there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

BRICK BENDING, Sebuah Legometri (Lego dan Geometri)

Filed under: architecture and other arts — stellaajeng @ 22:46
Tags: ,

Tentu kita semua mengetahui permainan menyusun balok-balok kecil menjadi berbagai macam bentuk yang bernama LEGO. Hampir setiap orang pernah memainkan permainan ini atau paling tidak pernah mendengar dan melihatnya. Nah, ketika bermain LEGO, bentuk apakah yang kita buat? Rumah, bangunan tinggi, menara, dinosaurus, benteng, kastil, dan masih banyak lagi tentunya. Akan tetapi semua bentuk-bentuk yang kita buat ini pasti masih memiliki sudut-sudut 90 yang dimiliki oleh karakteristik bentuk dasar LEGO, yaitu balok.

 

Bagaimana jika LEGO yang berbentuk balok tadi menjadi sebuah lingkaran sempurna yang tidak bersudut? Mungkinkah? Mari kita berkenalan dengan Jeff Sanders, seorang ayah dua anak yang menjadi pencetus dari BRICK BENDING.

I just started putting pieces together and found that they had a little bit of flex. And then I thought, ‘That’s really awesome.’” demikian dikutip hasil wawancara Sanders dari website Discovery News. Sanders memanfaatkan fleksibilitas yang didapat dari LEGO yang disusun membentuk selapis ‘dinding’ dengan panjang yang memadai, dan kemudian ditekuk untuk membentuk sebuah lingkaran yang sempurna. Tidak perlu lem, tidak perlu proses pemanasan dan pelengkungan, ia hanya membutuhkan balok LEGO dalam jumlah yang banyak agar cukup membuat panjang ‘dinding’ yang diperlukan. Menakjubkan bukan? Hal ini seperti sifat garis lurus pada spherical geometry dimana apa yang kita lihat sebagai sesuatu yang lurus (sebuah balok LEGO) ternyata saat diteruskan lagi membentuk sebuah lingkaran (lingkaran yang terbuat dari balok-balok LEGO tersebut.)

Gambar 2. LEGO yang berbentuk lingkaran
Sumber: http://www.brickbending.com/

Akan tetapi bukan hanya sifat non-Euclidean saja yang bisa ditemukan pada balok LEGO ini. Hal baru muncul ketika Sanders berusaha membuat bentuk kurva lain dari balok-balok LEGO, yaitu spiral. Ketika Sanders mengalami masalah dalam membuat spiral dari balok-balok LEGO-nya, ia berhenti sesaat untuk menggambar di kertas. Ia berusaha menjabarkan apa yang sedang ia buat  dan ternyata ia menemukan sesuatu.

When I mapped out what it was and I saw the proportions grow at a very specific ratio: 1, 2, 3, 5, 8, the Fibonacci sequence — it all just kind of clicked,” kata Sanders (website Discovery News). Ternyata pembuatan bentuk spiral dari LEGO pun mengikuti deret Fibonacci yang sebelumnya tak disangka-sangka.

Gambar 3. LEGO bunga matahari dengan lebih dari 1800 balok
Sumber: http://www.brickbending.com/2012/04/10000-pageviews-in-30-days.html

Sampai saat ini, Sanders sudah membuat lebih dari 25 variasi bentuk kurva yang dikombinasikan dengan bentuk lain, dan bentuk terbesar yang dibuatnya adalah bunga matahari yang dibuat dengan lebih dari 1800 balok LEGO. Mulai dari bentuk bunga, triquetracolosseum, quad annulus, bentuk non-Euclidean, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk yang bisa didapatkan dari imajinasi yang tiada habisnya. “It’s a children’s toy; it’s something a lot of people really love, and this is a way to smuggle in math and science that’s really engaging,” kata Sanders kepada website Discovery News.

Gambar 4. Macam-macam bentuk yang dibuat Sanders
Sumber: http://www.brickbending.com/2011/06/project-of-day.html

Berikut adalah video pembuatan lingkaran dari balok-balok LEGO bila Anda tertarik untuk mempelajari cara membuatnya.

Apakah hal sederhana yang bisa menjadi pembelajaran menarik melalui balok LEGO ini bisa menjadi langkah awal dalam perkembangan sains dan matematika, dan terutama arsitektur? Kita lihat saja nanti.

 

SUMBER:

http://thebrickblogger.com/2013/03/brick-bending-making-lego-circles-more/

http://www.howtogeek.com/100232/brick-bending-create-curvilinear-forms-with-lego-bricks/

http://news.discovery.com/tech/bend-lego-bricks-learn-non-euclidean-geometry-110715.htm

http://www.wired.com/geekdad/2011/06/brick-bending-a-new-twist-on-lego-building

http://www.brickbending.com/

http://www.geekosystem.com/bendable-lego-geometry/

3 Comments »

  1. WOW! baru kali ini saya melihat hasil karya lego berupa lengkungan-lengkungan seperti itu. menarik sekali. dari ulasan anda, saya tertarik untuk mempertanyakan apakah material lain dapat dibuat melengkung tanpa lem ataupun pemanasan? lego yang terbuat dari plastik tentu saja memiliki tingkat elastisitas meskipun hanya sampai batas tertentu. lalu bagaimana dengan material lain seperti kayu, kaca, aluminium, besi, dll? apakah meterial-material tersebut dapat juga dilengkungkan tanpa menggunakan lem maupun pemanasan?🙂

    Comment by asiyahrohmatun — March 27, 2013 @ 23:31

  2. Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya😀 Saya akan berusaha menjawab menurut pengetahuan, pengamatan, dan analisa saya sendiri.
    Dalam balok LEGO ini, Jeff Sanders memanfaatkan “fleksibilitas” dari balok LEGO. Apakah yang dimaksud dengan fleksibilitas merupakan elastisitas? Sejujurnya saya tidak begitu mengerti mengenai elastisitas suatu material ketika ia mengalami tekanan atau regangan, tapi yang saya tangkap di sini, yang dimaksud fleksibilitas adalah jarak geser\lengkung dari tiap balok LEGO.
    Balok-balok LEGO tersebut dipasang tidak satu balok pada satu balok, tetapi seperti pemasangan bata yang dipasang setengahnya, lalu setengah lagi dipasang balok yang lain. Nah, karena sambungan LEGO berbentuk lingkaran (‘tombol-tombol’ di atas baloknya) dan hollow (pada bagian bawahnya), maka ada sedikit area dimana LEGO yang dipasang seperti bata tersebut bisa bergeser ke kiri dan ke kanan, tidak tetap pada tempatnya.
    Nah kesimpulan saya, jarak geser inilah yang membuat ‘dinding’ LEGO tersebut bisa menjadi sebuah lingkaran.

    Comment by stellaajeng — March 28, 2013 @ 15:32

  3. Saya ingin menambahkan sedikit. Hampir semua karya Jeff ini menggunakan balok LEGO yang lebarnya hanya 1 deret lingkaran. Nah, ketika lebarnya 2 deret lingkaran atau lebih, balok akan lebih terkunci. Ketika lebarnya hanya 1 deret lingkaran dengan lebar 7,8mm dan tinggi 9,6mm (perbandingan ukuran dekat), balok akan lebih mudah bergeser. Pantas ya bata rumah tidak menggunakan perbandingan seperti itu. Bisa-bisa dinding rumah akan melentur😮

    Comment by tasyae — March 29, 2013 @ 23:54


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: