there’s something about geometry + architecture

May 19, 2013

Diving, Underwater Aquarium dan Gibson Theory

Filed under: nature and architecture,perception — ernestinebella @ 13:15

Siapa yang tak kenal laut? Bagian dari alam ini adalah merupakan salah satu bagian alam yang indah dari bumi ini. Hamparan air asin yang luasnya memakan 70,8 persen dari luas bumi ini (sumber: Koran Jakarta) mampu membuat bumi kita terlihat berwarna biru apabila dilihat dari luar angkasa. Tapi apakah laut yang luas tersebut hanya berupa hamparan air berwarna biru dari luar angkasa saja? Apakah laut hanya berjuta-juta liter air yang tidak punya ujung yang terlihat dari pantai? Atau sebenarnya adakah berjuta-juta hal sedang tersembunyi dibalik hamparan air berwarna biru ini?

 

Untuk pertanyaan yang terakhir, rasanya tepat dijadikan alasan untuk diselenggarakannya kegiatan diving di berbagai objek wisata laut dan dibangunnya Underwater Aquarium di berbagai dunia termasuk di Indonesia ini.  Tujuannya cuma satu yaitu untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang ternyata merupakan keindahan alam dibalik sekedar hamparan air berwarna biru. Biasanya orang-orang melakukan diving dengan tujuan untuk rekreasi melihat keindahan bawah laut. Demikian ketika berkunjung ke Underwater Aquarium, tujuannya adalah sama, rekreasi melihat keindahan bawah laut dan sekaligus bertujuan untuk pendidikan bagi orang-orang mengenai kehidupan bawah laut. Seperti Sea World di Orlando, Florida, Amerika Serikat menuliskan tujuannya seperti berikut ini, “Based on a long-term commitment to education, SeaWorld, Busch Gardens, and Discovery Cove strive to provide an enthusiastic, imaginative, and intellectually stimulating atmosphere to help students and guests develop a lifelong appreciation, understanding, and stewardship for our environment.”

 

Namun dibalik tujuannya itu sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi yang ingin ditunjukkan melalui kegiatan dan tempat tersebut. Dan penekanan ada pada kata melihat, mengimajinasi, menciptakan sebuah persepsi, atau gambaran laut di pikiran kita. Teori James J. Gibson (1979) The Ecological Approach to Visual Perception, singkatnya adalah tentang bagaimana isyarat dan informasi dari lingkungan membantu persepsi atau tercatat dalam pikiran kita. Hal yang menjadi fokus utama di sini adalah manusia dengan persepsinya. Bagaimana cara atau proses mereka dalam melihat dan mempersepsikan menjadi penting seiring dengan waktu dan ruang yang berbeda.

 

Mari kita lihat contoh gambar ini yang diambil di Underwater Aquarium di Singapura.

4  images (1)

Sebuah aquarium besar dimana di dalamnya kita bisa melihat secara langsung gambaran kehidupan bawah laut. Adanya interaksi ikan dengan terumbu karang, ikan berbagai jenis dan bentuk, gerakan ikan di dalam air, terumbu karang sebagai perumahan untuk ikan, dan lain-lain menjadi gambaran dan cerita berbeda dengan ketika kita hanya melihat hamparan air laut berwarna biru di pinggir pantai atau dari luar angkasa. ‘Rahasia baru’ yang terkuak ketika seolah-olah diri kita juga berada di tengah-tengah laut melihat dan mengimajinasi kehidupan bawah laut. Dan rahasia-rahasia lain imajinasi kehidupan bawah laut juga akan kita dapatkan ketika kita bergerak dari ujung aquarium satu ke ujung yang lain.

 

Lain halnya lagi dengan ketika kita diving atau menyelam langsung ke bawah laut.

Is-Scuba-Diving-A-Sport images SCGS

 

Ketika kita diving, menjadi gambaran dan cerita berbeda juga ketika berada di aquarium tersebut. Ketika diving, kita benar-benar berada di tengah-tengah laut dan menlihat dan mengimajinasi secara langsung bersama dengan seluruh indra kita di kehidupan bawah laut. Hal yang berbeda pada kegiatan ini adalah indra kita yang lain bekerja sama dengan penglihatan untuk mempersepsikan laut. Melihat dan berinteraksi langsung dengan ikan atau bahkan menyentuhnya, merasakan terpaan gelombang dan ketenangan air laut, cahaya yang masuk ke dalam laut, dan lain-lain. Dan tentunya persepsi yang timbul dalam pikiran manusia akan berbeda antara diving dan beradi di aquarium underwater tersebut seiring dengan waktu dan ruang yang berbeda.

 

Dengan contoh diatas kita dapat melihat bukti bahwa waktu dan ruang mempengaruhi cara kita mempersepsikan sesuatu. Saya setuju dengan pernyataan Gibson mengenai persepsi itu terjadi secara langsung dengan memahami lingkungan secara langsung dan berkaitan dengan sense (rasa) serta keseluruhan indra kita. Pada sebuah situs, saya setuju dengan pernyataan berikut ini

”Gibson (1972) argued that perception is a bottom-up process, which means that sensory information is analyzed in one direction: from simple analysis of raw sensory data to ever increasing complexity of analysis through the visual system.” – ( Saul McLeod, 2007)

 

 

Sumber Referensi :

http://www.simplypsychology.org/perception-theories.html diakses tanggal 19 Mei 2013

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/100669 diakses tanggal 19 Mei 2013

http://www.seaworld.org/about-us/ diakses tanggal 19 Mei 2013

Sumber  Gambar:

Gambar 1: www.vyastours.com

Gambar 2 : photocompetition.upclive.com

Gambar 3 : dive-n-log.com

Gambar 4 : mauritiusattractions.com

Gambar 5 : adventuretravel.about.com

1 Comment »

  1. Membahas tentang indera manusia dan ruang cukup menarik bagi saya, karena untuk mengalami ruang memang kita memerlukan indera-indera tersebut. Terkait dengan teori Gestalt dan Gibson, menurut saya, baik teori Gibson maupun Gestalt, keduanya dapat saja dikatakan tepat, namun memang konteksnyalah yang membedakan keduanya. Gestalt lebih mengeneralisasikan suatu bentuk, sedangkan Gibson bergantung pada sudut pandang dari apa yang dilihat, dan memang untuk mengalami ruang dan memahaminya, kita dapat melakukannya mengikuti teori Gibson, dengan tidak mempersepsikan suatu pandangan hanya dari satu sisi saja. Terima kasih.

    Comment by annisadienfitriah — May 31, 2013 @ 23:57


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: