there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

Order from Disorder

Filed under: ideal cities — adityanugroho23 @ 22:29

Banyak orang berbicara bahwa keteraturan tidak dapat dihasilkan dari sebuah kekacauan, dan bahwa keteraturan adalah sesuatu yang paling tepat. Apakah itu benar?

Kenyataannya, kita hidup tidaklah berada di dalam sebuah keteraturan, tidak semua rencana yang kita buat bisa berjalan dengan lancar seperti yang kita inginkan. Ketika ada sesuatu yang tidak berjalan dengan lancar, maka kita akan melakukan improvisasi untuk memperbaikinya. Sebuah keteraturan akan mudah sekali untuk dapat diubah  menjadi sebuah kekacauan. Hanya dengan memasukkan satu variabel yang berbeda ke dalam keteraturan tersebut, maka perubahan akan terjadi pada keteraturan tersebut.

Apakah keteraturan  merupakan sebuah pemikiran yang realistis? Dimana manusia memiliki pola pikirnya masing-masing dan mereka mengekspresikan pemikiran mereka dengan caranya sendiri-sendiri. Bukankah itu yang pada akhirnya membuat dunia ini berkembang? Bukankah dengan adanya sebuah keteraturan maka manusia akan merasa terbatasi sehingga ia tidak berkembang?

Apakah ketidakteraturan adalah sesuatu yang buruk? Seorang pelukis mengecat kanvas dengan berbagai macam warna, coretan, bentuk, dan lengkungan yang tidak beraturan. Namun ia dapat menghasilkan sesuatu yang indah dari ketidakteraturan itu. Contoh lainnya adalah ketika musisi menciptakan sebuah melodi baru, pastinya mereka akan mencoba-coba mencari nada yang tepat untuk mencapai sebuah melodi yang indah. Nada-nada yang terpisah tersebut disatukan menjadi sebuah melodi yang indah dan satu kesatuan. Seorang penulis juga bermain dengan kekacauan, bermain dengan ide, konsep, dan permainan kata-kata dan memadukannya menjadi satu sehingga menghasilkan sebuah karya tulis. Perpaduan akan kekacauan bisa saja menciptakan sebuah keharmonisan atau keteraturan dengan caranya sendiri.

Jadi apakah benar kekacauan tidak bisa menciptakan sebuah keteraturan? Apakah benar keteraturan merupakan hal yang ideal? Food for thought.

Referensi:

http://www.lhup.edu/~dsimanek/philosop/design.htm

http://thecoffeehousechronicles.com/dancing-with-chaos-allows-us-to-create-order-from-disorder.html

6 Comments »

  1. Bisakah jika kita mengatakan bahwa tidak akan ada keteraturan tanpa ketidakteraturan? Teratur sendiri tidak berarti serba sama, dan tidak teratur juga tidak berarti serba beda. Mungkin yang lebih berperan adalah keseimbangan, masing-masing memiliki porsi yang sesuai.

    Jika kita menilik kembali mengenai pengertian ‘ideal’ mungkinkah sebenarnya ideal itu tidak ada dan benar-benar hanya utopia belaka. Menurut saya, ideal terkait dengan suatu proses perancangan. Kriteria ideal muncul sebagai ekspektasi dari apa yang kita rencanakan, atau sering kita sebut sebagai target. Jika rencana tersebut kita jalankan dan hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi, kita harus kembali berpikir secara rasional dan realistis. Pemahaman akan ideal pun menjadi kabur dan terasa seperti angan-angan yang hanya ada di dalam benak dan tidak akan terwujud.

    Karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan🙂

    Comment by ditanadyaa — March 28, 2013 @ 21:45

  2. Kalau menurut saya, keteraturan dan ketidakteraturan itu dua hal yang berlawanan tetapi saling melengkapi. Kita tidak akan tahu apa arti keteraturan kalau tidak pernah mengalami kekacauan, begitu juga sebaliknya. Ketika kita ingin mencari suatu keteraturan, pasti dimulai dari kekacauan dan sesuatu yang teratur mungkin menyembunyikan kekacauan didalamnya. Jadi, kekacauan dan keteraturan adalah dua hal yang saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan.

    Comment by nadiaalmiraa — March 28, 2013 @ 23:36

  3. Saat berbicara mengenai keteraturan, yang terpikirkan oleh saya ialah aturan. Bagaimana segala sesuatu yang ingin dibuat hendaknya mengikuti aturan yang ada. Jika kemudian membicarakan mengenai bagaimana seorang pelukis membuat coretan yang tidak teratur, atau bagaimana musisi membuat lagu dengan pola yang berbeda, saya melihatnya lebih kepada keluar dari aturan, namun mencari aturan yang lain untuk memperoleh ‘keindahan’ dengan cara yang berbeda, entah kenapa saya tidak ingin mengatakan bahwa hal tersebut adalah ‘tidak teratur’ atau ‘disorder’.

    Comment by yohanasilitonga — March 29, 2013 @ 16:36

  4. @ditanadyaa @nadiaalmiraa
    Kalau menurut saya, tidak akan ada keteraturan jika tidak ada ketidakteraturan, karena apa yang akan menjadi dasar atau acuan untuk mengatakan sesuatu teratur atau tidak jika salah satunya tidak ada? Saya setuju bahwa sebenarnya di dunia ini tidak ada yang dinamakan kesempurnaan, tetapi kita sebagai manusia menginginkan sesuatu yang sempurna dan menjadikan itu sebagai target. Seperti yang pernah dibahas di kuliah kemarin-kemarin, paling jauh, manusia hanya akan bisa mencapai mendekati sempurna, karena ketika kesempurnaan itu tercapai, yang mana hal itu mustahil, lalu apa yang terjadi selanjutnya?

    Comment by adityanugroho23 — March 29, 2013 @ 20:19

  5. @yohanasilitonga
    tetapi apakah keluar dari aturan yang ada tersebut sendiri bukannya itu juga disebut sebagai suatu ketidakteraturan dari aturan yang sudah ada sebelumnya? untuk penganut peraturan sebelumnya, bukannya orang yang keluar dari peraturan tersebut akan dianggap sebagai sesuatu yang berbeda?

    Comment by adityanugroho23 — March 29, 2013 @ 20:28

  6. hemm, saya setuju dengan pendapat yohana. menurut saya tidak ada yang namanya disorder, segala sesuatunya pasti ada yang mengatur,baik secara sadar maupun tidak sadar. ketika kita bilang bahwa sesuatu adalah disorder sebenarnya sudut pandang kita saja yang berbeda dengan orang yang membuat sesuatu tersebut. ketika seseorang membuat lukisan abstrak ataupun lukisan asal-asalan, pasti ada suatu order yang dilakukaknya, hanya saja kita yang hanya melihatnya tidak mengetahui order apa itu. bahkan ketika manusia tidak mengorder apapun, ada Pribadi yang mengorder segala sesuatunya loh, hehe. jadi menurut saya, masalah order disorder ini hanya masalah sudut pandang saja😀

    Comment by christieayu — March 29, 2013 @ 20:45


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: