there’s something about geometry + architecture

May 30, 2013

Pareidolia

Filed under: architecture and other arts — tanjungandy @ 09:05

Ketika kita melihat sesuatu panorama, ataupun apapun yang kita lihat, kita sering mempersepsikan hal yang berbeda-beda pada bentuk-bentuk yang kita lihat, contohnya saja ketika kita melihat awan, kita sering sekali mempersepsikan bentuk-bentuk yang terbentuk oleh awan itu sebagai sesuatu yang lain (dapat dilihat contoh gambar pada di bawah ini).

 Image

Ternyata hal seperti ini diteliti oleh pada psikologis, dan ternyata ada suatu kasus dimana memang manusia cenderung mempersepsikan sesuatu bentuk abstrak sesuai dengan apa yang mereka ingat mendekati bentuk abstrak tersebut, istilah kasus ini adalah pareidolia. Sebenarnya apa sih yang disebut sebagai pareidolia itu? Pareidolia (dibaca par-i-doh-lee-a) adalah kecenderungan melihat wajah di tempat-tempat yang tidak biasa. Pareidolia secara umum bisa diterjemahkan sebagai sebuah fenomena ketika melihat pola dari objek-objek nan acak. Pareidolia menjadi penyebab seseorang melihat atau juga mendengar dari gambaran kabur atau suara kurang jelas, seakan-akan menyerupai sesuatu yang signifikan. Ada sejumlah dugaan bagaimana fenomena pareidolia bisa terjadi. Sebagian ahli mengatakan, pareidolia menghasilkan delusi yang melibatkan indra, dalam kebanyakan kasus adalah indra penglihatan dan selalu ditentukan oleh dorongan psikologis. Leonardo da Vinci sempat menulis mengenai pareidolia, yang disebutnya sebagai suatu peranti artistik. “Saat Anda menatap dinding yang ternoda atau terbuat dari gabungan banyak macam batu, Anda akan menciptakan sebuah situasi di mana Anda merasa dapat melihat kemiripan,” tulisnya dalam buku catatan. Berikut adalah contoh-contoh lain dari pareidolia ini.

 Image

            Gambar kiri terlihat seperti adanya wajah pada kain yang kusut, gambar kedua terlihat seperti wajah smiley, dan gambar ketiga terlihat seperti mulut sesuatu yang sedang terbuka. Semua hal ini kita persepsikan masing-masing dan sekarang kita mengetahui bahwa memang persepsi manusia cenderung berbeda-beda dan cenderung manusia selalu mempersepsikan sesuatu sebagai sesuatu yang lain, dan sekarang kita mengetahui bahwa hal ini memang ada, dan diteliti sebagai istilah pareidolia.

 

Sumber referensi : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/bagaimana-fenomena-pareidolia-terjadi

Sumber gambar : http://www.geekosystem.com/things-that-look-like-faces-pareidolia/

3 Comments »

  1. Bahasan yang menarik, namun mungkin bisa dikembangkan lagi adakah fenomena pareidolia dengan pembahasan lebih lanjut seputar geometri? Penemuan metode desain yang baru mungkin? Dimana saya berfikir bahwa fenomena ini sifatnya unconscious dan subjektif sesuai dengan background individu yang merespon. Dari kembangan ini, mungkinkah dapat muncul teori baru mengenai form, yaitu ketika bentukan dari suatu hal ternyata menyerupai form yang mendasar dari hal-hal yang sama sekali berbeda?🙂

    Comment by ayupratitha — May 31, 2013 @ 18:17

  2. bahasan yang menarik, namun disini saya ingin bertanya mengenai bagaimana persepsi tersebut terjadi. Dari contoh yang anda berikan, ada tiga gambar yang mempersepsikan wajah. Dari hal tersebut saya ingin tahu bagian apa yang menyebabkan orang mempersepsikan “hal’ tersebut sebagai wajah, disini saya mencoba membayangkan dengan 2 buah karya arsitektur yang memiliki kemiripan, dan kemiripan tersebut bisa dibaca dari denah, pola strukturnya, bentuk, dll. Nah, pada kasus wajah ini, apakah garis yang ada menciptakan persepsi tersebut atau wadah yang disekitarnya yang menjadikan persepsi itu muncul ?
    terimakasih🙂

    Comment by alfoadrazamdekha — May 31, 2013 @ 19:16

  3. Terima kasih atas komentarnya.🙂

    @ayupratitha, untuk metode desain, mungkin saja kasus pareidolia ini dapat menghasilkan metode desain bila ditinjau dan dianalisis secara lebih dalam seputar desain, tapi saya menncoba untuk membawa topik ini dengan tujuan menganalisis di bidang yang berbeda seputar geometri, yaitu mengenai kaitan persepsi manusia terkait kasus pareidolia ini sendiri. Jadi pembahasannya mungkin berbeda dengan bagaiman kasus pareidolia ini dapat memunculkan metode desain yang baru, tapi menurut saya, jika dianalisis lebih dalam terkait metode desain, hal tersebut sangat memungkinkan.

    @alfoadrazamdekha, untuk bagaimana garis-garis tersebut menciptakan persepsi wajah tersebut, secara detailnya, akan saya kirimkan bagaimana analisis saya mengenai hal tersebut jika anda berminat. Namun, secara singkat, persepsi orang tentunya berbeda-beda meski tema utamanya sama, seperti contohnya wajah, tapi ada kriteria umum dimana orang dapat mempersepsikan suatu bentuk sebagai wajah, seperti gambar-gambar kartun ‘smiley’ yang menyederhanakan bentuk wajah dimana hal yang penting dari ‘smiley’ tersebut adalah pada bagian mata, dan mulut. Begitu pula dengan ketiga gambar pada kasus pareidolia tersebut, mata digambar sebagai bentuk bulat, dan mulut berada di bawahnya.

    terima kasih.

    Comment by tanjungandy — May 31, 2013 @ 19:52


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: