there’s something about geometry + architecture

March 30, 2014

Medieval Torture Machine formed by simple Geometrical Forms and Objects

Filed under: Uncategorized — Adriansyah Harry @ 15:11

Torture machine atau alat penyiksa merupakan alat – alat yang digunakan pada abad pertengahan (abad 5 sampai 15-an), di mana teknologi pada saat itu belum berkembang, digunakan untuk menghukum dan menyiksa korbannya yang dijatuhi hukuman siksa hingga hukuman mati. Pada abad pertengahan ini, penyiksaan pada korban tidak dilihat sebagai tindakan barbaric dan kejam, tetapi dapat dilihat dari sisi artistik di mana ada passion didalamnya.

 

Dalam bukunya “A History of Torture in England (1975),” L.A. Parry menjelaskan fenomena aneh ini:

“…What strikes us most in considering the mediaeval tortures, is not so much their diabolical barbarity … as the extraordinary variety, and what may be termed the artistic skill, they displayed. They represent a condition of thought in which men had pondered long and carefully on all the forms of suffering, had compared and combined the different kinds of torture, till they had become the most consummate masters of their art, had expended on the subject all the resources of the utmost ingenuity, and had pursued it with the ardour of a passion.”

 

Pada saat itu, torture machine menggunakan benda dan bentuk geometris sederhana untuk digunakan saat menyiksa korbannya. bentuk geometris digunakan/masih digunakan karena pada abad ini, pemikiran manusia masih belum terlalu jauh sehingga mengambil bentuk dasar sederhana namun mematikan dibuat oleh sang arsitek. Berikut torture machine yang dibuat menggunakan dasar geometris.

 

  1. Impalement

Slide3281

Impalement merupakan teknik penyiksaan/pembunuhan dengan menusuk tubuh manusia sapai tembus. Alat ini merupakan favorit Vlad the Impaler pada abad ke-15. Pertama kali digunakan di Romania, konon Vlad sering menghukum korban sambil menikmati makan siangnya. Impalement menggunakan form geometris dasar kerucut, diambil dari sisi runcing kerucut yang dapat melukai anggota tubuh.

 

  1. The Neck Torture

2

Alat ini digunakan untuk menyiksa korbannya. penggunaan alat ini dipasang pada leher, dengan jarum – jarum yang menusuk leher korban, sehingga korban tidak dapat bergerak dengan nyaman bahkan untuk baring sekalipun. Alat ini menggunakan shape dasar lingkaran mengikuti bentuk leher.

 

  1. Judas Chair

3 3.5

Judas Chair merupakan alat untuk menyiksa korban/pelaku kriminal (mungkin pelaku homosexual atau prostitusi) dengan menusuk daerah tengah manusia dan diikat dengan tali untuk diturunkan secara perlahan (ouch). Pelaku kriminal ini akan dipermalukan saat disiksa, dimana sang pengeksekusi melakukan tugasnya. Bentuk dasar alat ini mirip dengan impalement, hanya saja benuk dasar yang digunakan merupakan limas segitiga dengan sisi yang melebar ke bawah, tentunya dengan tujuan siksaan secara perlahan.

 

  1. Spanish Donkey

4.5 4

Seperti namanya, Spanish Donkey pertama kali digunakan di Spanyol pada abad pertengahan. Alat ini digunakan untuk menyiksa korbannya dengan cara dinaikkan di sisi segitiga dudukan, dan pada kakinya diberi pemberat, sehingga bagian tubuh bawahnya akan tertarik turun menyakiti daerah tengah manusia. Bentuk dasar alat ini merupakan prisma sederhana dengan menambahkan kaki pada prisma seperti kursi dan meja.

 

  1. Lead Sprinkler

5

Alat ini adalah alat penyiksa paling sederhana daripada alat lainnya. Bentuknya seperti tongkat biasa dengan penampang bola diujungnya. Penggunaannya sama dengan tempat garam dan merica pada restoran, yakni dengan ditaburi. Alat ini digunakan dengan cara mengisi bagian bola dengan air panas, lelehan metal, tar panas, dsb dan di tetesi di bagian perut korban. Bentuknya sangat jelas terdiri dari bentuk dasar bola dan tabung.

 

  1. The Head Crucher

 6

Sesuai dengan namanya, Head Crusher adalah alat untuk menghancurkan kepala korban. Alat ini digunakan untuk menhancurkan tengkorak, mendislokasikan rahang, melepas gigi, dan meremukkan kepala korban. Alat ini digunakan untuk menghukum mati korbannya. Terdapat 2 sistem yang bekerja pada alat ini, yakni; sistem skrup dan tekanan. Alat ini mengambil bentuk dasar setengah bola, menyesuaikan dengan fungsinya yang digunakan pada kepala korban.

 

Jadi, pada abad pertengahan, bentuk geometris sudah digunakan dan dengan tujuan yang berbeda dengan biasanya. Tidak selamanya bentuk geometris itu memberikan kenyamanan bagi user, tetapi ada sisi lain dari bentuk geometris sederhana ini yang dapat disalahgunakan penggunaannya.

 

Sumber:

 

http://www.lordsandladies.org/middle-ages-torture.htm

http://www.f-lohmueller.de/pov_tut/basic/povtuto5.htm

http://www.oddee.com/item_96596.aspx

http://list25.com/25-most-brutal-torture-techniques-ever-devised/?view=all

http://listverse.com/2009/07/20/top-10-gruesome-medieval-torture-devices/

http://www.bdonline.co.uk/architecture-students-told-to-design-torture-device/3105510.article

http://history.howstuffworks.com/history-vs-myth/10-medieval-torture-devices.htm#page=0

 

3 Comments »

  1. Setelah melihat beberapa jenis dari torture machine diatas muncul pertanyaan apakah sebenarnya bentuk-bentuk geometri seperti diatas lahir dari tubuh manusia sendiri (melihat subjeknya manusia)? Dan untuk object lead sprinkler kenapa harus berbentuk dasar bola dan tabung? kenapa tidak berbentuk kubus, limas, hexagon,dll sebagainya?

    Comment by fariz hirzan — March 30, 2014 @ 16:10

  2. nah itu, sebenarnya kan alat siksa itu diliat dari tubuh manusianya dulu, kemudian bentuk geometris ini muncul dari bentuk geometris yang mengikuti bentuk tubuh, misal head crusher, bentuknya kan dari kepala, maka nantinya bentuknya akan berbentuk kepala manusia….
    masih kurang ngerti sih kenapa bisa munculnya bentuk geometris sederhana, misal judas chair, apa hubungannya gitu limas segitiga ama bagian tengan manusia…..

    Comment by Adriansyah Harry — March 30, 2014 @ 16:22

  3. wah sangat menarik. hahaha, alat2 ini ditemukan di era arsitektur klasik sedang berkibar bukan ? sejalan dengan era teori euclidean geometry pada saat itu, jadi kepikiran mungkin pada era arsitektur klasik bentuk bangunannya jarang ada yang se”dingin” arsitektur modernis. dimana euclidean geometry menjadi sumber inspirasi arsitek pada era baru itu (corbu, frank lloyd,dsb) ditonjolkan seutuhnya
    sedangkan pada era klasik bentuk2 itu tetap ada, tapi sengaja ditutupi oleh ornamen dimana-mana. karna mungkin bentuk2 itu akan memberikan memori atau impression yang buruk kepada masyarakat era klasik akan bentuk alat penyiksaan itu hahaha

    Comment by intengumilang — March 30, 2014 @ 17:50


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: