there’s something about geometry + architecture

March 27, 2014

Unconsiousness

Filed under: Uncategorized — intengumilang @ 18:27

“why there has been such a strong desire to believe in proportion theory ? are we looking at fulfillment of expectations based on “deep structure” of our minds ?” –Peter Blundell Jones

seorang Le Corbusier sang maestro arsitek modernis yang dinilai masih menggunakan prinsip proporsi khas arsitektur klasik pada karyanya Villa Stein, entah secara sadar maupun tidak. Telah menarik perhatian saya untuk mencari tahu apakah kecenderungan manusia untuk memikirkan suatu bentuk berdasarkan kesimetrisannya serta bentuk geometri dasar terlebih dahulu itu benar atau tidak.

Lalu saya memulainya dengan melakukan survey secara acak terhadap 4 orang, dimana saya menyuruh mereka untuk menggambar apapun yang ada didalam pikirannya masing-masing dengan spontanitas.Dengan durasi menggambar tiap orangnya berkisar 10-15 detik.

Image

Image

Image

Image

Dari sini saya melihat ada beberapa tahapan yang mereka lalui dalam menggambar hal random tersebut.Yaitu :

  1.        Menentukan sebuah objek yang berupa titik, bidang, ataupun garis yang menjadi pusat (3 dari 4 membuatnya dengan bentuk geometrikal dasar)
  2.        Menarik garis dari titik pusat sebelumnya
  3.        Menyatukan garis-garis tersebut sehingga menjadi bidang yang sederhana (disini bentuk yang ingin dihadirkan dari pikiran sudah 90% bisa ditebak)
  4.        Memberikan detail.

Dari sini saya teringat oleh bagaimana proses desain denah bangunan klasik bermula dengan menentukan titik-titik yang dijadikan pusat, lalu ditarik garis dengan titik pusat tersebut sebagai acuan, mengkomposisikan proporsi yang dinilai baik, lalu diberikan detail.

Image

Image

Mari berjalan lebih jauh lagi, jikalau kondisi diatas dilakukan dalam keadaan sadar, maka coba kita bandingkan visual apa yang akan muncul dalam pikiran kita jika kita dalam pengaruh zat adiktif.

Seni visual Psychedelic dikenal sebagai karya seni yang dihasilkan oleh seniman dalam pengaruh penggunaan zat adiktif (nge-fly).

Image

Jika dilihat kembali, ada kesamaan karakter dari visual yang terbentuk didalam pikiran dalam kondisi “High” akibat zat adiktif tersebut dengan metode yang mungkin secara “unconscious” kita gunakan dalam kondisi pikiran yang sadar, yakni adanya proporsi dan kesimetrisan yang terbentuk dari penempatan titik pusat sebagai acuan, serta tarikan garis mengacu pada titik pusat tersebut, malahan terlihat lebih kuat.

Image

Apakah tanpa kita sadari kemampuan kita untuk memvisualkan sesuatu dalam pikiran kita itu memang telah di-set untuk selalu berpedoman pada bentuk geometri dasar (titik,garis,bidang), yang didalamnya secara alami kita akan memikirkan kesimetrisan serta proporsinya ? (menganggap bahwa itu semua merupakan pengetahuan universal yang telah kita miliki didalam dunia ide kita, dan menunggu untuk ditemukan)

Atau bisa jadi….

kita mempelajari tahapan visualisasi bentuk geometris itu karena sering melihat apa yang ada disekeliling kita (tanpa bersumber dari dunia ide, melainkan dunia real), sehingga terjadi duplikasi visual secara turun temurun dalam evolusi pikiran kita di berbagai fragmen yang berbeda-beda pada satuan ruang dan waktu ?

Atau mungkin….

Dasar bentuk geometris tersebut kita ketahui karna kita terjebak dalam ruang simulakrum? seperti yang pernah dikemukakan oleh Jean Baudilaard lewat teori Ruang Simulakrumnya, yakni “alam tempat meleburnya realitas dan ilusi diakibatkan oleh fantasi yang diduplikasi, berulang dan berlipat ganda, sehingga batas antara objek nyata dan ilusi semakin tidak jelas lagi.”

hahahahahaha.ini apaan sih

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hiperealitas

http://pregolanforpeace.blogspot.com/2013/01/ruang-simulakrum.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Geometri_Euklides

http://mamansuratmanahmad.wordpress.com/2012/11/02/sekilas-tentang-teori-pengetahuan-plato-dan-aristoteles-2/

materi di kelas Geomet

2 Comments »

  1. Penggunaan contoh visual yang di proyeksikan oleh pikiran manusia untuk post anda ini sudah menarik, tapi saya ragu apakah seni visual psikedelik itu sendiri merepresentasikan dengan akurat apapun visual yang sesungguhnya didapat oleh orang dengan kesadaran yang teralterasi. Menurut saya, yang menarik justru bagaimana perbandingan antara akurasi vs interpretasi seniman seni psikedelik itu sendiri dalam menggambarkan kondisi psikedelia sehingga tercipta karya seni psikedelik yang ikonik dengan spectrum warna yang vibrant dan komposisi yang simetris. Saya tertarik untuk mendengar lebih lanjut tentang seni psikadelik secara lebih mendalam dan mungkin, jika ada, implementasinya terhadap arsitektur.

    Comment by hartsaniya — April 1, 2014 @ 14:58

  2. Titik, garis, dan bidang merupakan bentuk paling dasar yang terdapat pada benda-benda di sekitar kita, baik itu benda buatan manusia atau bahkan benda alam sekalipun. Saat manusia memandang sesuatu dalam waktu yang singkat pun kecenderungannya adalah menyederhanakan bentuk yang dilihatnya menjadi bentuk geometri paling dasar yang ia kenal. Tidak heran jika hal itupun terus berlanjut baik secara sadar maupun tidak sadar.

    Comment by keziaamelia — April 1, 2014 @ 23:06


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: