there’s something about geometry + architecture

June 12, 2014

Mobius Strip pada Roller Coaster

Filed under: Uncategorized — ekkyirdiansyah @ 10:10
Tags: ,

Ketika liburan tentunya sering kita mengunjungi taman hiburan bermain (theme park) yang didalamnya terdapat berbagai macam wahana atau permainan seperti roller coaster salah satunya. Namun pernahkah tersadar oleh kita bahwa sebenarnya jalur dari roller coaster tersebut merupakan salah satu penerapan dari prinsip mobius strip pada metode topology.

Image

Gambar 1: Mobius Strip pada Roller Coaster

Penerapan mobius strip yang pertama pada roller coaster yaitu terlihat dari jalur kereta yang tidak terputus dan saling menyambung. Jalur kereta yang kontinu tersebut yang kemudian meyebabkan kereta pada roller coaster dapat melaju berulang kali tanpa harus memutar balik orientasi kereta seperti pada kereta api dengan jalur yang tidak kontinu atau terputus.

Image

Gambar 2: Penerapan mobius strip pada roller coaster berupa jalur yag kontinu dan tidak terputus

Selain jalur yang kontinu penerapan mobius strip pada roller coaster juga diterapkan pada orientasi jalur kereta tersebut. Telah banyak kita temukan saat ini jalur-jalur pada roller coaster yang sangat ekstrim dan memacu adrenalin dengan jalur yang berputar-putar ataupun jalur yang melintir. Tanpa kita sadari ketika kita melalui jalur yang dipelintir tersebut rel yang awalnya berada dibawah kepala kita menjadi berada diatas kepala kita dan menyebabkan tubuhkta berbalik orientasi. Perubahan orientasi tersebut tentunya disebabkan oleh efek mobius pada jalur yang diputar dan dipelintir tersebut.

Image

Gambar 3: Penerapan mobius strip pada roller coaster berupa jalur yang diputar balik

Image

Gambar 4: Penerapan mobius strip pada roller coaster berupa jalur yang dipelintir

Dari hasil analisis singkat terkait pola serta bentuk jalur pada roller coaster tersebut ternyata penerapan prinsip-prinsip pada mobius strip tidak hanya diterapkan pada ruang saja, penerapan mobius strip pada roller coaster tersebut misalnya tentunya dapat menciptakan pengalaman baru yang lebih seru dan memicu adrenalin bagi manusia yang menaikinya. Bagaimana menurut Anda? Apakah mungkin anda dapat menemukan lagi penerapan prinsip mobius strip pada pola  serta jalur roller coaster yang lebih ekstrim?

 

Refrensi:

A. Bogomolny. Moebius Strip, http://www.cut-the-knot.org/do_you_know/moebius.shtml. (diakses pada 12 Juni 2014)

Sumber Gambar:

gambar1:http://static.parade.condenast.com/wp-content/uploads/2013/07/roller-coaster-ftr.jpg

gambar2:http://lh5.ggpht.com/-d7T5WURbmNQ/Ts5kZKfaVzI/AAAAAAAASMk/fMvIAdtW7Qc/pedestrian-roller-coaster-9%25255B2%25255D.jpg?imgmax=800

gambar3:http://cf.ltkcdn.net/themeparks/images/std/130418-425×282-twistedwhitetrack.jpg

 

 

 

2 Comments »

  1. Sebelum memahami lebih lanjut mengenai prinsip mobius strip, saya sendiri tidak menyadari bahwa jalur roller coaster menggunakan prinsip tersebut. Dari banyaknya roller coaster, bagaimana dengan roller coaster yang jalurnya datar(hanya naik turun) dan tidak memiliki pelintiran-pelintiran? Apakah roller coaster tersebut juga menggunakan prinsip mobius strip? Diatas, Anda memaparkan bahwa penerapan mobius strip pada roller coasterterlihat dari jalur kereta yang tidak terputus dan saling menyambung. Bagaimana dengan jalur coaster yang terputus tiba-tiba ditengah, setelah itu baru tersambung lagi? Apa mobius strip tetap dapat teraplikasi pada jalur coaster tersebut?

    Comment by juniwinarto — June 14, 2014 @ 12:49

  2. Saya tertarik dengan pernyataan Ekky bahwa penerapan prinsip-prinsip Mobius strip pada jalur roller coaster dapat menciptakan pengalaman baru yang lebih seru. Pengalaman yang kontinu, tidak disadari perpindahan dari satu sisi ke sisi yang lain sehingga seolah hanya ada satu sisi, justru dirasakan lebih dramatis dibandingkan pengalaman yang ‘terputus-putus’ (jelas disadari bahwa ada beberapa sisi yang dialami).
    Apakah faktor ketinggian dan kecepatan pergerakan turut memegang andil sehingga pengaburan batas antar sisi menghasilkan pengalaman yang lebih seru?
    Apakah hal ini juga berlaku pada ruang yang tidak memiliki ketinggian dan kecepatan pergerakan yang ekstrem? Atau justru pengaburan antar sisi malah menghasilkan kemonotonan?
    Terima kasih : D

    Comment by estherwahyuni01 — June 16, 2014 @ 00:37


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: