there’s something about geometry + architecture

June 9, 2014

perception; reality vs animation ; Posture vs face

Filed under: Uncategorized — dindanadira09 @ 02:42

bagaimana persepsi berkaitan dengan image yang tertangkap secara visual dari posture tubuh manusia dan ekspresi raut muka? Teori Gestalt percaya bahwa persepsi bukanlah hasil penjumlahan bagian-bagian yang diindera seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan keseluruhan [the whole]. Teori Gestalt menjabarkan beberapa prinsip yang dapat menjelaskan bagaimana seseorang menata sensasi menjadi suatu bentuk persepsi. (http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/fungsi-dasar-psikologi-mainmenu-27/28-persepsi/121-prinsip#sthash.u4l7zrFJ.dpuf)

Image

Seperti yang kita tahu, manusia dianugerahkan rasa dan emosi yang ada didalam diri masing-masing, tubuh dan wajah merupakan alat pengkomunikasian rasa yang dialami atau dirasakan oleh manusia tersebut. Namun, seperti pada prinsip gestalt dengan penangkapan informasi secara keseluruhan dari sebagian dengan adanya informasi yang menjadi figure maupun groundnya. Dengan kata lain, dalam kasusu ini, proporsi tubuh yang lebih besar dibandingkan proporsi wajah manusia membuat informasi yang disampaikan oleh gerakan tubuh sebagai figure dan wajah sebagai groundnya. Dengan begitu, seringkali kita menangkap ekspresi seseorang melalui gesture tubuhnya yang mewakili perasaannya. Padahal, sebenarnya wajah mempunyai peranan penting juga dalam penyampaian pesan dari perasaan manusia, kita tidak dapat membohongi raut wajahnya yang sedang marah, bingung, gembira, dll. Setiap harikita melihat wajah-wajah orang lain dankita pun mampu memperkirakan isyarat-isyarat pada raut wajah yang berkaitan dengan interaksi sosial kita sehari-hari. Kita perlu mengenali identitas orang, suasana hati mereka, dan arah mereka tatapan mata. Kita juga perlu membuat keputusan cepat tentang ciri-ciri kepribadian orang lain.

Despite the old adage “don’t judge a book by its cover”, adults are actually quite good at estimating a person’s personality traits simply by looking at their. …. Most adults think that they are very good at recognizing facial displays of emotion, e.g., whether someone else is feeling sad or angry. However, different contexts such as body posture and background can change our perception of emotional facial expressions (http://www.brocku.ca/psychology/research/faceperceptionlab/adultinfo.htm)

ImageImage

             alcalc.oxfordjournals.org                                                                                        http://www.eecs.qmul.ac.uk

 Menurut dictionary.com, postur adalah Disposisi relatif dari bagian sesuatu, Posisi tungkai atau pengangkutan tubuh secara keseluruhan, Sikap yang terkena atau tidak wajar, Sikap mental atau spiritual, Citra seseorang atau kebijakan seperti yang dirasakan oleh masyarakat, negara-negara lain, dll. Sementara postur yang dimaksud adalah bagaimana seseorang melihat berdasarkan bagaimana tubuh mereka bersikap dan berorientasi. Biasanya orang berpikir tentang postur sebagai posisi statis. Lingkungan kita berpengaruh pada sikap dan gerak tubuh kita, yang berarti bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidup kita bisa kita nyatakan dalam tubuh kita. Dengan keadaan emosi, sikap dan seperti yang kita miliki sebagai hasil dari pengalaman, hubungan, trauma (emosional dan fisik), dll semua mempengaruhi postur tubuh kita saat itu. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa emosi seseorang mempengaruhi posture tubuh orang tersebut. (Soames, Jennifer. 22/05/2013, Posture vs Alignment: What do they mean? Who cares? I do!”in http://www.instridemassage.com)

Image Image

Dimasa sekarang, hal tersebut dimanfaatkan dalam pembentukan image untuk bidang fotografi dan animasi. Perkembangan teknologi membuat banyak sekali perubahan dari gaya hidup masyarakat saat ini terlebih dengan perkembangan gadget yang semakin pesat. Sekarang siapapun bisa menggunakan gadgetnya untuk berfoto-foto ria, bermain games, dll. Dalam berfoto tentu banyak sekali gerakan-gerakan yang ingin di “captrure” untuk menyampaikan “pesan” dari orang yang berfoto sehingga pose tubuh yang esensial biasa dipilih sebagai cara mengkomunikaskannya pada jepretan kamera foto. Banyak sekali orang-orang yang ingin mengabadikan posenya dengan pose yang senatural mungkin dengan membuat pose badanya dengan posture-posture yang “biasa” dan “dikenal”. pose tubuh yang disampaikan oleh manusia dalam sebuah gesture badan mempunyai peran lebih besar dalam menyampaikan pesan kepada orang lain dibandingkan dengan memperhatikan raut wajah. Misalnya, pose orang menunduk seringkali dianggap sebagai orang yang sedang dalam kondisi murung, atau bersedih, padahal bisa saja iya menunduk dalam keadaan menyembunyikan tawa atau dengan ekspresi gembira.

 

namun apabila kita sedang berada dalam kondisi dekat terhadap objek dan dapat memperhatikannya secara mendetail hingga ke raut wajahnya, maka wajah akan kita lihat sebagai figure bukan lg ground, sehingga persepsi terhadap tubuh yang tadi dapat berubah seiring prubahan raut wajah.

seperti contoh dibawah ini, perhatikan posturnya, apabila dilihat ekspresi apa yang dapat disimpulkan pada gestur tubuh seperti ini?

gesture: kaget

Image

 

namun, apabila dibuka, ternyata wajahnya bukan sedang kaget, melainkan sedih, apabila fokus kita diubah menatap wajah sedihnya maka posture badan tersebut akan terkomunikasikan kepada kita tidak lagi menjadi kaget, namun juga sedih, seperti wajahnya,

Image

 

Selain itu, pengkomunikasian posture tubuh yang mewakili emosi dalam beberapa point penting tersebut juga dijadikan sebagai dasar dalam pembentukan animasi manusia seperti untuk permainan the sims, dimana pengkomunikasian “rasa” diwakili dengan beberapa gesture tubuh sederhana tanpa perubahan emosi dari raut wajah secara detail untuk membuat ekspresi manusia dengan mengelompokan genstur tubuh manusia yang akan dibuatkan kedalam sebuah animasi. Seperti yang dilakukan oleh Aline Normoyle, Fannie Liu, Mubbasir Kapadia, Norman I. Badler, and Sophie Joerg dalam The Effect of Posture and Dynamics on the Perception of Emotion

…. Thus in this work, we perform three experiments to gain a better understanding of how motion editing might affect the emotional content of a captured performance, particularly changes in posture and dynamics, two factors shown to be important perceptual indicators of bodily emotions. In these studies, we analyse the properties (angles and velocities) and perception (recognition rates and perceived intensities) of a varied set of full-body motion clips representing the six emotions anger, disgust, fear, happiness, sadness, and surprise. We have found that emotions are mostly conveyed through the upper body, that the perceived intensity of an emotion can be reduced by blending with a neutral motion, and that posture changes can alter the perceived emotion but subtle changes in dynamics only alter the intensity.

 

Image

 

 

referrensi:

 

(http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/fungsi-dasar-psikologi-mainmenu-27/28-persepsi/121-prinsip#sthash.u4l7zrFJ.dpuf)

(http://www.brocku.ca/psychology/research/faceperceptionlab/adultinfo.htm)

http://www.dictionary.com

(Soames, Jennifer. 22/05/2013, Posture vs Alignment: What do they mean? Who cares? I do!”in http://www.instridemassage.com)

http://people.inf.ethz.ch/kapadiam/pdfs/2013-sap-emotion-perception.pdf

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: