there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

Golden Ratio dan Deret Fibonacci Pada Musik

Filed under: architecture and other arts — audentya @ 02:14

Selama ini golden ratio lebih banyak diterapkan antara lain pada sebuah lukisan, fotografi, arsitektur. Bagaimana dengan seni musik? Sebuah tulisan dengan judul “Did Mozart Use the Golden Section?” muncul saat saya mencari topik mengenai golden ratio, dari tulisan tersebut kemudian saya ikut berpikir bagaimana golden ratio dapat diterapkan dalam suatu komposisi musik.

Sebelumnya, secara singkat isi tulisan tersebut mengenai sebuah penelitian apakah Mozart melakukan penerapan golden section pada karyanya. Hal ini diungkapkan oleh John F. Putt, seorang ahli matematika dari Alma College. Sonata No. 1 in C Major karya Mozart terbagi menjadi dua bagian, yaitu the Exposition yang mana merupakan perkenalan dari tema musikalnya dan yang kedua adalah the Development and Recapitulation, dimana tema musikal itu dikembangkan.

Bagian pertama dalam karya ini terdapat 100 bar yang kemudian terbagi menjadi dua bagian, 38 bar di bagian pertama dan 62 bar di bagian kedua. Bila di rasiokan menjadi 38/62 (0,613). Rasio ini mendekati phi (0,618). Namun pada akhirnya penelitian mengenai karya Mozart masih menjadi perbincangan karena beberapa karyanya tidak memunculkan golden ratio ini, sehingga muncul anggapan bahwa golden ratio yang sudah ditemukan mungkin merupakan suatu kebetulan.

Lepas dari perbincangan apakah komposisi dari Mozart menggunakan golden ratio atau tidak, bukan merupakan hal yang mustahil sebuah musik dapat diciptakan melalu golden ratio. Rasio pada sebuah musik dapat terlihat dari interval antara satu nada dengan nada lainnya. Nada yang terdapat pada suatu scale terbentuk dari rasio frekuensi dan dari sumber yang saya dapat rasio tersebut muncul dari 7 deret pertama Fibonacci (0, 1, 1, 2, 3, 5, 8).

fibonacci ratio

Selain itu hubungan antara golden ratio, deret fibonacci dan musik dapat dibahas melalui tuts piano. Setiap oktaf-nya (C-C’) piano memiliki 13 tuts, terdiri dari 8 tuts hitam dan 5 tuts putih. Pada gambar di bawah dapat terlihat nada ke-8 apabila dibandingkan dengan semua nada pada satu oktaf (yang berjumlah 13) akan memunculkan rasio 8/13 (0,615), rasio ini mendekati phi.

tuts piano

music-golden-section(2)Sumber: http://isaacstearns.files.wordpress.com/2012/09/music-golden-section.jpg

Golden ratio biasanya dikaitkan dengan hasil karya yang indah. Tapi apakah suatu komposisi musik akan terdengar indah dan menarik apabila dibuat dengan cara menerapkan golden ratio? Dan jika iya, apakah hanya dengan cara menerapkan golden ratio ini maka kita bisa menciptakan suatu komposisi musik yang indah?

Sumber:

http://www.science-frontiers.com/sf107/sf107p14.htm (diakses 26 Maret 2013)

http://www.americanscientist.org/issues/pub/did-mozart-use-the-golden-section (diakses 26 Maret 2013)

http://www.goldennumber.net/music/(diakses 26 Maret 2013)

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: