there’s something about geometry + architecture

May 19, 2013

Topological Movie Idea

Filed under: architecture and other arts,perception — titasarasvati @ 14:35
Tags: , , ,

Setelah saya mengetahui konsep topologi, hal pertama yang saya pikirkan adalah kehidupan di masa mendatang. Saat-saat waktu menjadi sesuatu yang paling berharga. Konektivitas dan kontinuitas menjadi hal terpenting karena dengan keduanya sesuatu akan bergerak secara terus menerus dengan mudah, cepat, dan tepat sasaran. Semakin majunya teknologi, semakin mempermudah mobilitas manusia. waktu jaman kerajaan dulu dibutuhkan seorang kurir untuk mengantarkan pesan antar kerajaan, untuk mengkoneksikan kedua kerajaan membutuhkan fisik (si kurir) dan waktu yang cukup lama. lalu makin modern konektivitas menjadi lebih mudah, mulai dari telegraf, telfon, televisi, hingga internet. Mari kita berangan-angan apa yang akan muncul setelah internet😀

Ada yang pernah nonton The Matrix? pada post kali ini saya akan membahas tentang film The Matrix, mengenai kehidupan di masa mendatang menurut film tersebut. post ini akan menceritakan spoiler The Matrix. Jika anda belum menonton dan tidak suka spoiler, sebaiknya melewatkan tulisan post yang italic😀

Thomas Anderson (Keanu Reeves) adalah seorang computer hacker bernama samaran Neo. Suatu saat, Neo dihubungi oleh seseorang bernama Morpheus. Dia menjelaskan kepada Neo bahwa mereka sedang berada di Matrix, realita palsu yang telah dibangun bagi manusia untuk menyembunyikan kebenaran. Pada kehidupan sebenarnya manusia hanya menjadi budak energi. Ada sebuah power plant yang menyerap energi manusia. Banyak sekali tower-tower power plant manusia, setiap manusia di dalamnya hidup dalam pikirannya saja tetapi secara fisik mereka terperangkap dalam power plant. Kontrol perceptual manusia-manusia sepenuhnya diambil alih oleh the matrix. 

 Image

Neo saat bangun dari power plant, untuk pertama kalinya melihat dunia nyata

Setelah Neo mengetahui kehidupannya terbalik, bahwa Realita yang selama ini dia tempati hanyalah fiksi dan realita sebenernya seperti fiksi (seperti klein bottle saja: luarnya adalah dalamnya dan dalamnya dalah luarnya), Neo dan team akan mengajak manusia yang terhubung power plant untuk mulai hidup di dunia nyata lagi. Tentu saja usaha mereka mengalami rintangan banyak dari pihak matrix😛

Image

Semua space yang terjadi dalam matrix hanyalah hasil perhitungan komputer

Dalam matrix, topologi sangat bekerja. karena matrix hanyalah dunia buatan, matrix bisa berada pada dimensi keempat. Pada dimensi keempat, spacetime bisa strectch dan strain sesuai dengan apa yang mau dibuat, tergantung kebutuhan konektivitas mereka. Secara fisik mereka hanya seperti manusia yang sedang tidur tetapi tersambung dengan kabel plug-in dunia matrix lalu mereka bisa terkoneksi kemana saja yang mereka kehendaki. Saat manusia sudah mengetahui kebenarannya seperti apa, mereka bisa mempermainkan spacetime, matrix akan mengkoneksikan apa yang ingin kita lihat.

Image

dengan mengambil kendali spacetime, Neo dan Agent yang mengejarnya bisa melakukan banyak kemungkinan. seperti menggandakan diri. Dengan mengandalkan kontinuitas dan kelenturan spacetime, agent bisa menggandakan diri saat mengejar Neo. tetapi Neo juga sudah bisa melenturkan spacetime sehingga sama-sama jago di matrix😀

sekian post saya, maaf jika ada salah informasi. Maklum film lama, waktu SD saya menontonnya hahaha🙂

referensi:

http://www.imdb.com/title/tt0133093/synopsis 19 Mei 2013, 2:10 PM

1 Comment »

  1. Ide hubungan film dan topologi sangat menarik dan menurut saya ide mengenai topologi dalam film bukan hanya jalan ceritanya saja, yang menurut saya itu lebih subjektif. Namun juga ada beberapa film yang memang penontonnya diajak untuk merasakan topologicalnya. ada beberapa judul film yang memang menggunakan pendekatan topological melalui alur film yang hanya mengandalkan hubungan antara scene satu dengan yang lainnya. Contohnya mungkin anda pernah nonton film Memento, karya Christopher Nolan yang memiliki alur maju mundur secara tidak tentu. Dan hanya mengandalkan keterhubungan antar scene penontonnya dibuat seolah-olah mengikuti alur ceritanya.
    Mungkin anda juga boleh share pendapat anda tentang tanggapan saya ini .

    Comment by anugrahfikriyanto — May 31, 2013 @ 20:11


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: