there’s something about geometry + architecture

April 1, 2014

Geometri pada Mosaik di Istana Alhambra

Filed under: architecture and other arts,everyday geometry — diankusumasari @ 06:14

Siapa tidak mengenal motif yang bernafaskan Islam? Kita banyak menemuinya pada ornamen bangunan masjid, karpet, lantai, sajadah, dll. Seni dekoratif Islam terkenal dengan pola dasar geometris yang disusun secara proporsional, simetris dan seimbang. Salah satu contohnya ada pada ornamen di istana Alhambra, Spanyol. Dalam bangunan sepeninggal budaya Islam ini banyak ditemui pola-pola dekoratif  yang memiliki karakteristik yang sama. Berikut ini terdapat 3 pola mosaik sebagai contoh:

 

dd

                Simetri merupakan salah satu ciri dari seni dekoratif Islam. Dalam pembukaan bukunya yang berjudul Symmetry (1952), Hermann Weyl menuliskan bahwa simetri merupakan harmonisasi dari proporsi. Simetri adalah penyusunan pola-pola rigid yang tidak mengubah bentuk rupa asalnya ketika diperlakukan aksi tertentu. Pernyataan ini secara tepat ditemukan pada ornamen-ornamen di Istana Alhambra melalui pengorganisasian bentukannya. Dan pencapaian simetri dalam motif-motif Islam ini dikembangkan dengan prinsip matematis. Yaitu translasi — merupakan perpindahan objek berdasarkan jarak yang ditentukan secara linear (vertikal dan horizontal)–, rotasi –adalah perputaran yang berpedoman pada satu titik berdasarkan sudut yang telah ditentukan–, dan refleksi –adalah pola cerminan berdasarkan garis sumbu yang ditentukan—

sd2

Gambar diatas menunjukkan bagaimana pola-pola tersebut dikembangkan ketiga prinsip tadi. Yang pertama adalah translasi. Pola yang berwarna abu-abu ditranslasikan secara horizontal sedangkan yang berwarna putih ditranslasikan secara diagonal. Pada motif kedua, bentuk dasar didapat dari persegi yang dirotasi sebesar 90o sehingga membentuk belah ketupat. Sedangkan pada motif ketiga, pola dasarnya direfleksikan berdasarkan sumbu yang telah ditentukan.

hggf3

Karakteristik lainnya adalah, pola-pola ini tidak memiliki frame alias didesain sehingga dapat membentuk pola yang tidak terbatas. Pola ini memiliki pola kunci seperti segitiga, kotak, segienam, atau bentuk yang telah dimodifikasi. Istilah matematisnya adalah regular tessellation, berasal dari bahasa Latin tesserae yang berarti bagian-bagian mosaik. Sebagaimana bentukan regulernya direpetisi sehingga terlihat menyambung satu sama lain. Hingga pada akhirnya, pengulangan ini dapat diaplikasikan hingga memenuhi ruang yang ada.

Ini baru sebagian kecil dari berbagai macam motif yang ada di Istana Alhambra. Jika diamati lebih lanjut, banyak bentuk-bentuk yang lebih rumit dicapai dengan prinsip-prinsip tadi. Terlebih jika dari warna dapat membentuk pola tersendiri. Seni dekoratif Islam ini mengajarkan kita bagaimana keindahan dapat dicapai melalui prinsip matematika. Apakah motif geometris ini termasuk “indah”? bagaimana dengan motif-motif dekoratif lain yang lepas dari unsur geometri?

http://www2.dm.unito.it/paginepersonali/ferrarese/ECoGeA/tassellazioni/Alhambra.pdf

http://www.alhambra-patronato.es/ria/bitstream/handle/10514/56/Magic%20geometry%20mosaics%20in%20the%20Alhambra%20%20Miroslav%20Lovric.pdf?sequence=2

http://home.earthlink.net/~mayathelma/sitebuildercontent/sitebuilderfiles/alhambra.tlc.2004.pdf

Weyl, Hermann. 1952. Symmetry. USA: Princeton University Press

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: