there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

(Inner) Beauty That Matters

Filed under: classical aesthetics — farisdeind @ 23:23

“It’s inner beauty that matters, not outer beauty.” -Anonym

Pembahasan saya ini hanya sekedar sebuah sarana berbagi pendapat dan ide ketika sebuah masalah keindahan menjadi hal yang penting.

Pernyataan pada kalimat pertama mungkin sering kita dengar. Pengertian inner beauty sendiri, bagi penulis, adalah kecantikan yang tidak kasat mata, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak juga yang mengatakan bahwa jarang orang yang memiliki inner beauty. Selain itu, dalam keindahan yang sempurna, juga sering dikaitkan dengan golden ratio, dimana semakin dekat proporsi sesuatu dengan golden ratio, maka akan semakin mendekati kecantikan yang sempurna. Lalu, bagaimana cara kita menemukan inner beauty tersebut? Akan sangat sulit jika kita mencari sesuatu yang tak terlihat dan sedikit jumlahnya.

Akan sangat sulit……

contoh keindahan pada outer beauty:

Florence Colgate - Wanita yang di klaim memiliki kecantikan paling mendekati Golden Ratio.

Florence Colgate – Wanita yang di klaim memiliki kecantikan paling mendekati Golden Ratio.

Slenderman. Hantu Tanpa Wajah. Tanpa Golden Ratio?

Slenderman. Hantu Tanpa Wajah. Tanpa Golden Ratio?

……kecuali jika hal tersebut salah.

Bagaimana jika ternyata, kita semua memiliki inner beauty tersebut? Dengan begitu, kita tidak perlu mengkhawatirkan inner beauty yang tak kasat mata dan sedikit yang memilikinya. Dalam hal ini, penulis berpendapat bahwa semua orang memilikinya. Semua orang memiliki inner beauty pada dirinya. Bahkan menyebar di seluruh dirinya. Apakah inner beauty yang dimaksud? Ia adalah DNA. Semua manusia memiliki DNA, tidak terkecuali. Seperti yang kita tahu, DNA memiliki bentuk berupa rantai panjang, ganda, dan berpilin atau yang biasa disebut sebagai heliks ganda. Susunan bentuk pada DNA ini ternyata juga memiliki golden ratio di dalamnya.

Golden Ratio pada DNA

Golden Ratio pada DNA

 

Dengan begitu, mudahnya, setiap orang memiliki inner beauty. Lebih lagi, inner beauty tersebut memiliki golden ratio yang berarti memiliki keindahan sempurna. Ya, semua orang memiliki inner beauty yang sempurna!

Namun, ada satu masalah pada hal ini, “When everybody is perfect, there is no perfection.”

 

————————————————————————————————————————————————————–

Sumber gambar:

Florence Colgate – http://www.dailymail.co.uk/femail/article-2132896/Florence-Colgate-Girl-Britains-beautiful-face.html

Slenderman – http://slenderman.com/

Golden Ratio pada DNA – http://www.safehaven.com/article/27280/fibonacci-in-nature-the-golden-ratio-and-the-golden-spiral

2 Comments »

  1. Melihat post ini saya jadi ingat quote dari Kahlil Gibran, “Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart.” Menurut saya justru tidak semua orang punya inner beauty, inner beauty itu munculnya dari esensi manusia itu sendiri. Keindahan pemikirannya, kecerdasannya, kebaikan hatinya, dll. Sedangkan tidak semua orang memilikinya karena perilaku-perilaku dan kebiasaan yang kurang baik sehingga inner beautynya redup dan tidak memancar. Lalu DNA yang merupakan kode-kode genetik dalam inti sel hanya memberikan dasar karakter (misalnya bakat, kebiasaan), bentuk anggota tubuh dari orang tuanya, dll.. Perihal apakah seseorang memiliki inner beauty atau tidak, itu bisa terus berubah-ubah sepanjang ia hidup dari berbagai faktor selain dari ajaran orang tua, juga dari pengaruh perilaku lingkungan sekitarnya. Jadi mungkin pengertian dari inner beauty itu sendiri yang agak ambigu disini.

    Terima kasih🙂

    Comment by anthyadwita — March 29, 2013 @ 22:05

  2. Saya cukup sependapat dengan antya tentang makna inner beauty, bahwa inner beauty adalah sisi yang tidak terlihat dari tampilan luar, namun memiliki kemampuan untuk memikat dan mempesona orang lain. Mungkin inner beauty itu sejenis charm yang dimiliki oleh seseorang?
    Tapi lain hal nya jika maksud penulis di sini adalah “inner” dalam arti harafiah, yaitu di dalam. Dengan kata lain maksudnya benar-benar adalah kecantikan yang ada di dalam tubuh. Namun, di awal post penulis jelas-jelas menuliskan: “Pengertian inner beauty sendiri, bagi penulis, adalah kecantikan yang tidak kasat mata, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.” Meskipun sekecil DNA, tapi sekarang kita semua sudah bisa melihat DNA itu loh. Jadi apakah itu masih bisa disebut “inner” yang tidak dapat dilihat? mungkin penulis perlu memikirkan ini lagi..

    Satu hal lagi yang saya penasaran.. DNA yang dianalisis dengan golden ratio di atas adalah hasil proyeksi 1 sisi saja menjadi gambar 2 dimensi. Padahal sebenarnya DNA itu membentuk double helix yang bentuk dasarnya adalah 3 dimensi. Apakah jika DNA diproyeksikan dari sisi lain, masih bisa didapatkan golden ratio?

    Comment by martinaratna — March 29, 2013 @ 22:19


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: