there’s something about geometry + architecture

May 31, 2013

Buffet binggo

Filed under: perception — alfoadrazamdekha @ 19:07

snapshot20130531171111

Dalam postingan kali ini saya mencoba membahas mengenai “ruang baru yang terbentuk dari perubahan ruang lain”. Disini saya mendapatkan hal tersebut dari permainan yang ditunjukan dalam sebuah acara variety show. Permainan tersebut yakni buffet bingo. snapshot20130531171207 snapshot20130531171218Peraturan permainannya yakni setiap pemain diawal diminta mengambil 25 jenis makanan yang berbeda, yang jumlah makanan keseluruhannya telah diatur. Setelah itu pemain bebas meletakan makanan tersebut masing-masing kedalam persegi yang telah disediakan. Nanti setiap pemain, dimulai dari pemain pertama, akan memilih makanan yang ingin dimakannya. Apabila pemain lain memiliki makanan yang sama, maka mereka pun akan ikut untuk makan. Pada akhirnya, persegi yang awalnya terisi perlahan kosong satu persatu sampai menghasilkan binggo.

snapshot20130531171314 snapshot20130531171325 snapshot20130531171303Hal yang menarik disini yakni bagaimana pilihan dari tiap pemain akan menghasilkan hasil yang berbeda bagi pemain lainnya snapshot20130531171540 snapshot20130531171551 snapshot20130531171601 snapshot20130531171644 snapshot20130531171653 snapshot20130531171719 snapshot20130531171755 snapshot20130531171819 snapshot20130531171835 snapshot20130531171852 snapshot20130531171927 snapshot20130531171947 snapshot20130531172014 snapshot20130531172034 snapshot20130531172048 snapshot20130531172151 snapshot20130531172223 snapshot20130531172233 snapshot20130531172249 snapshot20130531172321 snapshot20130531172356 snapshot20130531172421 snapshot20130531172507 snapshot20130531172546 snapshot20130531172613 snapshot20130531172641 snapshot20130531172739 snapshot20130531172806 snapshot20130531172821 snapshot20130531172843

Gambar diatas merupakan bagaimana permainan tersebut berlangsung. Dari gambar tersebut, bisa dilihat bahwa ketika pemain pertama memilih makanannya, beberapa pemain yang lain juga memilih makanan yang sama. Akibat yang dihasilkan yakni terciptanya pola baru yang bukan hanya terjadi pada pemain pertama tapi juga pemain lainnya.

snapshot20130531171424snapshot20130531171438

snapshot20130531171448snapshot20130531171519

Dari gambar diatas bisa dilihat bahwa ada ruang kosong yang terbentuk diantara kotak yang terisi makanan lainnya. Hal yang menarik adalah bagaimana persepsi dari satu pilihan peletakan makanan menciptakan pola, susunan, dan ruang yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dari gambar diatas bisa dilihat bahwa satu pemain dengan pemain lainnya walaupun mengambil makanan yang sama, namun menghasilkan pola yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena persepsi awal pemain dalam meletakan makanan tersebut. Permasalahannya bukan mengenai bagaimana persepsi itu terjadi tapi bagaimana persepsi tersebut bisa menghasilkan pola acak yang bukan hanya untuk satu pemain namun juga pemain lainnya.

Setiap pemain memilih makanan, maka akan menghasilkan pola, susunan dan ruang yang berbeda. Artinya permainan ini bukan hanya membicarakan bagaimana persepsi pemain dalam meletakan makanan, namun juga bagaimana proses perubahan persepsi tersebut. Di dalam permainan ini menurut saya, proses yang terjadi yakni dimulai dari persepsi masing-masing pemain mengenai makanan yang dipilihnya dan pola peletakannya. Pemain kemungkinan mempunyai pola pikir bahwa pemain lain akan mengambil makanan yang sama dan meletakan ditempat yang sama. Pada kenyataannya persepsi setiap pemain berbeda-beda, sehingga pola peletakan makanannya pun menjadi berbeda-beda. Perbedaan yang dihasilkan dari setiap pemain menciptakan ruang yang berbeda, walaupun unsur makanan di dalamnya sama. Sehingga perubahan dari ruang (pola) satu pemain, akan menghasilkan ruang (pola) yang berbeda pada pemain lainnya. Hal ini yang menurut saya akan sangat menarik apabila terjadi di dunia arsitektur, bagaimana perubahan dari ruang yang memiliki unsur didalamnya sama namun kelihatannya berbeda akan mempengaruhi ruang lainnya, baik susunan ataupun pola sehingga menghasilkan karya arsitektur yang berbeda.

sumber : http://www.kshownow.net

3 Comments »

  1. Posting yang sangat menarik, sebagai salah satu pengemar variety show ini, saya mempertanyaan persepsi awal pemain dalam meletakan makanan. Pada saat menonton episode ini tidak ditayangkan siapa yang menyusun makanan-makanan tersebut jadi bagaimana bisa dikatakan bahwa makanan tersebut disusun berdasarkan persepsi mereka? Bisa jadi hal itu disengaja oleh staf variety show. Saya lebih setuju, jika anda mengatakan pemilihan jenis makanan sesuai dengan persepsi mereka.
    Selain itu, menurut anda bagaimana efek (pembentukan ruang kosong) yang akan terjadi jika perbedaan tersebut sengaja maupun tidak sengaja dibuat? Apakah perlakuan tersebut tidak memiliki efek apa-apa? Terima Kasih🙂

    Comment by kusumaerlina — May 31, 2013 @ 19:25

  2. saya setuju dengan komentar sebelum saya oleh kusumaerlina, postingan ini sangat menarik.
    Menurut saya, permainan ini sama dengan permainan bingo yang sering kita mainkan, hanya saja yang menarik adalah pemilihan makanan sebelum bingo itu dimulai dan saya juga setuju bahwa pemilihan makanan sebelum permainan ini dimulai lah yang berdasarkan persepsi mereka dalam memilih, sedangkan ketika permainan bingo sudah dimulai, cara permainan ini sama dengan permainan bingo pada umunya, dimana kita meletakkan angka-angka secara acak, lebih tepatnya secara intuisi, bukan persepsi menurut saya. Bagaimana anda dapat menganggap bahwa hal tersebut diatur berdasarkan persepsi?
    terima kasih.😀

    Comment by tanjungandy — May 31, 2013 @ 19:39

  3. makanannnnn !!!!! ahhhh… kebetulan saya nonton acara ini. kapan-kapan permaianan ini sangat perlu harus wajib kita dicoba. ketika membaca post ini saya jadi yakin , ada sesuatu di balik semua makanan dengan geometri. entah dari presepsi, atau bentuk atau memori.kembali ke posting… menarik bagi saya pada saat mereka memilih makan yang mereka sukai. disitu adanya moment bagaimana si makanan terpampang secara buffet dan BERHASIL mengikat para penikmatnya. hingga permainan dimulai dan tepatnya ada disuatu titik mereka memilih makanan yg sama,membuat saya terbahak karena “kok bisa sih doyan itu makanan… dan samaan ” itu jadi pertanyaan.. apakah ada relevanya presepsi mata dengan perut yang lapar?……bagaimana apabila sebelum bermain para pemain diwajibkan untuk memenuhi perutnya. apa yang terjadi ?

    Comment by catrindanik — May 31, 2013 @ 22:32


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: