there’s something about geometry + architecture

June 15, 2014

Sound & space

Filed under: Uncategorized — endahpratiwi02 @ 05:04

Suara seringkali diabaikan peranannya dalam membentuk persepsi manusia. Kebanyakan hanya berpikir bahwa elemen pembentuk ruang yang paling utama adalah aspek visual saja. Padahal salah satu pembentuk ruang adalah suara, bagaimana suara mengubah persepsi manusia akan suatu tempat merupakan hal yang penting. Hal inilah yang mendasari banyak perancang atau arsitek yang mengadakan penelitian tentang hubungan antara persepsi ruang manusia dengan suara yang ada di sekitarnya.

Sebelum saya memaparkan tentang hubungan antara suara dan ruang, terlebih dahulu saya akan memaparkan tentang preferensi manusia dalam melihat suatu hal dengan dua keadaan yang berbeda, yang pertama adalah ketika manusia melihat suatu benda yang bergerak dengan suara dan tanpa suara. Berikut adalah percobaannya:

http://natgeotv.com.au/videos/brain-games/seeing-with-your-ears-31836872.aspx

Ternyata, terdapat persepsi yang berbeda pada satu video yang sama persis. Hal ini disebabkan oleh suara yang merupakan sumber perbedaan persepsi manusia terhadap apa yang mereka lihat.

 “Sound affects us physiologically, psychologically, cognitively, and behaviorally, all at the time.” – Julian Treasurestate.

Lalu bagaimana halnya apabila persepsi manusia akan suara tersebut diartikulasikan dalam lingkup yang lebih besar? Seperti apakah hubungan yang terjadi antara manusia dan suara tersebut?

Contoh karya pertama yang akan saya ceritakan  adalah Le Cylindre Sonore karya Bernhard Leitner. Karya ini merupakan gabungan antara karya seni audio dan arsitektur, sebagai seorang arsitek dan komposer, Leitner tahu betul bagaimana cara menggabungkan kedua elemen tersebut sehingga menghasilkan kualitas ruang yang berbeda. Leitner mencoba untuk mengartikulasikan hubungan ‘abstrak’ antara manusia dengan suara melalui karyanya ini. Terletak di tengah taman bambu Paris Parc de la Villette, bangunan yang berdiameter 10 m dengan tinggi 5 m ini bermaterialkan beton. Suara yang dikeluarkan oleh bangunan ini bahkan terdengar dari luar sehingga menarik orang untuk masuk ke dalamnya.

Le Cylindre Sonore 1    LCS

Sound Organization             Conceptual sketch 2

Diagram Organisasi Suara                                                           Sketsa Konseptual

Suara yang dikeluarkan oleh bangunan ini cenderung membuat orang fokus sejenak pada ruang tersebut untuk mendengarkan bunyi-bunyian yang ‘dinyanyikan’ oleh Le Cylindre Sonore. Berbagai macam material yang digunakan pada karya ini bertujuan untuk memaksimalkan suara yang akan dikeluarkan, seperti elemen air pada kolam yang mengelilingi bangunan ini. Berikut adalah video Le Cylindre Sonore:

Eksperimen-eksperimen yang berbasis suara dan arsitektur tidak berhenti sampai di situ. Seiring berjalannya waktu, eksperimen yang dilakukan tidak terbatas lagi oleh ruang fisik. Salah satu eksperimen modern tentang suara dan ruang adalah WAVES yang dikerjakan oleh mahasiswa dari dari Lighting Institute, TU Eindhoven yang tergabung dalam OPENLIGHT (laboratorium kreatif tata cahaya). Kali ini elemen suara tidak hanya berada dalam konteks ruang manusia, namun digabungkan juga dengan aspek tata cahaya.

Bekerja sama dengan belasan ahli tata suara, para mahasiswa di OPENLIGHT membuat sebuah alat yang memiliki ribuan mikrofon sehingga mampu menemukan suara dalam ruang dan menerjemahkannya dalam instalasi tata cahaya. Berikut adalah videonya:

Dari kedua contoh yang telah saya sebutkan, masing-masing berusaha untuk mengeksplorasi aspek suara dengan cara yang berbeda. Namun di sisi lain, mereka juga memiliki tujuan yang sama, yaitu mencoba untuk ‘melihat’ suara dan hubungannya dengan ruang manusia.

Referensi:

http://www.archdaily.com/168152/ad-classics-le-cylindre-sonore-bernhard-leitner/

http://natgeotv.com.au/videos/brain-games/seeing-with-your-ears-31836872.aspx

http://www.everydaylistening.com/articles/2013/11/13/waves.html

http://www.archdaily.com/426396/making-space-resonate-incorporating-sound-into-public-interest-design/

2 Comments »

  1. Eksperimen yang menarik. Tetapi eksperimen seperti ini cenderung dilakukan di taman atau tempat yang memang memfokuskan fungsi arsitekturnya untuk mendengar suara tersebut. Saya jadi membayangkan bagaimana jika pemanfaatan kualitas bunyi ini diaplikasikan pada ruang yang memilik fungsi kegiatan lain, seperti di rumah atau kantor. Mungkin akan menarik bila suatu saat produksi suara melalui elemen arsitektur juga menjadi prioritas dalam perancangan ruang, tentu akan berbeda efeknya dengan ruang biasa. Siapa tahu bisa membantu mengurangi tingkat stres pekerja kantoran dan menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan🙂

    Comment by Annisa Dyah Lazuardini — June 15, 2014 @ 14:59

  2. terima kasih komennya adl. sejauh yang saya tau, sudah ada karya yang memanfaatkan kualitas suara pada ruang yang digunakan sehari-hari, seperti symphonic house (david hanawalt & bill close) http://www.youtube.com/watch?v=-FSLRRYC10A . tapi untuk ruang yang bersifat lebih publik dan bernuansa ‘formal’ setau saya belum ada (cmiiw) tapi jika ada kantor yang seperti itu, pasti seru tapi takutnya justru kurang konsentrasi kerja alias ‘main suara’ terus hehe🙂

    Comment by endahpratiwi02 — June 16, 2014 @ 19:15


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: