there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

GOLDEN SECTION PADA SENI ORIGAMI

Filed under: architecture and other arts — irininterior09 @ 19:25

You don’t have to be ‘creative’ to be a crafter. Origami is structured, geometrical and logical.

-Janet William

 

Siapa yang tidak mengenal origami? Hampir semua orang pada saat duduk di taman kanak-kanak dulu, diajarkan origami-origami sederhana seperti membuat hewan, tumbuhan, rumah, atatupun objek-objek sederhana lainnya. Origami yang paling sering kita lihat dan kita kenal adalah origami burung atau crane. Origami merupakan seni melipat kertas tradisional dari Jepang, ori berarti melipat dan kami yang berarti kertas.

Untuk membuat sebuah model origami, kita harus melakukan beberapa lipatan untuk menghasilkan sebuah model origami yang diingikan. Dilakukan dengan mengikuti instruksi langkah demi langkah untuk menghasilkan bentuk yang sesuai. Hal ini mungkin dapat dilakukan jika model origami yang akan kita buat cukup sederhana, metode ini cukup mudah dipelajari, dan biasa digunakan oleh mereka yang pertama kali belajar melipat origami, misalnya anak-anak.

Image

sumber: http://mayleechai.files.wordpress.com/2010/04/origami-crane-base.jpg

Lihatlah diagram diatas, lipatan-lipatan yang terjadi pada setiap langkahnya membentuk suatu bidang geometri dasar seperti segitiga dan persegi panjang, proses melipat dan bagaimana pertemuan dari satu titik ke titik lainnya, yang kemudian membagi suatu garis atau bidang menjadi beberapa bagian yang simetris dan berukuran sama. Dari hasil lipatan-lipatan ini lah yang akhirnya akan membuat suatu diagram pola lipatan yang jika dilipat-lipat lagi akan menghasilkan model tiga dimensi origami yang diingikan, metode ini dikenal dengan sequence crease pattern (SCP) atau progressive crease pattern (PCP).

Bagi mereka yang sudah akrab dan mahir dengan seni origami, mereka akan mencoba membuat berbagai macam model baru tentunya dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Teknik tersebut dikenal dengan crease pattern, sebelum membuat model origami tiga dimensi, terlebih dahulu mereka menggambarkan diagramnya pada selembar kertas. Dari diagram inilah akan terbentuk model origami akhir yang diinginkan, metode origami dengan menggunakan crease pattern diagram ini biasa dilakukan untuk membuat model-model yang kompleks dan super-kompleks.

Image

Sumber : Architecture Origami by Tomohiro Tachi

Dari gambar diatas, diagram-diagram yang dibentuk membentuk suatu pola yang terbentuk dari bidang-bidang datar dengan perbandingan-perbandingan tertentu, ada yang simetris, ada juga yang tidak simetris. Dalam membuat perbandingan-perbandingan tersebut, tentunya desainer origami memperhatikan rasio-rasio tertentu agar dapat terbentuk model akhir yang diinginkan sehingga mendapatkan proporsi model yang baik.

Pertanyaannya adalah, apakah seorang desainer origami menggunakan golden ratio dalam membuat diagram yang kompleks tersebut? Ataukah mereka memiliki “golden ratio” mereka sendiri untuk menciptakan proporsi model origami yang baik? Jadi apakah golden ratio merupakan cara satu-satunya untuk menentukan baik tidaknya proporsi suatu benda. Jawabannya bisa IYA, bisa juga TIDAK🙂

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: