there’s something about geometry + architecture

May 13, 2013

Salt Lake City: Kota yang (diharapkan) Ideal

Filed under: ideal cities — widyaulia @ 06:27

Image

“.. an ideal city represents a religious vision, or a secular view, in which social consciousness of the needs of the population is allied with a harmonious conception of artistic unity” – Rosenau

 

 

 

Konteks kota yang religius mengingatkan saya pada Salt Lake City. Kota ini tumbuh seiring berkembangnya The Church of Jesus Christ of Latter Day Saints atau yang lebih dikenal sebagai agama Mormon. Kaitan antara kota ini dan aspek keagamaan dari Mormonisme sangatlah kental. Kota Salt Lake diapit oleh empat buah temple (tempat ibadah suci bagi Mormon-red) yang berada di utara, selatan, timur, dan barat kota. Pengaturan jalan dan nama jalan pada grid-grid berkoordinat bertitik tengah pada pusat kegiatan Mormon di downtown.

 

 

 

Berjalan mengelilingi Salt Lake City pasti akan memakan waktu yang relatif lebih lama. Mengapa? Karena penataan jalan-jalan di kota ini berupa blok-blok dengan ukuran yang paling besar di seantero Amerika Serikat. Jika dilihat dari atas, layout Salt Lake City berupa grid-grid yang penamaan jalannya juga berdasarkan koordinat Kartesius. Rencana kota Salt Lake City dikembangkan oleh Joseph Smith, pendiri dari The Church of Jesus Christ of Latter Day Saints. Ia memiliki rencana untuk membentangkan pola petak-petak (blok) 7×7 dengan jalan yang lebar untuk keperluan perumahan, perkebunan, dan taman.  Setiap rumah dirancang menghadap taman di bagian depan dan peternakan di bagian belakang.  Tidak ada rumah yang saling berhadapan antar satu sama lain, untuk memberikan pengalaman ruang yang privat dan praktis.

 

Penggunaan blok juga mempermudah membangun sistem irigasi mengingat daerah ini adalah daerah dengan ketersediaan air yang kurang mencukupi. Dengan pola grid yang ada, pendistribusian air di kota ini menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. Di setiap blok juga disediakan tempat yang disebut ‘public squares’ yang di dalamnya terdapat gereja, sekolah, dan gedung-gedung fasilitas umum. Itu artinya, pada setiap jangkauan tertentu, pasti ada satu area yang menunjang kebutuhan orang-orang di area tersebut.

 

Jika dilihat dari perencanaannya, bisa dikatakan bahwa Salt Lake City adalah kota yang diharapkan berkembang menjadi kota yang menuju ideal. Unsur religius menjadi sangat kental dengan pusat keagamaan di tengah dan di sekeliling kota, dan keberadaan gereja yang memang sudah diperhitungkan sejak penataan kota ini pertama kali dibuat. Kalau kita kembali merefleksikan pada kata-kata dari Rosenau di atas, apakah Salt Lake City merupakan suatu kota yang merepresentasikan religious vision? Dapatkah kita menggolongkannya sebagai pioneer dari ideal city? Menurut saya, jika hanya sebatas rencana, tanpa refleksi terhadap perkembangan kotanya hingga saat ini, Salt Lake City adalah sebuah kota yang diharapkan ideal, sebagaimana kota-kota lain di dunia. 

 

 

 

Sumber:

 

http://www.lib.utexas.edu/maps/utah.html

 

http://www.saltlakedigs.com/salt-lake-history/salt-lake-city-blocks-show-thoughtful-planning/

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: