there’s something about geometry + architecture

March 31, 2014

Grid, pada Komik dan Arsitektur

Filed under: everyday geometry,Uncategorized — anwarbahir @ 00:59

Didalam desain, grid merupakan struktur berupa garis vertikal, horizontal, dan diagonal yang saling berpotongan. grid digunakan sebagai pola dasar dalam penyusunan sesuatu, karena dengan penggunaan grid sebuah desain lebih mudah diatur, lebih efisien dalam pengerjaannya, dan terlihat proporsional.

Didalam arsitektur grid seringkali digunakan didalam sebuah denah bangunan ataupun, masterplan rancangan kawasan, atau kota, karena dengan penggunaan grid para perancang melihat bahwa banyak keuntungan didalamnya, yaitu dalam hal efisiensi,  ekonomi, fleksibilitas, adaptif, sustainabilitas, penetuan titik lokasi dan akses.

ImageImage

Ternyata grid juga digunakan didalam sebuah komik, kotak-kotak yang memisahkan antara gambar didalam komik tidak dibentuk secara asal, akan tetapi terdapat pola grid yang teratur dan proporsional didalamnya.

Image

Contohnya adalah komik The Avengers berikut ini, sekilas terlihat bahwa gambar komik diatas terdiri dari persegi-persegi dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, akan tetapi saat setiap garis garis tersebut dibandingkan

Image

Tiap persegi terlihat memiliki proporsi yang teratur, terdapat perbandingan jumlah persegi antar satu persegi dengan persegi lainnya. Selain memisahkan antar gambar fungsi utama dari grid pada komik adalah, tetapi juga sebagai sebuah sistem yang menuntun bagaimana pembaca dapat melihat halaman komik secara benar, Dari kiri kekanan, lalu kebawah, sehingga pembaca dapat melihat dan mengerti isi dari komik tersebut.

Image

Terlihat terdapat kesamaan fungsi dan tujuan penggunaan grid dalam komik ataupun desain denah bangunan arsitektur, yaitu untuk memudahkan seseorang yang membuat menempatkan objek-objek, dan juga agar seseorang yang melihatnya mudah dalam membaca, mengetahui letak objek-objek tersebut, dan mengerti keterhubungannya

Akan tetapi terdapat perbedaan mendasar dalam penggunaannya, sebuah komik akan selalu digunakan dengan cara dilihat dari atas, dan sebuah arsitektur hanya dilihat dari atas oleh para arsitek (mungkin juga Tuhan), dalam fungsi utamanya sebuah arsitektur akan langsung dirasakan didalamnya

Sehingga munculah pertanyaan, apakah tepat sebuah arsitektur dibuat berdasarkan grid ? bukankah pola grid tidak dapat dirasakan secara keruangan ?

manfaat apa yang dapat diambil jika sebuah desain hanya dapat dirasakan manfaatnya oleh sebagian orang ?

 

sumber :

http://mediacommons.futureofthebook.org/tne/pieces/life-grid-comics-and-everyday

http://www.smashingmagazine.com/2007/04/14/designing-with-grid-based-approach/

 

sumber foto :

http://www.komar.de/fileadmin/media/Fototapeten_Bilder/8-427_Marvel_Comic_Heroes_hd

 

 

 

6 Comments »

  1. nice post

    menurut saya memang benar grid itu mempermudah untuk mengatur suatu hal dan menempatkan suatu objek, dan mengelompokkan sesuatu
    tentunya dengan proporsi yang berbeda-beda, tergantung mana yang utama dan bukan,

    mengenai apakah fungsi grid tepat jika digunakan untuk arsitektur yang dirasakan secara meruang
    saya mencoba berpendapat
    menurut saya hal tersebut bisa saja terjadi, ketika kita ada di suatu kota yang polanya grid tentunya akan mudah untuk menemukan letak sesuatu karena semuanya telah di atur sedemikian rupa, mungkin itu salah satu manfaat keruangannya.

    Comment by Nana Sebastian — April 1, 2014 @ 00:49

  2. Post yang menarik ..

    Memang sistem grid merupakan hal yang lazim digunakan sekarang, mulai dari me-layout/ “array” (jika dalam istilah AutoCAD), perencanaan kota, bahkan dalam menyusun komik. Menurut saya, karena semuanya mempunyai sudut 90 derajat, sehingga antara objek yang satu dan objek lainnya bisa disusun meskipun mempunyai proporsi dan ukuran yang berbeda. Meskipun sering terjadi kemonotonan, maka objek (arsitektur) nya yang berperan untuk mengurangi kemonotonan dengan mengisi ruang yang terbentuk dari grid tersebut.

    Comment by albertchandra93 — April 1, 2014 @ 09:16

  3. Pengamatan yang menarik.
    Akan tetapi muncul kembali pertanyaan dari saya, apakah pola grid pada kota dan arsitektur tidak dapat dirasakan secara arsitektur?
    mungkin akan lebih lengkap jika anda membahas keruangan dalam postingan anda, mencantumkan foto – foto ruang kota yg berpola grid secara denahnya. sehingga bisa dibandingkan apakah ruangnya bisa dirasakan atau tidak.

    menurut pendapat saya, baik kota yang grid maupun yang terjadi begitu saja seperti kota di indonesia pada umumnya, keduanya memiliki kualitas ruang yang berbeda. mendukung pendapat albert, mungkin pola grid ini justru memunculkan ruang yang monoton karena di kota yang polanya grid semua jalan dan blok hampir sama bentuknya, bukan tidak memunculkan pengalaman ruang sama sekali.

    nah dalam hal ini benar sekali, menurut saya arsitektur maupun sign lainnya yang berperan membentuk pengalaman di tempat grid tersebut.

    Comment by M. Naufal Fadhil — April 1, 2014 @ 12:06

  4. terima kasih atas tanggapannya, apa yang mau saya poin out dalam pertanyaan “apakah tepat sebuah arsitektur dibuat berdasarkan grid ?” bukan ada tidaknya pengalaman ruang didalam sebuah arsitektur yang didasari oleh grid.yang mau saya kemukakan adalah apakah grid memiliki dampak positif terhadap kegiatan manusia didalamnya, bukankah hal tersebut merupakan peran dari sebuah arsitektur.

    saya setuju dengan bagaimana suatu posisi mudah untuk ditentukan apabila menggunakan grid, dan mungkin instalasi utilitas, akses, dan seabgainya akan menjadi lebih mudah pula. akan tetapi hal-hal tersebut merupakan hal teknis dari sebuah perancangan arsitektur. terdapat hal-hal penting lain diluar itu, salah satunya adalah ke”poetic’an sebuah space, dapat berupa budaya, dan kultur. dimana sebuah ruang dimaknai (place) didalamnya sebagai ruang berkegiatan.

    dengan penggunaan grid ruang-ruang yang terbentuk menjadi sangat monoton, menyamakan semua ruang, meratakan semua kontur, semua kotak, semua mirip, dan terlihat sama. seakan-akan kita berada didalam mesin yang hanya menjunjung tingginya tingkat efisiensi.

    Comment by anwarbahir — April 1, 2014 @ 21:39

  5. Lantas apakah grid tidak dapat mencapai hal itu (Poetic yg anda maksud)? dia kan sebuah karakter yang juga bisa membentuk suatu place. dengan karakternya yang mudah dipahami, dan utilitas yang anda maksud tadi juga akhirnya dapat membentuk karakter, pembeda dengan kota lainnya.

    Menurut saya, kembali lagi ke tujuan grid. jika grid ternyata ditujukan untuk menjadi karakter kota sebuah negara, jika grid ternyata sesuai dengan kultur setempat, bukankah ia telah berperan positif? bukankah masyarakat membentuk kotanya dan kotanya membentuk masyarakat itu sendiri? berarti grid bisa jadi place sebagian orang yang telah jauh lebih mengenal grid dari kita, mungkin seperti itu.

    Comment by M. Naufal Fadhil — April 1, 2014 @ 22:48

  6. ada atau tidak ke”poetic”an didalam sebuah grid sulit untuk diidentifikasi, karena tiap space yang didalamnya terdapat kegiatan akan selalu memiliki “meaning”.

    tapi hal yang menurut saya lebih penting adalah, apakah sebuah ke”poetic”an bangunan menjadi hal yang sebelumnya dipertimbangan dalam merancang sebuah arsitektur dengan menggunakan grid. apakah konteks manusia menjadi faktor dalam merancang melalui grid ? apakah konteks budaya dan kultur menjadi pertimbangan melalui grid ?

    atau, grid hanya sebagai sistem yang mempermudah tatanan arsitektur sehingga mudah dalam menginjeksi sistem yang bersifat teknis ? tidak ada pertimbangan faktor manusia didalamnya ?

    Comment by anwarbahir — April 1, 2014 @ 23:57


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: