there’s something about geometry + architecture

June 15, 2014

Mobil , Wajah, Persepsi, dan Ekspresi

Filed under: Uncategorized — anwarbahir @ 02:46

seringkali bagaimana kita mengetahui bagaimana perasaan seseorang melalui ekspresi dari wajahnya, bagaimana seseorang sedang sedih, gembira, marah, dapat diketahui melalui bagaimana wajah seseorang terlihat. saat kita melihat seseorang dengan wajah yang tertegun, mata sayu, mulut cemberut dan seakan-akan jatuh kearah bawah, kita mempersepsikan ekspresi tersebut bahwa seseorang itu sedang merasa sedih, dan murung. atau saat kita melihat seseorang dengan wajah yang sumringah, tersenyum, alis keatas, kita mempersepsikannya bahwa orang tersebut sedang merasa sedih. akan tetapi kita seringkali mempersepsi ekspresi selain melalui wajah manusia ? contohnya adalah ekspresei dari bagian depan mobil, bagian depan mobil seringkali dipersepsi sebagai ekspresi senang, sedih, dan lainnya.

Image

seperti gambar depan mobil, diatas, ekspresi yang dipersepsi adalah ekspresi sedih, lain dengan gambar selanjutnya

. Image

pada gambar ini, ekspresi yang dipersepsi adalah ekspresi senang, dan gembira. hal ini menimbulkan pernyataan, bagaimana mungkin antara wajah manusia dan bentuk bagian depan mobil, dapat dipersepsikan sebagai ekspresi yang kurang lebih sama. yaitu persepsi terhadap ekspresi sedih atau senang ? padahalsecara fisik, kedua nya sangat berbeda.

Image

gambar diatas adalah, perbandingan antara wajah manusia dengan muka depan mobil, dengan ekspresi yang dipersepsi kurang lebih serupa, secara sekilas pada saat melihat kedua foto antara mobil dengan wajah, keduanya menghasilkan persepsi terhadap ekspresi yang sama. walaupun keduanya memiliki bagian penyusun yang berbeda.

Image

berdasarkan análisis gambar dianas, dalam mempersepsi ekspresi wajah senang dan sedih dapat dibedakan pada bentuk dari mata, alis, pipi, dan mulut, akan tetapi bagian wajah lainnya terlihat hampir serupa. pada mobil, ekspresi dipersepsi melalui bentuk lampu dan bagian bawah mobil. jadi, bagaimana sebenarnya persepsi terhadap sebuah ekspresi dapat tercapai ? apakah kita mempersepsi ekspresi dari seuatu bentuk geometris ? sehingga persepsi ekspresi timbul hanya karena bentuk geometri tertentu ? bahwa ternyata bentuk geometris benar-benar memiliki ekspresi bawaan dibaliknya ?

atau bentuk geometri yang kita persepsi sebagai ekspresi merupakan warisan dari pengalaman terhadap mepersespsi ekspresi, seperti bagian depan mobil memiliki ekspresi adalah akibat dari bagaimana kita terbiasa melihat bagaimana ekspresi wajah manusia ? yang disimplifikasi atau disederhanakan menjadi bentuk geometris ? sehingga bentuk-bentuk geometris yang mirip dengan orang cemberut menghasilkan ekspresi sedih ?

bagaimana menurut anda ? apakah ada teori terhadap hal ini ?

 

referensi :

http://www.howwedrive.com/2008/11/21/car-face-revisited/

2 Comments »

  1. Saya suka dengan postingan anda, tetapi apakah persepsi dari ekspresi tersebut hanya dapat dilihat dari bentuk lampu dan grill mobil tersebut? apakah bagian lain dari mobil tersebut tidak ikut mempengaruhi bentuk persepsi ekspresi yang ditunjukan? terlebih sesuatu yang tidak terlihat dari gambar anda, misalkan suara dengungan dari mesin tersebut, bagaimana jika dari jika dari mobil yang memiliki ekspresi sedih justru memiliki suara putaran gas yang lebih menderu, atau lampu yang bulat seperti itu justru memiliki reflektor cahaya yang lebih terang dapatkah hal tersebut mendukung ekspresi sedih yang anda maksud? dan apakah pabrikan dari mobil tersebut memang sengaja menciptakan mobil tersebut dengan kesan “sedih” dibawanya? ya memang semua tergantung persepsi kita ya…. hehehe nice post gan….

    Comment by rezamahara — June 15, 2014 @ 19:30

  2. mungkin suara dapat menjadi aspek yang mendukung bagaimana ekspresi dipersepsi, akan tetapi dalam analisis terhadap ekspresi ini saya lebih menitik beratkan terhadap bentuk-bentuk geometris yang tercipta dan persepsi apa yang didapat. apabila variabel suara dimasukkan menurut saya akan jauh melebar data yang didapat dan jauh dari poin ekspresi apa yang dipersepsi sebagaimana tujuan dari essai ini.

    Comment by anwarbahir — June 15, 2014 @ 21:33


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: