there’s something about geometry + architecture

March 27, 2013

‘Visual Infinity’; Keterlibatan Rasa akan Kualitas Visual melalui Permainan Geometri

Filed under: perception — ayupratitha @ 00:36

Dalam tulisan kali ini, saya berusaha membahas mengenai pengaruh geometri terhadap kualitas visual; yaitu kualitas yang menghasilkan nilai yang lebih dari sekedar pandangan kasat mata, namun menyangkut pula tentang perasaan dan feels dari masing-masing individu yang mengalaminya.

Dalam konteks ini, visual infinity adalah kualitas visual yang menarik menurut saya untuk dibahas. Ia bisa terbentuk dari banyak hal, termasuk salah satunya permainan unsur geometris yang terkadang seringkali kita lupakan; hingga pada akhirnya terbentuk semacam perasaan tak terbatas, ilusi infinity yang ditimbulkan olehnya.

Sebelum membahas lebih lanjut, akan saya coba ungkapkan secara umum mengenai pemaknaan infinity. Pada awalnya, infinity merupakan bahasan dari bidang studi matematika dan fisika; dimana arti yang dimaksudkan adalah sesuatu yang sifatnya tak terbatas. Kata infinity berasal dari kata dalam bahasa Latin infinitas, yang berarti “unboundedness”: serta dalam bahasa Mesir apeiros yang berarti “endless”. Dalam bidang matematika, infinity bukanlah semacam bilangan real, namun “a number greater than any real number”; bilangan yang akan selalu lebih besar dari bilangan real manapun.

Bagaimana infinity bisa dikaitkan dengan unsur visual? Infinity berkenaan dengan sesuatu yang sifatnya tak terbatas; berujung seakan tak punya ikatan. Lalu, apakah unsur visual dapat dihubungkan dengan hal tersebut?

Contoh pertama yang saya ambil adalah teknik menggambar perspektif. Melalui gambar perspektif, kita mengenal apa yang disebut sebagai ‘titik hilang’. Saat diterapkan pada gambar, ‘titik hilang’ menunjukkan lokasi yang sifatnya tak terjamah dan tak berujung; apa saja bisa terjadi disana, di luar kemampuan visual yang dapat ditangkap manusia saat itu.

internal.schools.net

wikihow.com

 

 

 

 

 

Sumber: internal.school.net

Sumber: wikihow.com

Gambar perspektif di atas merupakan salah satu teknik gambar perspektif yang menurut saya adalah contoh yang relevan untuk menggambarkan visual infinity melalui permainan geometri. Mengapa demikian?

Jika disederhanakan, ternyata penerapan titik hilang tak lepas dari perlakuan geometri pada bidang gambar. Gambar tersebut bermula dari permainan garis yang terdiri dari 3 sumbu; sumbu x, y, dan z (Cartesian).

olejarz.com

Sumber: olejarz.com

cournesupremacy.com

Sumber: cournesupremacy.com

Ketika memahami gambar di atas lebih lanjut, ada unsur utama yang membuat gambar tersebut seolah tak berujung dan penikmat karya merasakan sensasi ‘unboundedness’. Ada unsur keteraturan yang sifatnya stagnan, terus menerus, dengan perbedaan ukuran maupun jarak pada antar elemennya.

Bagaimana dengan contoh lain? Dapatkah kita meraih kualitas visual infinity yang lebih sederhana, di luar teknik menggambar perspektif?

Berikut terdapat contoh-contoh gambar 2 dimensional yang dapat menggugah perasaan akan pengalaman menuju ‘unboundedness’

vitruvius.com.brmorandinimarcello.comnews.rucksthul.com

Sumber: vitruvius.com.br                    Sumber: morandinimarcello.com                     Sumber: news.ruckstuhl.com

2c17c662d4bb16a44f2076529551ecdf646744ed9da4b59c3ebd13cfbbe8c153

Sumber: pinterest.com

italianways.commauriziogalimberti

Sumber: italianways.com          Sumber: mauriziogalimberti.it

Melalui gambar-gambar di atas, terasa bagaimana perasaan infinity itu ditimbulkan. Bagaimana permainan geometri secara visual dapat menuntun orang ke apa yang disebut sebagai vanishing point. Terdapat pola yang mulai terlihat untuk meraih kualitas tersebut. Adanya permainan jarak dan ukuran yang dimainkan pada unsur-unsur geometri yang disusun merapat atau merenggang.

Ketika diusun merapat (menuju ke rapat), perjalanan mencapai infinity terasa jauh, melalui banyak step yang siapapun tak ketahui berapa jarak-nya. Sementara ketika disusun merenggang, unsur infinity didapat dari perasaan lepas dan membuncah, dimana tiap-tiap partikelnya terasa bisa saling membelah diri hingga partikel terkecil.

Lalu apakah ada pengalaman kualitas visual selain infinity yang bisa dihasilkan dari permainan pola geometri? Atau bahkan, dapatkah unsur infinity dicapai dari hal-hal yang sifatnya tak teratur, imaginer, bahkan abstrak?

Sumber:

http://io9.com/5809689/a-brief-introduction-to-infinity (diakses 20 Maret 2013)

http://en.wikipedia.org/wiki/Infinity (diakses 20 Maret 2013)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: