there’s something about geometry + architecture

March 26, 2013

Jika ABC Vitruvius Dilanjutkan Hingga Z

Filed under: process — shiltafinella @ 09:58
Tags: ,

Vitruvius dengan ABC of Architecture-nya menjadi acuan bagi mahasiswa-mahasiswa Arsitektur untuk menyatakan apa itu Arsitektur. Literatur pertama yang saya baca setelah masuk ke perkuliahan pun adalah ABC of Architecture, ditulis oleh James F. O’Gorman.

ABC-of-Architecture-9780812216318

Sumber gambar :

Saya akui bahwa isi buku itu memang mendoktrin saya mengenai apa itu Arsitektur. Berbekal bacaan ini, saya pun dengan percaya diri menggunakan “ketiga senjata utama Vitruvius” dalam menganalisa, bahkan mengkritik, hal-hal arsitektural di sekitar saya.

“. . . utilitasnya [blablabla. . .] Venustasnya itu sepertinya [blablabla. . .] Firmitas dari bangunan ini akan [blablabla . . .] Oleh karena itu, merujuk pada Vitruvius, maka saya bisa menyatakan bahwa bangunan ini [blablabla. . .] . . . “

Begitulah saya dengan merasa hebatnya melakukan penilaian-penilaian terhadap ke-arsitektur-an suatu bangunan. Buku itu memberi saya keyakinan bahwa Arsitektur harus memenuhi ketiga aspek tersebut untuk bisa disebut karya Arsitektur yang baik.

Namun, sebuah tamparan berbekas di pipi saya dapatkan ketika mengetahui bahwa doktrin yang saya terima itu merupakan pemahaman yang terlalu dangkal akan tulisan Vitruvius. Tulisannya tidak semata-mata berisi ketiga kata kunci itu, justru mengandung hal-hal yang lebih dalam. Jeremy Till dalam bukunya Architecture Depends bahkan dengan gamblang mengatakan, “I have always had a problem with Vitruvius”. Banyak diskusi yang dilakukan terhadap tulisan Vitruvius yang menghasilkan kesimpulan bahwa pernyataan Vitruvius, yang saya anggap doktrin, sangatlah umum dan tidak bisa dikatakan yang paling benar. Yang menarik, Ashraf Salama dalam tulisannya mengatakan, Undoubtedly, Vitruvius gave us the ABC of architecture, but someone should have continued the alphabet of architectural theories”. Artinya, pernyataan Vitruvius hendaknya membuka wacana-wacana baru, bukan dipandang sebagai doktrin yang mutlak kebenarannya. Hal ini secara telak menjadi refleksi diri bagi mahasiswa Arsitektur seperti saya. Sudahkah saya melanjutkan ABC Vitruvius?

Sebagai eksperimen sederhana (bahkan bisa disebut konyol) saya mencoba secara harfiah melanjutkan ABC Vitruvius.

Apa yang menjadi fungsi dan kebutuhan harus terpenuhi dalam arsitektur (Utilitas)

Bentuk suatu arsitektur harus indah (Venustas)

Cermati bagaimana struktur membuat bangunan menjadi kokoh (Firmitas)

Desain perlu sesuai dengan konteks lingkungan

Energi dimanfaatkan secara efisien dalam bangunan

Fasat bangunan hendaknya juga mempengaruhi kualitas ruang dalam

Gambar kerja hendaknya secara otomatis tergambarkan secara tiga dimensi oleh arsitek

Heterogenitas pengguna adalah aspek yang tak bisa diabaikan dalam mendesain

Interioritas memberikan nyawa pada bangunan

Jukstaposisi sering terjadi dalam pengolahan bentuk

Kotak bukan bentuk yang paling “baik”

Lokasi pintu dan arah bukaannya di suatu ruangan sangat penting

Manusialah orientasi dalam mendesain

Nilai keindahan itu subyektif

Otoritas sang arsitek adalah dalam menentukan pengalaman apa yang akan hadir dalam ruang

Pengalaman ruang arsitektur terasa lewat panca indera

Ruang adalah obyek arsitektur

Skenario dalam suatu ruang menentukan pengalaman  yang akan dirasakan manusia di dalamnya

Teknik (engineering) merupakan alat dalam mewujudkan arsitektur

Unsur-unsur bangunan hendaknya diolah dalam perspektif tiga dimensi

Visualisasi desain lewat gambar adalah cara terbaik memperlihatkan ruang

Waktu bercerita mengenai arsitektur

Yakin pada keberhasilan desain perlu hingga taraf tertentu

Zaman dapat diwakili oleh karakter arsitekturnya

(Huruq Q dan X saya hilangkan karena kosakata dalam bahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf itu sangat terbatas)

Kesimpulannya, sangat masuk akal jika ABC Vitruvius dilanjutkan hingga Z. Apa yang saya lakukan bukanlah cara yang dimaksud oleh Ashraf Salama. Namun setidaknya saya secara harfiah sudah menyelesaikan alfabetnya sampai Z, tidak berpuas pada A,B, dan C. :p Dari eksperimen ini saya menyadari bahwa ternyata suatu teori memang tidak bisa terjelaskan dengan beberapa kata atau satu kalimat saja. Pada saat saya melanjutkan satu alfabet menjadi sebuah kalimat, saya sadar bahwa diperlukan penjelasan lebih lanjut lagi tentang kalimat tersebut. Suatu teori menawarkan kebebasan bagi siapa saja untuk menanggapi dan melanjutkan wacananya.

Nah, bagaimana dengan teman-teman? Apakah teman-teman mau mencoba menjawab tantangan dalam melanjutkan ABC Vitruvius? Jangan seharfiah seperti yang saya lakukan, ya!🙂

Sumber :

Salama, Ashraf. 2007. Nikos A. Salingaros: A New Vitruvius for 21st – Architecture and Urbanism ?. Archnet-IJAR, International Journal of Architectural Research – Volume 1 – Issue 2 -. 122

Perkuliahan Geometri dan Arsitektur pada 20 Februari 2013

3 Comments »

  1. Saat membaca postingan ini, membuat saya berpikir kembali mengenai pemaknaan arsitektur. Kita tidak bisa hanya terpaku pada pendapat orang-orang terdahulu yang menurut kita ahli di bidang arsitektur, misalnya seperti yang dikatakan Vitruvius tersebut. Semua hal jika ditelusuri lebih lanjut dan lebih dalam, akan menghasilkan analisis yang dalam dan luas. Serta ditambah dengan perkembangan zaman, sesuatu harus mengalami perubahan dan penyesuaian ke arah yang lebih baik.
    Kalimat terakhir tulisan ini membuat saya tertarik dan tertantang untuk mencoba melanjutkan ABC vitruvius sampai huruf Z dengan pemikiran saya sendiri. Saya mencoba melakukan apa yang dilakukan Shilta, namun dalam sebuah paragraf yang singkat.
    Arsitektur yang Baik dapat di Ciptakan dengan Desain yang tidak hanya mengutamakan Estetika, tetapi juga efektif, efisien, ergonomis, fungsional, fleksibel, dan tidak melupakan sisi Firmitasnya. Bagaimana sebuah arsitektur dapat menjadi Gambaran yang Harmonis antara Ide, imajiasi, Jiwa, dan Karakter sebagai sesuatu yang Logis. Menempatkan Manusia dalam zona Nyaman dengan melakukan Organisasi yang baik antar Pengguna dan Ruang. Sehingga tercipta sebuah arsitektur yang Sempurna dengan tidak melupakan Tradisi dan Unsur Vitruvius, sebagai Warisan arsitektur Yang nyata pada Zamannya.
    Ini pandangan saya mengenai A-Z arsitektur. Ternyata setiap orang memiliki pemahamannya sendiri mengenai arsitektur. Apa itu arsitektur? Bagaimana arsitektur yang baik itu? Bagaimana pula dengan yang buruk? Bagaimana menurut orang lain? Ya mungkin jika kita tarik kesimpulannya, ARSITEKTUR ITU RELATIF.

    Comment by irininterior09 — March 29, 2013 @ 15:53

  2. Kak Irin, saya juga sependapat dengan pernyataan kakak bahwa “Kita tidak bisa hanya terpaku pada pendapat orang-orang terdahulu yang menurut kita ahli di bidang arsitektur, misalnya seperti yang dikatakan Vitruvius tersebut. Semua hal jika ditelusuri lebih lanjut dan lebih dalam, akan menghasilkan analisis yang dalam dan luas. Serta ditambah dengan perkembangan zaman, sesuatu harus mengalami perubahan dan penyesuaian ke arah yang lebih baik.”.
    Sebenarnya kita sebagai mahasiswa Arsitekturlah yang memiliki porsi untuk menindaklanjuti pengetahuan yang selama ini kita peroleh berdasarkan pemikiran para ahli terdahulu. Jika kita menerima saja semua teori-teori yang telah ada, kita tidak berkontribusi bagi bidang ilmu kita ini. Kita membiarkan ilmu Arsitektur statis. Padahal ilmu pengetahuan seharusnya dinamis dan terus berkembang.
    Pembahasan mengenai topik Vitruvius di kelas Geometri memang semestinya membuat kita merenung sejenak; “sudahkah saya memajukan bidang ilmu saya? apakah saya adalah mahasiswa yang hanya berpuas dan meng-iya-kan semua teori? tidakkah saya akan menelaah lebih?”

    Paragraf yang kakak buat SUPER sekali!😀
    Eksperimen yang kreatif terhadap tantangan yang terlontar dalam postingan saya!🙂
    Jangan-jangan ada yang bisa melanjutkan ABC Vitruvius sampai Z dalam satu kalimat ya?! hahaha
    :p

    Comment by shiltafinella — March 29, 2013 @ 16:19

  3. Saat membaca postingan ini, membuat saya berpikir kembali mengenai pemaknaan arsitektur. Kita tidak bisa hanya terpaku pada pendapat orang-orang terdahulu yang menurut kita ahli di bidang arsitektur, misalnya seperti yang dikatakan Vitruvius tersebut. Semua hal jika ditelusuri lebih lanjut dan lebih dalam, akan menghasilkan analisis yang dalam dan luas. Serta ditambah dengan perkembangan zaman, sesuatu harus mengalami perubahan dan penyesuaian ke arah yang lebih baik.
    Kalimat terakhir tulisan ini membuat saya tertarik dan tertantang untuk mencoba melanjutkan ABC vitruvius sampai huruf Z dengan pemikiran saya sendiri. Saya mencoba melakukan apa yang dilakukan Shilta, namun dalam sebuah paragraf yang singkat.
    Arsitektur yang Baik dapat di Ciptakan dengan Desain yang tidak hanya mengutamakan Estetika, tetapi juga efektif, efisien, ergonomis, fungsional, fleksibel, dan tidak melupakan sisi Firmitasnya. Bagaimana sebuah arsitektur dapat menjadi Gambaran yang Harmonis antara Ide, imajiasi, Jiwa, dan Karakter sebagai sesuatu yang Logis. Menempatkan Manusia dalam zona Nyaman dengan melakukan Organisasi yang baik antar Pengguna dan Ruang. Sehingga tercipta sebuah arsitektur yang Sempurna dengan tidak melupakan Tradisi dan Unsur Vitruvius, sebagai Warisan arsitektur Yang nyata pada Zamannya.
    Ini pandangan saya mengenai A-Z arsitektur. Ternyata setiap orang memiliki pemahamannya sendiri mengenai arsitektur. Apa itu arsitektur? Bagaimana arsitektur yang baik itu? Bagaimana pula dengan yang buruk? Bagaimana menurut orang lain? Ya mungkin jika kita tarik kesimpulannya, ARSITEKTUR ITU RELATIF.

    Comment by irininterior09 — March 29, 2013 @ 16:22


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: