biola stradivari, namun secara umum biola disamping adalah biola yang dimiliki masyarakat banyak.

 

ImageSumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/–Ebounyp1RY/T4gBJlVIwtI/AAAAAAAAAAM/h_DeUiN2GZM/s1600/Sk%C3%A6rmbillede

Perbedaan yang terdapat diantara biola Amati, Stradivari, dan Guarneri adalah penamanaan model, harga, kualitas permainan (penguasaan alat), serta kebiasaan violinis.

Namun hal itu tidak mengubah proporsi dan bentuk biola secara mendasar, secara halus mungkin bisa disebut sebagai penambahan komponen kecil (custom).

Semua garis-garis dari gambar-gambar di atas tak lain adalah untuk menjelaskan hubungan bentuk (dalam hal ini proporsi) yang dapat dinilai dengan sensor visual, dan suara yang dihasilkan (kualitas tone yang dihasilkan) yang dapat dinilai dengan sensor auditori.

Disini ada hubungan yang terjadi (atau kebetulan saja?) antara : Bentuk, kualitas suara, dan Matematika.

“Mathematics is the music of reason.” –  James Joseph Sylvester

 

Image

Sumber gambar: http://4sbccfaculty.sbcc.edu/lecture/2000s/images/georgakis_images/PowerPointImages/Slide77.jpg

Dari penyataan pada gambar di atas, diperoleh pengertian bahwa Golden Ratio, dalam penciptaan sebuah biola dapat memengaruhi keindahan dari segi suara dan bentuk. Seberapapun majunya perkembangan teknologi, bilangan golden ratio tidak pernah lepas dari keindahan biola, benarkah?

Apakah benar biola yang telah tercipta ini adalah biola terbaik yang telah diciptakan manusia? Atau memang teknologi belum sanggup meciptakan yang lebih baik?

 

 

Referensi :

http://4sbccfaculty.sbcc.edu/lecture/2000s/lectures/Peter_Georgakis.htmlss (diakses 25 maret 2013)

http://www.goldennumber.net/acoustics/ (diakses 25 maret 2013)

http://zoomine.tumblr.com/post/31405644537/stradivarius-violin-encased-in-a-pentagon (diakses 25 maret 2013)

http://www.violinist.com/discussion/response.cfm?ID=13014 (diakses 25 maret 2013)

2 Comments »

  1. Keterkaitan antara violin dan golden ratio ini memang sangat menarik untuk dibahas, terutama bagi pecinta instrumen string yang satu ini. Dari penjelasan anda di atas, anda juga membahas dan menampilkan gambar biola Stradivari, yang merupakan biola terbaik dan terkenal sebagai biola termahal di dunia, dikarenakan suara yang dihasilkannya sangat indah. Namun harus diingat juga bahwa salah satu faktor keindahan suara biola juga dikarenakan kualitas kayu yang digunakan saat itu sangat baik (mungkin karena umur kayu dan faktor cuacanya) dibandingkan sekarang, karena kita tahu sendiri bahwa di zaman ini banyak sekali penebangan kayu secara besar-besaran, dan juga cuaca yang tidak menentu, yang pada akhirnya mengurangi kualitas kayu yang dihasilkan.
    Seiring perkembangan zaman, dan dengan kemajuan teknologi, muncullah Electric violin atau yang lebih dikenal dengan biola listrik. Bentuk biola listrik juga bermacam-macam, dan banyak sekali yang bentuknya tidak seperti biola yang kita ketahui pada umumnya (seperti biola yang dijelaskan di atas). Yang menjadi pertanyaan, apakah biola listrik juga menerapkan Golden Ratio? Karena kualitas suara yang dihasilkan juga tidak kalah bagus dibanding biola kayu, dan dari segi keindahan bentuknya juga unik. Terima kasih untuk info menarik yang anda sampaikan ini dan mohon maaf jika ada kata-kata saya yang keliru karena yang saya tulis ini hanya sebatas pengetahuan saya, sekali lagi terima kasih🙂

    Comment by tamiyakasman — March 25, 2013 @ 21:53

  2. Tidak dapat dipungkiri memang pengaruh keindahan suara biola salah satunya adalah kualitas kayu baik dari jenis kayunya (yang menentukan densitasnya) maupun kekeringannya. Karena hal tersebut juga berpengaruh pada gitar baik itu akustik maupun elektrik (yang bentuknya kurang lebih sama dengan biola). Namun bila kita asumsikan variabel jenis/kekeringan kayu sama, maka proporsi biola baik kotak resonansinya maupun panjang necknya menjadi sangat berpengaruh. Bisa dilihat sampai saat ini bentuk biola yang seperti itulah yang paling sering kita jumpai, terutama untuk jenis biola akustik. Tentu untuk saat ini dimana teknologi informasi dan pengetahuan sudah sangat maju bisa saja bentuk tersebut ditinggalkan bila memang terdapat bentuk dan proporsi lain yang terbukti lebih efektif dan mungkin lebih indah. Tetapi nyatanya bentuk biola akustik tersebutlah yang masih sering digunakan oleh violinis pada umumnya dewasa ini. Untuk perbandingannya dengan biola elektrik tentu diantara kedua jenis biola tersebut memiliki karakter yang berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri seperti halnya perbandingan gitar akustik dengan gitar elektrik. Tinggal bagaimana musisi tersebut menentukan prioritasnya sesuai dengan kebutuhannya dalam bermain biola. Biola full elektrik setahu saya gelombang suara yang dihasilkannya ditangkap oleh receiver getaran bernama pickup untuk menggantikan fungsi kotak resonansi. Karena itulah bentuk biola full elektrik cenderung memiliki bentuk yang bermacam-macam dan unik. Walaupun begitu biola akustik yang memakai pickup bila dibandingkan dengan biola full elektrik juga memiliki karakteristik yang berbeda. Kembali lagi kepada prioritas dan kebutuhan sang musisi.

    Comment by alhafizi — March 26, 2013 @ 17:07


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: