there’s something about geometry + architecture

March 31, 2014

Kecantikan dan Golden Ratio

Filed under: Uncategorized — nabilaardhani @ 22:18

Golden ratio, telah dikenal berabad-abad sebagai suatu bentuk proporsi yang baik untuk mencapai nilai estetik.

The connection between proportions and good looks has generated a lot of discussion in science because of an accidental occurrence: the shapes that we see in the design of books, paintings and edifices are approximated by a rectangle shaped such that its L/H is equal to the ‘golden ratio’ φ = (1 + 51/2)/2 = 1.618. The φ number is the result of dividing a segment into two segments (L + H) such that (L + H)/L = L/H.

(Adrian Bejan, 2009)

Nilai 1.618 ini lah, disebut phi, yang dipercaya mengandung nilai kecantikan yang banyak dapat ditemukan di alam. Kemudian bagaimana jika kita melihat dari objek terdekat, yaitu wajah manusia? Wajah manusia paling banyak dibicarakan mengenai “cantik” atau “tidak cantik” sehingga dapat menjadi pertanyaan besar, apakah wajah yang disebut cantik mengandung nilai 1,618 ini?

 

Beberapa mahasiswa di Universitas Toronto melakukan percobaan untuk membandingkan nilai kecantikan pada wajah wanita.

Example of faces with different length and width ratios; faces with an average length or width ratio are framed in black. Credit: Image courtesy of University of Toronto

Example of faces with different length and width ratios; faces with an average length or width ratio are framed in black.
Credit: Image courtesy of University of Toronto

  • Barisan gambar wajah diatas merupakan rasio nilai wajah secara vertikal, dan wajah yang dianggap cantik memiliki rasio 36%
  • Barisan gambar wajah dibawahnya merupakan rasio nilai wajah secara horizontal, dan wajah yang dianggap cantik memiliki rasio 46%

Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa golden ratio juga ditemukan pada pengukuran wajah manusia yang dianggap cantik. Walaupun menurut saya, kecantikan adalah sesuatu yang normatif, akan tetapi angka ini juga banyak ditemukan pada wajah dengan kecantikan yang dianggap rata-rata.

Metode penghitungan golden rati0 ini dapat dilihat dengan jelas pada video ini: [http://youtu.be/kKWV-uU_SoI].

 

Sumber:

  1. Bejan, Adrian.  Int. J. of Design & Nature and Ecodynamics. Vol. 4, No. 2 (2009) 97–104
  2. University of Toronto. (2009, December 17). New ‘golden ratios’ for female facial beauty. ScienceDaily. Retrieved March 31, 2014 from http://www.sciencedaily.com/releases/2009/12/091216144141.htm
  3. http://esciencenews.com/articles/2009/12/16/researchers.discover.new.golden.ratios.female.facial.beauty

2 Comments »

  1. Golden Ratio pada wajah manusia memang merupakan salah satu cara yang diterapkan untuk membuktikan suatu Keindahan. Namun, satu hal yang menarik perhatian saya yaitu, kecantikan sebenarnya merupakan hal yang relatif. Setiap orang memiliki persepsi atau pengalaman yang membentuk pandangannya dalam mengartikan keindahan atau kecantikan itu sendiri. Misalnya, sebagian penduduk di Mauritania, Afrika Selatan yang mempunyai pandangan bahwa wanita yang gemuk merupakan wanita cantik. Secara otomatis, wanita gemuk memiliki perbandingan wajah yang tidak sama dengan wanita normal lainnya, dibuktikan dengan pipi yang besar menurut mereka merupakan suatu kecantikan. Contoh lain, yaitu wanita berleher panjang di Thailand yang penduduknya menganggap bahwa wanita yang memiliki leher yang panjang adalah wanita yang cantik. Semakin panjang leher wanita itu, semakin cantik pula dia. Pada akhirnya, keindahan dan kecantikan itu sendiri tetap berasal dari masing-masing pribadi manusia yang memiliki persepsi berbeda-beda, walaupun penerapan Golden Ratio ini dapat membuktikan suatu keindahan pada wajah manusia.

    Comment by brigittamartha — April 1, 2014 @ 01:27

  2. Golden ratio itu dicapai dalam kondisi sadar atau tidak sadar pun masih banyak yang mempertanyakannya. Mungkin saat seseorang dianggap cantik bagi kebanyakan orang, merupakan salah satu kondisi di mana kita di alam bawah sadar kita menyadari adanya golden ratio tersebut.

    Comment by keziaamelia — April 1, 2014 @ 23:42


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: