there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

Mengapa Proporsi Menjadi Hal Penting Dalam Berbusana ?

Filed under: classical aesthetics — sitifitriyanti @ 18:02

Sepertinya kita pernah dalam sebuah situasi dimana kita bingung, berdiri di depan lemari hendak melihat pakaian apa yang harus dikenakan hari ini dan bagaimana pakaian itu terlihat bagus jika dikenakan. Banyak orang yang berpendapat bahwa saat kita berpakaian yang bagus ialah jika terlihat proporsional entah terletak pada perpaduan pakaiannya, tubuh pemakainya mungkin juga warna pakaian yang dikenakan. Kata kuncinya ialah proporsi, dimana teori yang membahas tentang seluk-beluk proporsi ialah Golden Number (Greek letter Phi is known as Golden Ratio) dengan kata lain juga bisa disebut Divine Proportion.

Bukan hal yang lumrah lagi jika Divine proportion sudah menjadi rahasia dunia untuk terlihat cantik atau menarik.

“The description of this proportion as Golden or Divine is fitting perhaps because it is seen by many to open the door to a deeper understanding of beauty and spirituality in life. That’s an incredible role for one number to play, but then again this one number has played an incredible role in human history and the universe at large”   

The Divine Proportion: A Study in Mathematical Beauty by H.E. Huntley

“If the Golden Ratio makes the front of a building look fantastic, imagine what it can do for the backside of a woman.”

The Proportion of Blu (Designer Jean Company, whose fit is based on the Golden Ratio). Vogue April ’07

Aturan universal yang menjadi pedoman bagi seniman, filsuf, ilmuwan mungkin hanya sebuah angka yaitu 1.6180339887 . Tidak kita sadari angka itu telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Dalam Divine Proportion aturan 3 bagian yang menjadi fokus utama, misal seperti menara Eiffel, yang merupakan mahakarya agung yang dinilai cantik  dan bagus , ia terlihat memakai aturan 3 bagian yaitu 2/3 bagian atas dan 1/3 pada bagian bawah.

Eiffel Tower

Begitu juga saat kita berpakaian, secara tidak sadar kita berpakaian agar terlihat proporsional, cocok tidak dengan postur tubuh kita, warna kulit kita, serta kadang mood juga berpengaruh. Lalu Mengapa suatu proporsi sangatlah penting ketika berbusana ?  Ketika kita berbusana agar terlihat baik dan proporsional dapat kita terapkan aturan 3 bagian, yaitu dengan membagi bagian tubuh manusia menjadi 3 bagian dengan pembagian 1/3 dan 2/3.

Coba perhatikan gambar kiri atas, pembagian 1/3 dan 2/3 akan terlihat lebih baik saat berbusana dibandingkan dengan pembagian ½ dan ½ , dimana badan terlihat terbagi 2 dan menjadi tidak menarik bagi yang memakainya. Jika kita ingin memakai perpaduan pakaian warna aksen dengan warna netral seperti hitam, aturan 3 bagian pun juga berlaku, pada gambar kanan atas, gambar kedua menggambarkan bahwa atasan berwarna pink memiliki panjang ½ dari panjang celana yang berwarna hitam, terlihat lebih baik dibandingkan gambar pertama.

Apakah proporsi yang baik dalam berpakaian berpengaruh pada tampilan kita ?

Mari kita lihat contoh yang menarik ini, Seorang Duchess terkenal Kate Middleton, dikenal merupakan wanita yang fashionable, tapi saat ia tidak memperhatikan sebuah proporsi, hasilnya pun bisa terlihat tidak fashionable.

Bad Choice

Better Choice

Di gambar pertama (atas), sang Duchess memakai pakaian karya Alexander McQueen namun pembagian yang dilakukan ialah ½ dari proporsi badan sehingga penampilan sang duchess menjadi tidak cantik. Tetapi di gambar yang kedua (bawah), Kate memakai dress karya Mariene Birger dengan pembagian 1/3 dan 2/3 dan terlihat sangat cantik dan cocok dengan badan kate serta menonjolkan kaki kate yang panjang.

Golden ratio dan divine proportion ini mungkin tidak berlaku bagi semua orang, tidak ada bukti yang pasti bahwa jika mengikuti aturan tersebut dalam berbusana pasti akan selalu  terlihat baik. Semua tergantung bentuk badan kita masing-masing yang berbeda kadang bagian torso lebih panjang, atau bagian kaki yang justru lebih panjang, tetapi teori Divine proportion ini dapat menjadi sebuah referensi atau pedoman bagi kalian yang ingin tampil menarik.

Apakah anda memilih mencoba teori golden ratio or divine proportion dalam berbusana ? Apakah ini cara yang jitu untuk tampil lebih menarik ?

 

Referensi 

  1. http://www.goldennumber.net/golden-ratio/  (Diakses tanggal 25 Maret 2013)
  2. http://thefashioncode.com/behind-the-code/famous-quotes-about-the-divine-proportion (Diakses tanggal 25 Maret 2013)
  3. http://1.bp.blogspot.com/–3kr5WESoFc/ThUcto3ydOI/AAAAAAAAA-o/tQ-zHX59-TE/s1600/Kate+Middleton+proportions.jpg (Diakses tanggal 25 Maret 2013)
  4. http://www.insideoutstyleblog.com/2011/10/how-to-use-the-golden-mean-ratio-to-dress.html (Diakses tanggal 25 Maret 2013)

3 Comments »

  1. liat post ini jadi inget kalo saya pernah iseng2 mencari pakaian yang dibuat berdasarkan golden ratio, dan ternyata ada salah satu perusahaan yang menawarkan jeans yang didesain berdasarkan perhitungan golden ratio. dari jahitannya, posisi kantong, sampai proporsi jeansnya.
    ini link gambarnya : http://www.sciencenews.org/view/download/id/30622
    menurut saya sendiri sih proporsi yang ditawarkan masih terlihat aneh, tapi ya gatau kedepannya bakal gimana. mungkin kalo jadi trend, mata kita akan adaptasi secara otomatis. jadi bisa dibilang sih kalo cara berpakaian ga terpaku sama geometri2an, tetapi lebih ke trend yang lagi berkembang. bisa aja nanti busana seperti lady gaga menjadi pakaian sehari2. siapa yang tau?

    + saya sendiri lebih suka waktu kate pakai pakaian yang bad choice. karena pakaiannya nutupin kerutan2 di lututnya yang keliatannya dekil di foto ‘better choice’

    Comment by dendydm — March 27, 2013 @ 21:36

  2. postingan ini mengingatkan saya dengan apa yang sering saya lakukan di depan lemari pakaian. saya sering kesulitan untuk memadu-padankan pakaian dan alhasil sering bolak-balik gonta-ganti karena merasa kurang sreg. kadang akhirnya memutuskan untuk pake kaosan aja yang gampang. mungkin ke depannya saya bisa menerapkan prinsip divine proportion ini, haha, terimakasih. Saya pun berpendapat bahwa proporsi padu-padan pakaian sangat penting dalam berbusana. seseorang kelihatan baik berpakaian bukan karena pakaiannya bermerk, mahal, ataupun baju yang dikenakannya baik, tapi lebih kepada keseluruhan proporsinya. Pakaian murahpun bisa terlihat wah kalau kita pintar padu-padan, makanya mengasah kemampuan mx&match sangat penting ya, hehe. menanggapi komen dendy di atas, yaah mungkin memang orang-orang lebih terpengaruh tren ketimbang memikirkan geometri, tapi apakah di dalam tren itu tidak digunakan prinsip geometri? Mungkin si pembuat tren itu ternyata memikirkan desainnya berdasarkan divine proportion juga loh, siapa tahu? busana lady gaga mungkin juga pakai prinsip itu🙂

    Comment by christieayu — March 29, 2013 @ 20:32

  3. Topik yang menarik karena permasalahan kombinasi dan proporsi baju tentunya menjadi isu yang menarik bagi para kaum wanita pecinta fashion😀

    Menurut saya saat seseorang sedang memilih baju, mungkin kembali ke selera masing-masing, apakah ia termasuk orang yang perduli tentang penampilannya atau ada juga yang cuek. Namun biasanya, secara tidak sadar tentu mata kita ingin selalu dimajakan oleh komposisi-komposisi yang menarik secara visual, baik secara sengaja ataupun tidak disengaja. Mungkin saat memilih baju (terutama bagi kaum wanita yang lebih banyak pilihan jenis bajunya), kita secara tidak sadar menggunakan unconscious geometry, insting mencari keindahan proporsi dan komposisi di otak kita berjalan secara tidak sadar. Terlepas dari adanya ilmu golden ratio ataupun divine proportion pada berbusana, menurut saya pada hal ini lebih ke diri masing-masing karena proporsi tubuh sangat berpengaruh pada bagian tubuh mana yang harus didivine agar bisa menutupi bagian tubuh yang kurang baik dan menonjolkan bagian tubuh yang baik, karena pada wanita terbagi 4 bentuk tubuh yaitu persegi, buah apel, buah pir dan jam pasir yang sepertinya memiliki kriteria divine proportion yang berbeda-beda. Contohnya, terlepas dari golden rationa tau divine proportion pada foto bad choice kate middelton, ia mendevine bagian secara salah karena sebenarnya bentuk tubuhnya agak lebar pada bagian bahu dan memiliki bagian atas tubuh yang panjang namun kelebihannya adalah ia memiliki pinggang yang ramping sehingga saat ia memberi aksen linier pada pinggangnya yang ramping sebagai penekanan sehingga akan menutupi postur tubuh yang lain dan menonjolkan bagian yang baik secara indah. Seperti quote dari Matila Ghyka, “The concept of proportionis in composition is the most important one, whether it is used consciously or unconsciously” –Matila Ghyka, 1952😉

    Comment by anthyadwita — March 29, 2013 @ 21:38


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: