there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

Golden Ratio Pada Cone Es Krim

Filed under: everyday geometry — marinisd @ 23:19

      Es krim, siapa yang tidak kenal dengan makanan satu ini. Sebuah cemilan yang manis, bertekstur lembut dan biasa disajikan dingin. Es krim dapat menghibur hati siapapun saat memakannya termasukl saya. Kenikmatan rasa dan tekstur yang diciptakan es krim mampu membuat kita tersenyum walaupun hati sedang tidak enak sebagai contoh memakan es krim mcflurry caramel crunch yang biasa saya lakukan ketika deadline dimana – mana.

      Kali ini saya akan membahas mengenai es krim cone. Ketika kita membeli es krim baik di pinggir jalan hingga es krim cone di restaurant, mereka memiliki cone yang beraneka ragam dan terkadang kita menemukan bentuk cone yang dianggap kurang indah atau kurang proporsional. Hal ini menarik perhatian saya, saya termasuk orang yang gemar mengkonsumsi es krim dan ketika saya melihat es krim yang saya anggap kurang indah, biasanya niat untuk mengkonsumsinya menjadi hilang. Muncul pemikiran apakah cone dari es krim tersebut melewati perhitungan Golden Ratio ketika pembuatan ? Mengapa ada bentuk cone yang kurang menarik ?

 

ImageJika menghitung menggunakan perbandingan antara panjang dan lebarnya, kita dapat melihat dua gambar diatas, jika dimisalkan keduanya memiliki lebar yang sama tetapi panjang berbeda maka akan mempengaruhi proporsi dari bentuk cone itu sendiri. Jika kita masukkan angka sebagai contoh yaitu :

Image

Image

Jika mengacu pada hitungan golden ratio yang ada,

Image

Maka contoh perhitungan rasio panjang cone ice cream terhadap lebar di atas, gambar B memiliki angka yang lebih mendekati angka 1.618 di atas (Golden Ratio ) sehingga cone B lebih mendekati bentuk yang dianggap proporsional.  Pandangan saya akan sebuah proporsi es krim yang pas akan menambah keindahan akan es krim itu sendiri. Bagaimana dengan anda ?

Image

Menurut anda, bagaimana bentuk golden ratio yang berlaku dalam bentuk es krim yang berbeda pada gambar di atas ? adakah penggunaan golden ratio didalamnya ? Dan apakah proporsi cone mempengaruhi keindahan dari es krim tersebut ? ataukah ini hanya persepsi saya saja ? :)

 

 

Daftar pustaka

http://wahyuendang45.blogspot.com/2012/05/manfaat-golden-ratio.html

http://sabatonappoe2.blogspot.com/2011/02/definisi-ice-cream.html

http://www.theproblemsite.com/thegoldenratio/nature.asp

https://www.google.com/search?q=cone%20ice%20cream&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&um=1&ie=UTF-8&hl=en&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=PRtTUcftCumViAflrYGwDw&biw=1366&bih=674&sei=PxtTUYWxJcymkwWfyYDoCg

 

 

 

About these ads

7 Comments »

  1. Post-nya menarik sekali
    Ternyata secara tidak langsung mata kita juga memperhatikan penampilan dari es krim. Mungkin sering kali saya membeli es krim karena faktor rasa yang sudah pasti enak, namun untuk es krim dengan tampilan baru, hal ini bisa menjadi pertimbangan rasa ketertarikan orang untuk mencobanya. Bisa saja ada kaitan dengan penampilan dan kenikmatan rasanya. Dari empat gambar tersebut, saya kurang tertarik dengan gambar pertama. mungkin karena bentuknya terlalu lebar dan terkesan terlalu padat. Gambar yang keemapt terkesan agak tinggi namun masih oke.
    Menurut saya komposisi es krim di atasnya juga mempengaruhi penampilan loh. Saat bentuk cone yang digunakan sama (gambar kedua dan ketiga), saya lebih tertarik dengan es krim yang kedua. Mungkin saja ada perbandingan lanjutan yang bisa dilakukan terhadap es krim dan toppingnya :)

    Comment by handinidamayanty — March 29, 2013 @ 08:47

  2. kalau menurut handinidamayanty komposisi es krim juga mempengaruhi penampilan, kalau menurut saya setelah melihat ke empat gambar terakhir proporsi antara es krim dengan cone-nya ternyata juga mempengaruhi penampilan dan ketertarikan orang yang ingin mencobanya. saya pribadi ketika melihat keempat gambar es krim itu, memilih gambar nomor 2, sama seperti handini, karena menurut saya adanya kesamaan perbandingan skala eskrim dengan cone, dimana es krimnya yang banyak, tinggi, dan bentuknya menarik, ditunjang dengan cone yang cukup tinggi, terlihat ramping, dan juga rasanya enak sekali bila cone nya ada di dalam genggaman tangan kita hehehe ;p Mungkin juga bisa ditambah dengan pengamatan golden section pada wadah es krim bentuk lain, tidak hanya cone, misalnya seperti cup atau wadah es krim berbentuk waffle atau ada bentuk lain? hehe
    posting yang bagus :)

    Comment by ernestinebella — March 29, 2013 @ 15:15

  3. Topik yang sederhana tetapi menarik untuk dibahas. Namun, menurut saya alangkah baiknya jika topik mengenai cone ice cream ini tidak sebatas dibahas dalam hal bentuk cone terkait golden rules. Di balik perbedaan bentuk-bentuk tersebut mungkin saja terdapat maksud dan tujuan tertentu seperti proporsi cone terkait dengan jenis ice cream apa yang akan ditampung (berasal dari ice cream padatan atau yang masih setengah padat).Hal ini saya sampaikan karena berdasarkan pengamatan sehari-hari cone yang lebih sering digunakan untuk ice cream padat adalah gambar cone no. 4 dari sebelah kiri sedangkan cone yang lebih sering digunakan ice cream setengah padat adalah cone gambar 1,2, dan 3. Selain itu, apakah proporsi dari cone tersebut terkait dengan dimensi tangan?
    Terima Kasih

    Comment by kusumaerlina — March 29, 2013 @ 20:15

  4. kalau saya, secara jujur tanpa mempertimbangkan proporsi atau apapun itu, lebih senang melihat dan memakan es krim yang keempat, karena toppingnya sangat menggiurkan, hehehe. tapi tidak bisa dipungkiri bahwa proporsi es krim dan cone-nya juga sangat berperan dalam kemenarikan keseluruhan tampilan es krim ini *apalagi kalau bagian es krimnya lebih banyak, hehe. sedikit mau menambahkan terkait membeli es krim, metode pembuatan es krim yaitu cara si tukang es krim membentuk es krim spiral-spiral atau mencampurkan topping di dalam es krim juga selalu menarik perhatian saya, selain proporsinya. Saya senang sekali melihat es krim diudek-udek lalu dimasukkan ke cone-nya. Mungkin itu bisa menginspirasi kita juga dalam mendesain, bukan cuma memikirkan proposinya tapi juga bisa belajar dari metodenya, hehe :)

    Comment by christieayu — March 29, 2013 @ 20:58

  5. Menurut saya, penggunaan Golden Ratio (dalam konteks geometri Eucledian) akan lebih tepat bila disejajarkan dengan proyeksi orthografis cone es krim. Bila melihat cone sebagai objek tiga dimensi, bidang proyeksi tidak datar (geometri non Eucledian) – bidang membentuk kurva. Kemudian, perhitungan Golden Ratio yang digunakan mungkin tidak 1.61. Sebab bidang tidak datar.

    Maka, hasil perhitungan tidak ‘apple to apple’. Membandingkan non Euclid ke geometri Euclid.

    Akan lebih baik bila anda menetapkan konteks pembahasan (Euclid atau tidak) sehingga ‘sejajar’ dengan Golden Ratio yang diperbandingkan. Terima kasih.

    Comment by wayanjatasya — March 29, 2013 @ 22:32

  6. Post yang menarik, tentang hal yang sederhana yang sering kita jumpai sehari-hari namun tidak kita sadari seluk beluknya.
    Kalau saya lihat penggunaan golden section pada cone eskrim ini tidak hanya mengacu pada keindahan tetapi juga pada kenyamanan saat digenggam oleh konsumen, mungkin bisa ditinjau lebih jauh pembahasan ini mengenai perbandingan ukuran cone dengan ukuran genggaman tangan manusia nya hehe

    Comment by fadilaliqa — April 1, 2013 @ 12:27

  7. postingan yang sangat menarik, hingga menuai banyak comment, mungkin karena sebagian besar orang suka dengan makanan yang satu ini. :D
    Menurut saya, proporsi yang sesuai dengan golden section tentu akan lebih menarik untuk dilihat dan mungkin pada akhirnya akan berhubungan ke selera seseorang untuk memilih makanan yang ingin dimakannya.
    Tapi apakah benar bahwa pada gambar pertama, proporsi es krim yang B lebih proporsional dari yang A, saya rasa tidak sampai sebegitu signifikan juga. Karena toh proporsi A yang kekurangan sekitar 2,1 dari ratio golden section tidak berbeda jauh dari ratio B ke golden section yang kurang lebih 1,4
    Penampilan yang lebih enak dilihat ini mungkin disebabkan oleh ukuran yang ergonomis dengan tangan manusia itu sendiri dan manusia yang sudah terbiasa dengan proporsi es krim B dan menilai bahwa es krim B akan lebih cocok di genggaman tangannya.
    sedangkan untuk keempat gambar es krim terakhir, jika hanya menilai dari cone-nya tentu cone yang kedua dan ketiga memiliki ratio yang tidak jauh berbeda, sedangkan cone yang pertama dan kedua akan memiliki perhitungan yang berbeda karena elemen-elemen yang dimilikinya memang tidak sama (tidak ada pembagian-pembagian seperti pada cone kedua dan ketiga)

    Comment by silviacarolinaa — May 9, 2013 @ 14:45


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: