there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

Susunan Meja Kantor, adakah tujuan lain selain efisiensi?

Filed under: everyday geometry — silviacarolinaa @ 17:39

Ketika kita pergi mengunjungi sebuah kantor pada umumnya, tentu kita akan mendapati bentuk-bentuk geometri khususnya kubik dalam penyusunan meja karyawannya.
meja kantor kubik
Berdasarkan wawancara kecil yang saya lakukan dengan beberapa orang, didapati bahwa secara luas orang mengetahui fungsi dari penyusunan bentuk kubik yang diulang-ulang dalam kantor adalah untuk efisiensi.

Tapi tahukah kalian, bahwa penyusunan bentuk kubikal tersebut tidak hanya sekedar efisiensi?

Menurut perancang awal desain kubikel dalam sebuah kantor yang berkembang hingga kini, Robert Propst, di tahun 1968, desain kubikel dapat meningkatkan produktivitas dari para pekerja yang menempatinya. Desain modular ini memungkinkan pengguna bangunan untuk menyusun modular-modular tersebut sesuai kebutuhan.

Bentuk modular berupa kubikal sendiri dinilai baik pada masa moderisme sedang berkembang. Menggunakan teknologi yang lebih tinggi dalam pembuatannya sehingga mengefisienkan waktu pembuatan. Bentuk kubik (persegi) yang merupakan bentuk geometri platonic terbentuk dari garis-garis lurus yang sangat mudah untuk digabungkan.

Picture1

Kedekatan antar modular tersebut juga memungkinkan para pekerja untuk saling mengomentari hasil kerja mereka, terutama untuk mereka yang bekerja dengan mengutamakan fungsi kontrol antar pekerjanya.

Bentuk kubikel yang terdiri atas sekat-sekat yang tidak terlalu tinggi juga dapat menjadi sarana bagi atasan untuk mengawasi pekerjanya dari melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar pekerjaan kantor, seperti mengakses internet untuk keperluan lain.

Bentuk modular yang terdiri atas kelompok-kelompok (biasanya dibagi per divisi) ini juga menjadikan satu divisi merasakan kepemilikan terhadap divisi tersebut.

divisi

Namun ada pendapat dari beberapa orang bahwa ternyata teori tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Rancangan tidak berjalan sesuai dengan teori, karena pada kenyataannya, seiring dengan berjalannya waktu, pengguna mulai merasa bosan terhadap kemonotonan dari bentuk kubik dan pada akhirnya membuat lebih tidak produktif.

Ada beberapa desain lain yang dinilai tetap mengakomodir produktivitas dari pekerjanya namun tidak membosankan, namun belum banyak digunakan oleh perusahaan. Jika memang melihat secara jangka panjang, desain alternatif ini memang dapat meningkatkan produktivitas pekerjanya, seharusnya desain alternatif tersebut banyak digunakan. Karena keuntungan bagi perusahaan akan lebih jangka panjang.

meja kantor ga kubik

Bagaimana menurut anda? Apakah teori tentang modular bentuk geometri ini masih berlaku untuk meningkatkan produktivitas pegawai yang menempatinya? Jika tidak, mengapa kantor-kantor yang ada masih tetap menggunakan desain kubikel?

 

sumber referensi:

http://www.ehow.com/about_4741119_office-cubicles.html

http://id.prmob.net/ruang-kecil/pekerjaan/ikea-1173020.html

http://www.thenewatlantis.com/publications/the-moral-life-of-cubicles

http://opinionator.blogs.nytimes.com/2011/08/22/its-not-about-the-furniture-cubicles-continued/

2 Comments »

  1. Berdasarkan pembahasan ini, saya berpendapat bahwa kantor adalah sebuah “miniatur kota”. Ada kebutuhan efisiensi di sana karena kantor menghasilkan suatu produksi. Kebutuhan efisiensi ini mengingatkan pada sebuah kota yang berbentuk grid demi mendapat sebuah produktivitas yang maksimal. Kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas, atau kebutuhan akan kecepatan -“need for speed”. Karena itu, terkadang kantor memiliki cubicle2 yang disusun berdasarkan grid tersebut. Namun, seperti yang anda sebutkan, ada kesan kemonotonan di sana. Pada akhirnya kemonotan tersebut menghasilkan kebosanan yang justru malah menurunkan produktivitas pekerja. Mungkin saja efek ini juga terjadi di skala yang lebih besar, yaitu kota grid tadi.

    Mungkin pola penyusunan meja kantor dapat diterapkan dalam penyusunan dengan skala yang lebih besar, yaitu kota.

    Comment by farisdeind — March 29, 2013 @ 15:13

  2. Post yang sangat menarik🙂 saya setuju dengan ide menggunakan kubikel dengan desain lain yang lebih kreatif.
    Dari yang saya lihat, penggunaan kubikel di sebuah kantor dapat terakit dengan masalah interaksi, privasi, dan konsentrasi. Dengan pembatasan interaksi antar pekerja, terbentuklah area privasi yang nyata, sehingga nantinya konsentrasi pekerja meningkat. Hal ini mungkin yang diharapkan oleh sebuah perusahaan dalam rangka menambah produktivitas kerja. Namun, ketika konfigurasi bilik terlalu monoton, memang timbul rasa bosan dan tidak nyaman. Bentuk kubus yang terkesan kaku mempengaruhi psikologis manusia untuk kurang aktif, terlebih jika sekat antar kubikel terlalu tinggi, dapat timbul kesan terbatasi bahkan terkurung.
    Geometri kubus bisa dinggap bentuk yang paling mudah dalam dikombinasikan satu sama lain. Tapi sebenarnya masih banyak bentuk modular lain yang bisa digunakan. Terkait pandangan umum bahwa meja itu persegi, banyak orang menganggap modular meja lain kurang efektif untuk bekerja. Sebaiknya pikiran umum tersebut yang harus kita bantahkan ketika akan mencetuskan “kubikel” dengan model baru. Mungkin kita juga perlu mencermati kembali pekerjaan apa saja yang cocok menggunakan sistem kubikel di kantor dan yang tidak. Serta bagaimana bentuk dan konfigurasi kubikel yang lebih nyaman tapi juga efisien mengakomodasi banyak orang dalam ruangan yang tidak terlalu besar🙂

    Comment by handinidamayanty — March 29, 2013 @ 21:16


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: