there’s something about geometry + architecture

March 30, 2014

Rethink : Golden Ratio

Filed under: Uncategorized — luthfianishabrina @ 10:40

“Without mathematics there is no art,” Luca Pacioli, pengarang buku “The Divine Proportion.”

Saat mendengar istilah matematika dalam kutipan Luca Pacioli di atas mungkin sebagian besar dari anda segera teringat akan teori Golden Ratio dan bilangan Fibonacci .

Golden Ratio merupakan angka (Φ = 1.618033989) yang dipercaya oleh paraAncient Greek sebagai sebuah rasio yang menghasilkan kenyamanan mata dalam melihat suatu bentuk. Selama bertahun-tahun golden ratio dikatakan telah hadir dalam beragam karya seni maupun arsitektur, dan dipercaya memberikan tampilan komposisi yang natural terhadap sebuah karya.

Namun, bagaimana jika Golden Ratio tidak selalu berada di belakang karya-karya ternama dan tidak pula melandasi proporsi dari objek-objek alam yang jika ditinjau ulang sangat lah rumit dan beragam bentuknya.

Menurut Markowsky (1992) “…Generally, its mathematical properties are correctly stated, but much of what is presented about it in art, architecture, literature and esthetics is false or seriously misleading.”

Mengacu pada Markowsky (1992) dan Fischler (1981), nampaknya memang belum ada standar untuk memperoleh pengukuran dari sebuah karya seni. Seringkali sebuah karya seni dipilih untuk di‘bingkai’kan secara Golden Ratiohanya untuk mengesankan bahwa sang artis telah menggunakan pendekatan Φ . Markowsky mencontohkan salah satu karya seni yang secara sembarangan ditetapkan menggunakan Golden Rectangle adalah lukisan St. Jerome karya Leonardo da Vinci.

Secara sederhana terlihat bahwa usaha untuk menyesuaikan Golden Rectangleke dalam lukisan tersebut sedikit memaksa hingga ‘mengorbankan’ sebagian lengan Jerome berada di luar rectangle.

 

Image

 

Berbagai sumber menyatakan bahwa golden ratio juga terdapat pada seashell, tetapi jika ditinjau ulang mungkin saja tidak. Tahun 1999, dilakukan pengukuran dengan pendekatan millimeter terdekat dan didapatkan rasio dengan range mulai dari 1.24 – 1.43 dan rata-rata ukuran yang diperoleh adalah 1.33 angka yang cukup jauh dari 1.618 dan jikapun ada seashell dengan rasio sedemikian, akan tergolong langka dan bukan tipikal.

Pada akhirnya tujuan dari artikel ini bukanlah untuk menghakimi golden ratio tapi sebagai pemicu untuk berpikir kembali mengenai sesuatu yang telah dianggap baik bagi sebagian orang. saya sendiri meyakini bahwa seni cukup berkaitan dengan matematika sehingga akan ada banyak kemungkinan teori matematis yang dapat mendukung seni dan bahkan arsitektur, sehingga dari sekian banyaknya teori mengapa harus Golden Ratio dan Fibonacci?

 

 

sumber :

http://www.phimatrix.com/design-composition-golden-ratio/

http://www.sonoma.edu/math/faculty/falbo/cmj123-134

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: