there’s something about geometry + architecture

April 1, 2014

Bentuk Euclidian dalam Action Figure

Filed under: Uncategorized — Nana Sebastian @ 00:27

Seringkali saya melihat sebuah komunitas yang sangat menyukai dunia action figures, yang merupakan sebuah hobby pada jaman sekarang ini. Menurut rad dalam artikel yang ia tulis dalam situs la-lights(2008) ia mengatakan bahwa action figures merupakan replika dari karakter dari tokoh komik, program televisi, animasi, dan lain sebagainya dalam bentuk mainan yang dapat diatur posenya. Salah satu hal yang membuat hobby ini begitu banyak diminati orang-orang terutama karena detail kemiripan dengan tokoh aslinya dan artikulasi dari action figure tersebut, semakin banyak artikulasinya dan semakin mirip dengan karakter aslinya semakin keren dan tentunya mahal. Action Figures pun dianggap sebagai benda seni yang biasa digunakan untuk pajangan di rumah, menjadi hiasan di lemari kaca.

Action figure dengan detail dan beragam pose

Action figure dengan detail dan beragam pose

Menyusuri sejarah booming nya action figures ini pertama kali digunakan oleh hasbro, perusahaan yang memproduksi mainan, untuk memasarkan produk replika G.I JOE pada tahun 1964 dengan ukuran 11,5 inchi. Berselang 3 tahun, pada tahun 1967 produk action figure mulai menuai sukses dipasaran dengan membuat tokoh dari film starwars, pada masa ini menuai sukses dan memuncul skala-skala yang lebih kecil pada action figures dengan ukuran 3,75 inchi. Pada tahun 1980 mulai bermunculan action figure robot dari jepang yakni gundam dan di US dengan robot transformersnya (rad, 2008)

Menurut saya, kesuksesan action figures yang sekarang dianggap sebagai barang seni ini ditunjang oleh kemiripan detail dan artikulasi yang membuat mainan ini begitu mirip dengan karakter yang ada di film.  Dalam artikel ini saya akan mencoba membahas hal tersebut, terutama artikulasi, terkait dengan bentuk-bentuk euclidian.

20140331_225124

action figure ini dapat dipose dengan berbagai macam gaya karena memiliki artikulasi yang cukup baik. Saya akan mencoba sedikit mengulasnya. Sama seperti manusia action figure ini memiliki sendi-sendi yang dapat membuatnya dapat berpose dengan baik seperti tokoh di film.

1

pada bagian pergelangan tangan menggunakan bentuk bola untuk mendapatkan artikulasi yang dapat berputar dengan luwes, pemilihan bentuk bola dikarenakan sifat dari permukaan bola yang memungkinkan terjadinya pergerakan memutar. pada bagian siku menggunakan sendi dengan bentuk silinder dengan engsel ditengah untuk menghasilkan gerakan menekuk.

 

20140331_225401

persendian pada bagian kepala juga menggunakan bentuk bola untuk menghasilkan gerakan memutar

 

20140331_225330

pada bagian lutut serupa dengan menggunakan dua buah silinder yang di hubungkan dengan engsel di tengahnya untuk mendapatkan gerakan menekuk.

20140331_225523

 

Pada bagian pergelangan kaki menggunakan bentuk bola untuk mendapatkan gerakan memutar, sedangkan bagian telapak kaki menggunakan bentuk silnder untuk menghasilkan gerak naik turun. Berdasarkan beberapa foto diatas cukup menjelaskan bahwa bentuk-bentuk euclidian yang digunakan termasuk platonic solid yang tidak bersudut untuk menghasilkan pergerakan sendi yang bagus dan tidak kaku. bentuk-bentuk yang umum digunakan adalah silinder dan bola.

 

 

Sumber :

Catatan kelas geometri

http://popsculpturebook.blogspot.com/ di akses 27 maret 2014 , 21:39

http://www.la-lights.com/action-figure-adalah-boneka/ di akses 27 maret 2014 , 21:50

 

2 Comments »

  1. Nice post, tetapi berdasarkan penjelasan yang anda buat, anda memandang artikulasi dan kemiripan detail merupakan tolak ukur dari nilai estetika action figure tersebut? dan adakah bentuk euclidean lain dari bagian action figure tersebut diluar artikulasi yang dapat menjadi nilai estetika tersendiri?

    Comment by rezamahara — April 1, 2014 @ 23:42

  2. Bagaimana dengan pose-pose yang dapat dibentuk oleh action figure tersebut? Mungkinkah pose yang terbentuk juga memiliki dasar bentuk geometri? Desainernya ingin menampilkan “keindahan” action figure tersebut melalui pose atau gaya yang dapat dibentuknya, dan artikulasi yang baik itupun membantu untuk bisa membentuk pose yang dituju oleh desainer.

    Comment by keziaamelia — April 1, 2014 @ 23:54


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: