there’s something about geometry + architecture

March 26, 2013

Bagaimana cara ular beradaptasi dengan mangsanya? Apa ada hubungannya dengan teori Non-Euclidean?

Filed under: nature and architecture — nurulseptianti @ 17:03

Ular merupakan salah satu hewan melata yang beradaptasi dengan mangsanya dengan cara mengeluarkan bisa. Banyak cara ular mengeluarkan bisa. Ada yang dengan cara menyuntikkan bisa beracun ke dalam tubuh korbannya menggunakan taring berlubang. Hanya sedikit ular yang menginjeksikan bisanya ke tubuh korban menggunakan taring berlubang.
Yang tidak memiliki taring berlubang dinamakan predator efektif.
 Ada cara lain ular, seperti ular mangrove pit viper menggunakan taring kembarnya, ular Boiga melubangi kulit korbannya mengalir masuk ke luka di antara gigi dan jaringan.

images

 

Cara kerja taring adalah seperti jarum suntik yang bekerja dengan organ tubuh lainnya untuk membuat sistem pengiriman dengan menginjeksikan bisa. Namun ada cara lain yang lebih mudah, banyak taring mempunyai lekukan untuk mengalirkan bisa ke dalam luka. Pengukuran tersebut memperlihatkan bahwa bisa ular sangatlah kental.

Tegangan permukaan bisa ular cukup tinggi, hampir sama dengan air. Hal itu menyebabkan energi permukaan menarik tetesan bisa ke lekukan taring, lalu menyebar. menggunakan kombinasi geometri lekukan taring optimal dan viskositas bisa. Karena bentuk taring ular adalah seperti kurva. Bentuk kurva taring bervariasi pada setiap spesies seperti pada ular derik / rattlesnakes (Crotalus) bagian tengah taring membentuk sudut 60 – 70 derajat. Bagian dasar taring yang melebar terletak di dalam kantung tulang maxillary dan berisi katup yang berakhir di saluran (ductus) bisa.

Misalnya ketika ular yang memangsa burung mengembangkan lekukan yang lebih dalam agar cairan bisa kental tak tersapu oleh bulu burung. Ketika ular menyerang, lekukan taring dan jaringan di sekitarnya membentuk sebuah kanal. Jaringan akan menyerap bisa lewat kanal tersebut.
Bisa ular memiliki struktur khusus untuk mendukung efek tersebut. Tekanan yang muncul dari isapan itu menyebabkan kekentalan bisa berkurang, membuatnya dapat mengalir dengan mudah melewati kanal dengan cepat karena pengaruh tegangan permukaan. Von Hemmen menyebut karakteristik substansi ini sebagai cairan non-Newtonian. Trik ini sangat praktis bagi ular. Selama tak ada mangsa yang terlihat, bisa dalam lekukan taring akan tetap kental dan lengket. Pertanyaannya adalah apakah bentuk yang paling efektif mematikan mangsanya adalah dengan bentuk kurva saja? Apa ada bentuk lain?

KeSimpulan Evolusi Kanal Taring Sistem Pengiriman Racun Reptil Akhir Triassic220px-Parabola.svg copy

sumber :

http://www.tempo.co/read/news/2011/05/22/095335966/Bagaimana-Ular-Menyuntikkan-Bisanya

 

1 Comment »

  1. Jadi kolerasi antara cara kerja taring yang seperti jarum suntik dengan bentuk kurva maksudnya seperti apa?karena menurut saya jarum suntik membutuhkan dorongan untuk menyalurkan cairan ke dalam organ tubuh sedangkan bentuk kurva ular tersebut mengambil andil dalam proses penyaluran atau tidak?

    Comment by febbydiasry — March 27, 2013 @ 18:34


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: