there’s something about geometry + architecture

March 30, 2014

Komunitas Berpagar, Upaya utopian mencapai ideal city?

Filed under: ideal cities — M. Naufal Fadhil @ 14:08

Suatu hari saya mengunjungi teman saya yang tinggal di Cibubur. Dari Depok saya menumpangi sekitar 3 angkot hingga sampai di Cibubur Junction. Untuk mencapai rumahnya, saya harus naik angkot sekali lagi dan mulai memfokuskan penglihatan ke luar, takut kalau perumahan tempat tinggalnya kelewatan. Ternyata kunjungan kali ini lebih membingungkan dibandingkan empat tahun sebelumnya. Sudah lebih banyak bermunculan perumahan lainnya yang menggoyahkan iman saya untuk berhenti di depannya. Hingga akhirnya saya membaca tulisan nama perumahan yang tepat di gerbangnya setelah gerbang yang ke sekian.

Perjalanan belum berakhir. Dari “Gerbang pertama” yang tidak dijaga ini, saya kemudian berjalan menelusuri jalan yang perlahan mulai sepi, belok kiri, dan menemui “Gerbang Kedua”. Disana ada seorang satpam yang berjaga dan saya hanya menganggukkan kepala padanya. Merasa diberi hormat, ia hanya tersenyum dan saya melanjutkan perjalanan. Kemudian, saya berjalan lagi dan belok ke kanan, hingga akhirnya menemukan lagi “Gerbang terakhir” tanpa penjaga, isinya Cuma beberapa rumah saja dengan ukuran yang lebih besar. Ya, penjaganya adalah teman saya, seperti langsung disambut oleh seorang raja sambil berkata “Welcome to My Kingdom”.

Seperti cerita saya tadi, komunitas berpagar atau Gated Community baik single gate atau double gate atau bahkan triple gate telah menjamur di kota – kota kita. Menjadi pertanyaan saya, apakah komunitas ini adalah upaya utopian masa kini yang hadir akibat kondisi tidak ideal di kotanya?

Raymond Ruyer dalam bukunya L’utopie et les utopies (Utopia dan utopian) berpendapat bahwa utopian menggambarkan dunia ke dalam kesatuan karakteristik yang sama. Tak disangka, karakter yg disebutkan oleh Ruyer dalam bukunya tersebut cukup mendekati kaum Gated Community masa kini.

  1. Pagar. Utopian tinggal di dunia tertutup. Mereka membutuhkan lingkupan ini untuk menjaga dunia impian mereka tetap terjaga. Dalam buku 1st edition of Thomas More’s Utopia, More menggambarkan Utopianya di sebuah pulau terpisah dan benteng yang detail. (Gambar 1)Image
  1. Berlawan dari sekitarnya. Jika sekitarnya hitam, dia putih. Jika sekitarnya chaotic, ia harus tampil rapi dan teratur
  1. Homogen. Semua yang ada di dalamnya arus sama, terkait fisik maupun budaya (perilaku).
  1. Aturan yang ketat.
  2. Harmoni dan Geometri. Utopia terbentuk melalui keharmonisan yang dibangun oleh geometri. Dalam hal ini peran arsitektur dan tata kota sangat penting dalam membentuk utopia. Keteraturan bentuk dan moral tercipta di dalam konsep utopia yang terkadang dibesar – besarkan oleh pengembang gated community dan menjadi daya tarik utopian masa kini untuk tinggal di dalamnya.
  1. Ketetapan. Dan yang terakhir, utopia adalah dunia yang tetap. Istilah tetap disini dapat berupa ketetapan spasial dan ketetapan pemikiran.
Image

Gambar 2. Munculnya Gated Community di tengah kota sepertinya bertujuan untuk menghadirkan ideal city ditengah ketidakteraturan dan ketidakamanan kota

Bagaimana menurut anda? Apakah Gated Community merupakan konsep utopia masa kini?

Apakah Gated Community memang benar ideal?

Kasus ini mengingatkan saya kembali pada serial SpongeBob Square Pants “Squidville”. Apakah keteraturan (Gated Community) itu ideal? atau malah ketidak teraturan yang ideal?

Selamat Menyaksikan dan selamat berkomentar😀

 

Sumber :

http://speculativeheresy.wordpress.com/2009/01/21/343/

http://affordablehousinginstitute.org/blogs/za/?p=25

http://www.staff.uni-mainz.de/glasze/Abstracts_Papers_Paris_2007/Perrin.pdf

2 Comments »

  1. mungkin ketika ditanya apakah gated community merupakan suatu bentuk ideal, tergantung pada siapa anda bertanya. Kecenderungan mengatakan gated community merupakan suatu yang ideal mungkin bagi orang-orang yang hidup di dalamnya.
    Postingan anda mengingatkan saya terhadap project 2 perancangan arsitektur 3. single/double/triple gate, atau yang saya sebut proteksi berlayer merupakan hal yang lazim untuk kawasan yang memang sengaja dibuat eksklusif. untuk apa? benar memang untuk menjaga agar yang dalam tetap di dalam, dan yang di luar harus diseleksi untuk masuk ke dalam.
    gated community memang akan menjadi ideal bila apa yang ada di dalamnya sudah sangat terfasilitasi. tapi kembali lagi kepada hakikat manusia yang selalu membutuhkan manusia lainnya di luar golongan mereka. Bila gated community memang benar-benar diterapkan sehingga memutus hubungan dengan ruang luarnya, yakinkah apa mereka masih bisa hidup?

    Comment by amaliaputriayuichlasiaty — March 30, 2014 @ 20:12

  2. Pengamatan yang cukup menarik, saya setuju bahwa gated community ini mungkin bisa menciptakan gaya hidup yang “ideal” namun hanya bagi orang yang tinggal didalamnya. Berhubungan dengan pendapat saudari amalia, menurut saya gated community justru memutuskan hubungan penghuni didalamnya dengan yang diluar (yang tidak teratur). Justru hal ini berpotensi menciptakan kelas-kelas dalam kehidupan yang bermasyarakat yang nantinya berpotensi untuk saling bergesekan.
    Bila kembali pada jaman dulu, ketika kerajaan dibuat dengan prinsip “gated community” ini bertujuan agar kerajaannya terlindung dari musuh yang dapat menyerang dari luar. Apabila dihubungkan dengan gated community masa kini, dapat diasumsikan bahwa penghuni yang tinggal dalam gated community melindungi dirinya sendiri dengan kondisi luar yang tampak tidak teratur. Tentunya gaya hidup ini tidak sehat, mengingat relasi yang dimiliki penghuni akan sangat terbatas dengan hanya orang yang tinggal didalam dan potensi munculnya sentimen negatif dari orang luar ke dalam.

    Comment by myrnaivana — March 31, 2014 @ 18:22


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: