there’s something about geometry + architecture

May 31, 2013

Permainan Visual Perception pada Horsemanning

Filed under: architecture and other arts,perception — anthyadwita @ 20:37
Tags: ,

Dunia fotografi memang sangat menyenangkan untuk diulik, dengan menggunakan teknik-teknik foto dalam mengatur komposisi dan proporsi dalam sebuah foto bisa dihasilkan sebuah karya yang unik dan brilian. Kali ini saya akan membahas tentang horsemanning, sebuah permainan ilusi dalam foto.  Walau fotonya terkesan agak menyeramkan, namun horsemanning justru menyenangkan dan lucu untuk dilihat dengan berbagai pose karena sebenarnya mudah untuk dilakukan siapa saja. Berikut contoh-contoh fotonya,

large Horsemanning

Horsemanning yang mulai populer pada tahun 1920-an ini namanya diambil dari Headless Horseman, seorang karakter tanpa kepala di “The Legend of Sleepy Hollow.”  lalu pada pertengahan tahun 2011, horsemanning kembali menjadi tren. Horsemanning menggunakan trik ilusi seolah-olah kepala sang model lepas dari badan, untuk menghasilkan foto ini harus dilakukan dalam sebuah teamwork dengan ketepatan angle yang tepat saat mengambil fotonya.

Horsemanning menggunakan permainan optical illusion dalam mengelabui persepsi orang yang melihatnya, sesuai dengan hukum Gestalt mengenai law of continuity. Dalam aplikasi law of continuity, pose horsemanning ini menggunakan tangan sebagai objek yang meneruskan atau menghubungkan antara satu objek sengan objek lainnya agar terlihat seakan masih dalam satu kesatuan objek (kontinu). Dengan begitu persepsi visual kita akan menangkap bahwa objek badan (A) dan kepala temannya (B) merupakan satu kesatuan karena secara refleks, pandangan kita akan bergerak mengikuti alur hubungan antara si badan (A) dan kepala (B) yang dihubungkan oleh tangan. Hal ini membuktikan bahwa hukum Gestalt ternyata bisa diterapkan dalam banyak hal, termasuk seni fotografi dan seni. Ingin mencoba horsemanning ini? Berikut step-step yang mudah dilakukan untuk mendapatkan pose horsemanning:

1. Duduk di sofa, taruh kepala kita ke belakang sampai tidak terlihat dari sudut pandang kamera.

2. Minta teman anda untuk duduk di belakang sofa dan hanya memperlihatkan kepalanya saja.

3. Pegang kepala teman anda solah-olah anda memegang kepala anda sendiri yang lepas dari leher anda.

4. Saatnya mengambil foto! Bisa menggunakan tripod atau self timer agar efek kamera tidak bergoyang-goyang.

Mudah bukan? Selamat mencoba!😀

Sumber referensi:

http://www.horsemanning.com/ (Diakses pada 31 Mei 2013, pukul 20.00)

Sani, Starin. “Creative photo techniques.” Gogirl Magazine, No. 93, Oktober 2012, h. 28.

http://en.wikipedia.org/wiki/Horsemaning (Diakses pada 31 Mei 2013, pukul 20.00)

http://en.wikipedia.org/wiki/Gestalt_psychology (Diakses pada 31 Mei 2013, pukul 20.00)

Sumber gambar:

http://www.horsemanning.com/ (Diakses pada 31 Mei 2013, pukul 20.00)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: