there’s something about geometry + architecture

March 31, 2014

Geometri : Sederhana dan Kompleks

Filed under: Uncategorized — Gita Andriani @ 14:53

Setelah melalui beberapa kelas Geometri, saya menangkap adanya perubahan yang cukup signifikan terhadap penggunaan bentuk-bentuk geometri dalam mendesain. Jika dilihat secara kasat mata, susunan bentuk geometri hari ini semakin kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Bangunan simetris yang dulu menjadi hal favorit para arsitek, sekarang mulai berganti. Penggunaan pilar-pilar yang memberikan efek bangunan terlihat “berat” juga sudah mulai ditinggalkan.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah perubahan susunan geometri yang semakin kompleks dalam sebuah bangunan akan memberikan “rasa” yang juga berbeda ketika manusia berada di dalamnya? Dalam artikel ini, saya akan coba membandingkan Venturi House dengan Nestlé Chocolate Museum.

Venturi House & Nestlé Chocolate Museum

Venturi House & Nestlé Chocolate Museum

Berdasarkan beberapa foto yang ditampilkan, dari sisi exterior bangunan, Venturi House memiliki figur yang lebih mudah ditangkap jika dibandingkan dengan Nestlé Museum. Hal tersebut terasa pula ketika melihat interior bangunan. Walaupun menggunakan warna yang sama, mayoritas putih, Venturi House terlihat lebih sederhana. Masih tampak jelas perbedaan antara lantai, dinding, dan atap. Sedikit berbeda dengan Nestlé Museum yang lebih banyak bermain komposisi bidang geometri. Lantai, dinding, dan atap seperti menyatu menjadi sebuah bidang yang dilipat-lipat. Hal ini sangat dipengaruhi kembali kepada bentuk luar bangunan.

Ketika mencoba membayangkan berada di dalam kedua bangunan tersebut dan bertanya kepada beberapa teman, mayoritas menanggapi bahwa ruang yang tercipta dari bentuk eksterior Nestlé Museum lebih dinamis dan playful sehingga menghasilkan “rasa” ruang yang tidak membosankan. Dari sini saya menyimpulkan peranan bentuk geometri pada sebuah bangunan, turut serta memberikan efek yang cukup besar terhadap ruang yang tercipta di dalamnya. Semakin kompleks susunannya, maka interiornya pun akan memberikan “rasa” yang lebih beragam.

 

 

Referensi

ArchDaily, Team. 2009. Nestlé Chocolate Museum/Rojkind Arquitectos. ArchDaily. http://www.archdaily.com/28509/nestle-chocolate-museum-rojkind-arquitectos/> Diakses 22 Maret 2014.

Perez, Adelyn. 2010. AD Classics: Vanna Venturi House/Robert Venturi. ArchDaily. <http://www.archdaily.com/62743/ad-classics-vanna-venturi-house-robert-venturi/&gt; Diakses 22 Maret 2014.

1 Comment »

  1. Pembahasan ini sangat menarik, akan tetapi bisa kah saya ketahui apa yang Anda maksud dengan sederhana dan komplek dalam pembahasan ini? Hal ini akan membantu saya memahami pembahasan yang Anda jabarkan, mengingat jika anda tidak membatasi definisi kedua hal tersebut maka pemahaman tiap orang mengenai ‘sederhana’ & ‘kompleks’ akan menjadi sangat relatif berbeda🙂

    Terima kasih

    Comment by sriwulandariarsui2010 — April 1, 2014 @ 23:39


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: