there’s something about geometry + architecture

May 12, 2013

Musik Pop & Tempat Dwelling; Kesamaan Dalam Konteks yang Berbeda

Filed under: architecture and other arts — ayupratitha @ 21:36

Pada pembahasan kali ini, saya akan coba menganalisa adakah hubungan antara musik, dengan hal-hal yang berhubungan dengan ruang personal sekitar kita; dimana ia membentuk pemahaman diri, persepsi, emosi, dan spritual; merujuk kepada hal-hal yang bersifat psikologis.

Musik, sebagai komposisi suara, merupakan hal yang sifatnya struktural, dimana satu unit dengan unit lain saling tersinergisasi membentuk ambience. Ambience tak akan lepas pula dari unsur arsitektural; dimana struktur, warna, bentuk; merujuk kepada persepsi orang yang berhubungan dengan kondisi psikologisnya.

Adakah hal-hal yang terkait secara struktural dan eksplisit berkenaan dengan musik dan ruang arsitektural di kehidupan kita sehari-hari?

Saya mengambil unsur yang sangat dekat dengan kehidupan kita; yaitu musik pop; musik yang easy-listening; dinikmati banyak orang dari berbagai kalangan. Sedangkan untuk ruang arsitektural, saya mengambil rumah; sebagai ruang personal & tempat dwelling terdekat, dimana pengalaman personal banyak terjadi di dalamnya.

Menurut struktur lagu pop, urutan elemen pada musik pop yang banyak dipakai adalah verse – chorus (refrain) – bridge – chorus. Verse merupakan bagian musik pop yang berperan sebagai pembuka; yaitu statements yang menceritakan tentang apa, dimana, kapan, dan bagaimana cerita mengawali sebuah lagu.  Pada bagian ini, irama musik cenderung datar dengan dinamika yang tidak begitu banyak dimainkan. Sedangkan chorus merupakan bagian lagu yang memiliki dinamika dan intensitas yang lebih dibandingkan dengan bagian verse.  Ini merupakan bagian yang menjadi inti dari lagu, dan dianggap sebagai bagian yang paling ‘memorable’.  Bagian bridge menjadi penghubung antara chorus dengan chorus lain yang akan menjadi akhir sebuah lagu. Dengan kata lain, bridge merupakan ‘semi penutup’, yang berperan sebagai penghubung antara inti lagu. Bridge menjadi semacam rangkaian pelengkap yang menghubungkan antar chorus; pengiring penutup lagu. Ia memiliki irama, melodi, dan lirik yang berbeda dengan verse dan chorus.

Dan ternyata, urutan struktur lagu pada lagu pop tersebut juga saya temukan pada struktur penataan rumah secara horizontal pada umumnya; ditarik garis lurus mulai dari pintu masuk. Pada bagian depan sebuah rumah, terdapat intro layaknya verse pada lagu; yaitu bagian fasad, pagar, beserta halaman rumah. Kesemua bagian tersebut mencirikan image dari sebuah rumah, menjadi cerita ‘apa’ yang ingin disampaikan oleh rumah tersebut yang mencirikan penghuninya atau rumah itu sendiri.  Begitu melewati bagian depan rumah, setelah pintu masuk, akan ditemukan chorus dari rumah itu sendiri, yaitu inti dimana seluruh kegiatan dwelling dilaksanakan; dimana memori tercipta. Chorus rumah terdiri dari rangkaian ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, dan ruang-ruang lain yang memfasilitasi seluruh kebutuhan penghuninya. Kemudian tiba di bagian bridge, yang menjadi penghubung bagian inti; merangkai keseluruhan ceritanya, yaitu halaman belakang rumah (backyard). Ia menjadi bagian tak terpisahkan dari chorus, sekaligus menjadi unit yang dapat berdiri sendiri. Halaman belakang (bridge) menjadi pelengkap aktivitas utama; yaitu sarana refreshing, berkumpul bersama keluarga besar, dan hal-hal lain, yang sifatnya melengkapi & tak terpisahkan. Ia menjadi pelengkap kegiatan dwelling utama, sekaligus penghubung antar chorus, yang kemudian mengiringi menuju ke bagian akhir sebuah ‘lagu’.

Begitulah saya menemukan secara sederhana, struktur pengaturan yang sama antara musik pop dengan pengaturan pada rumah tinggal, yaitu ruang arsitektural terdekat yang menjadi tempat dwelling individu😀

Verse

Image

 

Chorus

Image

 

Bridge

Image

 

 

 

1 Comment »

  1. ketika membaca postingan ini saya tertarik dengan ide anda yang berusaha menarik garis merah antara pembagian zona dalam musik pop dengan pembagian zona pada tempat tinggal karena keduanya dekat dengan orang-orang walaupun dirasakan dengan cara dan indera yang berbeda. Beberapa hari yang lalu saya sempat menganalisis musik klasik sebagai materi essay pertama matakuliah geometri arsitektur, dan saya temukan pola yang sama di dalam musik pop dan musik klasik (jika disederhanakan, pola yang terbentuk adalah verse-chorus-bridge-chorus), dari sini tercetus dalam pikiran saya kalau pola musik apa saja ternyata dapat menjadi perbandingan untuk menganalisis zona pada tempat tinggal.
    Bagaimana kualitas di dalamnya barulah dapat menjadi berbeda-beda dan dapat menjadi unik sesuai dengan jenis tempat tinggalnya masing-masing (apakah itu modern ataupun klasik). Mungkin dari sini kita dapat menganalisis lebih jauh lagi bagaimana kaitan musik dengan arsitektur, apakah jangan-jangan perkembangan musik dan arsitektur itu sejalan dan saling memengaruhi secara signifikan (seperti yang sempat dibahas teman saya Silvia Carolina dan Cyntia Claudia), dan apakah mungkin ketika dunia industri musik juga mengalami fenomena baru, maka dunia arsitektur juga dapat melahirkan tipologi baru sesuai perkembangan industri musik. Ya, seperti itulah yang terlintas dalam pikiran saya ketika membaca artikel anda. Terimakasih untuk sumbangan pemikiran dan analisinya, semoga juga dapat bermanfaat bagi yang lain🙂

    Comment by ruthconnie — May 16, 2013 @ 08:18


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: