there’s something about geometry + architecture

March 29, 2014

Arsitek & Instagram: Fotografer Amatir Rasa Profesional

Filed under: Uncategorized — Annisa Dyah Lazuardini @ 23:10

Suatu arsitektur dirancang melalui proses yang di dalamnya mempertimbangkan berbagai aspek, salah satunya adalah estetika. Mempelajari arsitektur berarti juga mempelajari bagaimana menciptakan keindahan. Tujuannya tentu untuk diterapkan kepada rancangannya, tetapi sejauh apa pengetahuannya terhadap ‘menciptakan keindahan’ ini mempengaruhi keseharian seorang arsitek? Pertanyaan ini semakin menggelitik saya saat melihat-lihat akun instagram beberapa arsitek, baik arsitek luar maupun dalam negeri.

Ketika saya lebih lanjut memperhatikan instagram mereka, saya menyadari bahwa ada prinsip proporsi yang dianggap baik dalam ilmu arsitektur terimplementasi pada foto-foto yang mereka unggah. Bila ditilik kembali, akun instagram sebenarnya bukan sekedar untuk ajang pamer foto, namun juga berbagi secara instan apa yang penggunanya rekam melalui kamera handphone atau tablet mereka. Meskipun ada beberapa foto yang diambil melalui kamera profesional, kebanyakan foto adalah foto ‘cepat’ atau tidak direncanakan, sekedar untuk merekam apa yang mereka lihat dan kemudian diunggah; semacam catatan harian visual yang dipublikasikan ke umum.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh foto-foto instagram arsitek dalam dan luar negeri.

 

Image

ImageImage

 

Entah disadari ataupun tidak, baik Julien, Andra, maupun Arthur merekam apa yang mereka lihat dengan komposisi foto yang secara teori dikatakan memiliki estetika yang baik. Prinsip-prinsip keindahan tidak lagi sekedar pengetahuan yang diterapkan pada karya arsitektur mereka namun juga hadir pada kehidupan sehari-hari, dalam hal ini fotografi. Meskipun mereka bukan fotografer dan gadget yang mereka gunakan adalah handphone, foto yang mereka hasilkan tetap terlihat indah karena sebagai arsitek profesional tentunya mereka memiliki pengetahuan mengenai proporsi yang dianggap baik.

 

… Apakah Anda, sengaja ataupun tidak, melakukannya juga?

 

Sumber foto: instagram @juliendesmedt, @andramatin, @arthurcasas

4 Comments »

  1. Menurut saya, hal yang anda paparkan diatas cukup menarik karena “fotografi instagram” diletakkan dalam konteks arsitek sebagai fotografer. Setelah saya amati, foto-foto yang dipost oleh para arsitek tersebut memang baik jika dilihat secara komposisi. Hal ini mengingatkan saya pada pelajaran fotografi yang pernah saya dapat ketika sekolah, dimana sebuah foto yang menarik jarang diambil pada posisi dead-center, melainkan pada off-center karena jika diambil pada posisi dead-center akan mengakibatkan kemonotonan komposisi pada foto tersebut. Mungkin, jika anda coba menghubungkan komposisi typical pada foto-foto arsitek tersebut dengan karya arsitektur yang mereka buat, akan ditemukan sebuah hubungan yang menarik diantara keduanya. Nice post, ADL🙂

    Comment by endahpratiwi02 — March 30, 2014 @ 03:11

  2. postingan ini bikin saya bangga jadi mahasiswa arsitektur hahaha, iya sih seiring berkembangnya socmed yang difokuskan untuk nge-share photo, bakat akan fotografi jadi banyak bermunculan juga, banyak yang amatir tapi hasilnya bisa jadi bagus dari segi proporsi dan sebagainya.dan tidak hanya arsitek (yang kebetulan diajarkan akan ilmu estetika proporsi), banyak juga orang biasa yang mungkin tidak punya background akan ilmu proporsi ini juga menghasilkan karya yang baik.ini membuat saya semakin yakin akan teori arsitoteles yang saya paparkan di postingan saya sebelumnya, bahwa ada kecenderungan alam bawah sadar manusia dimana pengetahuan akan proporsi estetika tersebut telah tertanam didalam dirinya sejak lahir. eh tapi gatau juga sih, hehe, mungkin bisa saja yang awam ini sering melihat contoh dari yang sudah professional kalau baik itu yang seperti ini, jadi aja mereka belajar dari situ.kalo ini benar sepertinya plato sedang tersenyum menang di surga sana haha

    Comment by intengumilang — March 30, 2014 @ 18:20

  3. Menurut saya, cukup menarik ketika post ini meperlihatkan lebih jelas bahwa arsitek-arsitek ini memperhatikan komposisi pada foto-foto yang diambilnya walaupun hanya foto yang diambil secara spontan. Meskipun begitu, apakah iya prinsip-prinsip keindahan yang awalnya pengetahuan itu hadir pada kehidupan sehari-hari atau mereka memang pada awalnya sudah dapat melihat keindahan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang sesuai prinsip yang dimaksud? Mungkin fotografi ini hanya memperjelas bagaimana mereka melihat keadaan yang biasa dilihat sehari-hari.

    Comment by niputudani — April 1, 2014 @ 11:49

  4. Saya sependapat dengan Saudari Putu, mungkinkah ‘keindahan’ di sini berkaitan dengan ‘kejujuran’, sesuatu yang tidak dibuat-buat? Karena sudut pandang yang dihadirkan dalam foto-foto di atas terlihat sangat real, seolah menceritakan bagaimana sang pengambil foto mengalami peristiwa yang ia abadikan tersebut.
    Masih menjadi pertanyaan apakah para arsitek tersebut mengambil foto sebagai murni manusia biasa, atau tetap melakoni perannya sebagai manusia perancang?

    Comment by estherwahyuni01 — April 2, 2014 @ 04:15


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: