there’s something about geometry + architecture

June 1, 2013

Ruang Dimensi dan Arsitektur

Filed under: contemporary theories — tasyae @ 01:33

Saya menemukan pernyataan yang didapat dari http://parallax.aminus3.com/image/2008-06-29.html yang membahas tentang ruang-ruang dimensi arsitektur mulai dari ke-1 hingga ke-6. Intinya, menurut Esa Laaksonen, ruang-ruang tersebut secara urut berupa garis horizontal, sudut yang terbentuk oleh garis horizontal dan vertikal, ruang terbatas ataupun tidak terbatas, pengalaman menyeluruh, waktu/pergerakan, pemahaman tradisi pembangunan. Namun, jika dikaitkan dengan teori-teori dimensi pada umumnya, ruang dimensi pertama hanya berupa titik. Selanjutnya menjadi garis (memiliki satu sumbu), bidang (memiliki dua sumbu), bangun ruang (memiliki tiga sumbu), tesseract (memiliki empat sumbu), penteract (memiliki lima sumbu), hexeract (memiliki enam sumbu), dan begitu seterusnya. Jika diperhatikan, banyak hal yang berbeda pendapat.

 

Kali ini saya akan mencoba menggabungkan keduanya. Jika ruang dimensi pertama berupa titik, suatu karya arsitektural akan dijadikan titik secara keseluruhan dengan catatan tidak terhubung dengan hal-hal lainnya. Kemudian jika ruang dimensi kedua berupa garis secara horizontal dan vertikal, suatu karya arsitektural akan terlihat datar seperti gambar-gambar 2D pada umumnya. Jika ruang dimensi ketiga berupa ruang baik terbatas maupun tidak, suatu karya arsitektural akan terlihat nyata seperti yang kita lihat secara langsung dengan mata kita. Nah, ketiga ruang dimensi berikutnya ini yang menjadi jebakan. Menurut Rob Bryanton dalam bukunya “Imagining the Tenth Dimension” yang kemudian dibuat cuplikan-cuplikan videonya, kita hanya termasuk objek ruang dimensi ketiga karena kita dapat bergerak bebas hingga ruang dimensi ketiga sehingga untuk ruang-ruang dimensi selanjutnya hanya dapat dibayangkan. Ia pun berpendapat bahwa waktu bukan ruang dimensi, melainkan durasi yang merupakan ruang dimensi keempat. Pengalaman menyeluruh menurut Esa bisa jadi benar karena secara tidak langung terkait dengan durasi. Pengalaman ruang yang dialami akan berjalan satu arah, yaitu durasinya maju. Selanjutnya, ruang dimensi kelima menurut Rob adalah ruang peluang. Jadi, selain apa yang dialami kita saat ini, ternyata ada ruang-ruang lain dengan waktu yang sama tetapi dengan keadaan yang berbeda, misalnya bisa saja karya arsitektur tidak terbangun dalam wujudnya. Kemudian pada ruang dimensi keenam ruang peluang baik di masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan, dapat disinggahi. Hal ini dapat dikaitkan dengan sejarah tradisi pembangunan. Memang agaknya sulit untuk dibayangkan dan tidak sedikit yang tidak mempercayainya. Bagaimana dengan Anda, percaya? Jika ingin mengetahui penjelasan ruang-ruang dimensi lebih lanjut, silakan lihat di http://www.youtube.com/user/10thdim?feature=watch

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: