there’s something about geometry + architecture

May 5, 2013

Music’s Geometrical Structure

Filed under: architecture and other arts — karlinasatrioputri @ 15:20

Saat melihat orang memainkan piano, apakah ada pertanyaan yang melintas di pikiran Anda? Seperti bagaimana orang itu bisa memainkan piano dengan lancar tanpa melihat partitur? Bagaimana orang itu bisa bermain melodi dengan genre yang berbeda dengan masing-masing kekhasan dari genre itu? Atau bertanya kepada diri Anda sendiri kapan Anda bisa bermain seperti pianis itu?

Saat membicarakan musik pernahkah terlintas di pikiran Anda bahwa musik berbicara tidak hanya melodi yang dapat didengar namun dapat membuat bentuk visual atau form bahkan suatu ruang? Kita tahu bahwa pada lebih dari 2000 tahun yang lalu, Phytagoras mengatakan bahwa musik dapat diuraikan dengan matematika. Ternyata tidak sebatas dari hitungan dasar, namun ia berlanjut kepada pembentukan suatu geometri dari musik.

Clifton Callender dari Universitas Florida, Ian Quinn dari Universtias Yale dan Dmitri Tymoczko dari Universtias Princeton membuat suatu penelitian dalam menganalisa dan mengkatagorisasikan musik dengan ilmu matematika yang kompleks. Terkesan sulit? Saya akan jabarkan dengan singkat dan sederhana saja.

Suatu metode bernama geometrical music theory difungsikan dapat menerjemahkan teori musik sehingga dapat diwujudkan dalam bentuk geometri kontemporer. Semua unsur dari musik dapat diterjemahkan secara bertahap yaitu mulai dari nada, seperti chords, ritme dan skala nada dan menggolongkan mereka menjadi suatu beberapa ‘famili’. Setelah sistem memahami bagaimana wujud struktur matematika dari famili ini, mereka dapat menciptakan bentuk geometris yang kompleks.

 

 

Gambar ini merepresentasikan 4 macam chords yang diterjemahkan dalam bentuk ruang geometris, sebuah piramid.(oleh Tymoczko,  Princeton University)

Sebenarnya apa fungsi dari penelitian ini? Metode ini dapat menganalisa dan membandingkan berbagai macam musik baik musik barat dan non-musik barat, dilihat dari struktur musiknya, kita dapat memahami bahwa musik dapat dimengerti tidak hanya dari suara namun dari struktur ruang geometris. Kita dapat memahami konsep musik secara logis, bahkan dapat membuka kesempatan untuk menciptakan suatu instrumen musik baru yang belum pernah diciptakan sebelumnya melalui pemahaman ini, kata Tymoczko.

Selain teori musik dapat diterjemahkan menjadi bentuk 3 dimensi, kita dapat melihat suatu bentuk jaringan 2 dimensi dari musik dapat dilihat dari harmonisphere. Satu oktaf musik dapat dibagi menjadi 12 semitones, kemudian keduabelas semitones itu diurutkan secara melingkar, karena secara teknis jika dianalogikan dengan jam, keduabelas semitones itu bergerak memutar searah dengan jarum jam.

                          CLOCK                                HARMONISPHERE

“The harmonisphere measures musical intervals clockwise up in pitch and counterclockwise down in pitch. The lines on the harmonisphere each measure the harmony (and the interval) between the two notes that it joins”.

-The Sacred Geometry of Music by Andrew Lorimer

Hubungan antara matematika dan harmonisphere sangat erat, dibuktikan dengan adanya unsur simetris dari tiap pasang. Setiap garis dari harmonisphere berjumlah 2 interval. Pasangan chord di bawah ini adalah:

“Minor 2nd – Major 7th
Major 2nd – Minor 7th
Minor 3rd – Major 6th
Major 3rd – Minor 6th
Perfect 4th – Perfect 5th
The diminished 5th is it’s own mirrored image. In fact, the dim 5th is the mirror.

 

Gambar di atas menunjukkan bahwa dari bentuk harmonisphere dipertegaskan garis-garis yang dapat membagi, membentuk simetris dari akar kutub lingkaran ini. Diminish 5th menjadi garis simetris yang membagi kedua belah lingkaran yang sama.

Dalam harmonisphere ternyata dapat terlihat garis-garis yang membentuk pola yang sama antara satu chord dengan chord lain. Dapat terlihat di beberapa chord di bawah ini dari kesamaannya.

                            C Major (I Chord)                                                 A Minor (VI Chord)

                            G Major (V Chord)                                                  D Major (II Chord)

Mungkin memperhatikan musik tidak lebih dari sekedar mendengarkan melodinya. Untuk memahami musik kita dapat melakukan berbagai macam hal dengan cara menelitinya, begitu juga dengan memahami ruang, dapat dibantu dengan musik. Maka sebelum membuat komposisi musik, kita sebaiknya memikirkan bagaimana dapat menciptakan bentuk ruangnya. Atau terlalu kurang kerjaan ya? Hehe

Sumber:

http://www.harmonisphere.com/SacredGeometryOfMusic.htm

http://www.sciencedaily.com/releases/2008/04/080417142454.htm


Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: