there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

unsur x dan kenyamanan

Filed under: classical aesthetics — dwiputerilarasati @ 11:51

menurut saya pribadi, secara general keindahan yang dihasilkan oleh metode golden ratio  merupakan suatu hasil kenyamanan yang ditangkap secara visual dari indera penglihatan.  Tulisan ini sebenarnya tidak bertujuan untuk hasil yang menentukan keberpihakan atau dasar temuan baru yang merubah pemikiran secara signifikan, lantaran penelaahan data yang serba terbatas dan belum berdasarkan riset yang terlalu mendalam dan tajam. Tulisan ini hanya sebagai pengantar, pembuka pemikiran ke arah yang lebih luas mengenai kenyamanan lain yang tidak atau belum terasiokan seperti bidang 2 dimensi dengan golden ratio-nya. Bukan tentang golden ratio dengan proporsi keindahan visualnya, tetapi adakah ketidak sengajaan  atas kenyamanan indera lain yang tidak tersadarkan atau masih tersamarkan oleh rutinitas atau kebiasaan yang selama ini mengukung “keterbukaan” kita? mungkin agak berat bahasannya, tapi ini menarik untuk didiskusikan🙂

belakangan ini, seisi dunia seakan terasa perkembangannya. Manusia dan aktivitas sosial berkembang karena teknologi dan inovasi, padahal teknologi atau inovasi tersebut muncul sebagai media meng-upgrade kenyamanan atas kebutuhan manusia itu sendiri. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan apa? Kebutuhan akan kenyamanan sebagai pencetus inovasi, atau inovasi yang menginterfensi kenyamanan itu? Menurut kalian mana yang terfikirkan lebih dahulu? Ini salah satu yang terencanakan atau sebenarnya bagian dari ketidak sengajaan yang rasional?

kalau melihat dari segi manusianya sebagai pencetus sekaligus korban dari interfensi yang terus berkembang. ada satu unsur yang terlihat absen dari siklus manusia-kebutuhan-interfensi sbg pemenuh kebutuhannya. yaitu, sesuatu yang membuat mereka sadar kalau mereka terus butuh, mereka belum cukup nyaman. Dan, yang membuat mereka sadar akan hal itu adalah ketika mereka mencoba melihat keadaan lingkungan mereka, ketika adanya interaksi baik satu arah ataupun dua arah antara sesama mereka. jadi, dari sini, saya menyimpulkan dengan sederhana, ketika fenomena golden section itu penting untuk keindahan visual, maka, fenomena interaksi pun menjadi sangat penting untuk kenyamanan indera lain, tidak sebatas visual.

dan, ketika mengembalikan lagi ke kata “kenyamanan” itu sendiri,  saya pribadi memaknai kenyamanan sebagai ruang relatif yang dipertimbangkan melalui banyak hal yang bahkan cendrung dinamis, terus berubah tergantung pemaknaannya. Maka secara sederhana saya juga mengatakankan bahwa kenyamanan yang mutlak dan statis itu hampir tidak ada, seperti kota ideal, utopia. Yang ada, usaha demi usaha untuk mencapai kenyamanan tersebut untuk kehidupan atau kenyamanan yang lebih baik, bukan yang terbaik. Dan banyak hal yang dapat ditempuh dalam rangka pencapaian kenyamanan..

mungkin pembahasan ini terlalu umum, belum terlalu spesifik. tapi, gimana menurut kalian?🙂

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: