there’s something about geometry + architecture

June 16, 2014

The Use of Gestalt in Photography

Filed under: Uncategorized — antyaratri @ 00:16

Bicara mengenai gestalt, gestalt identik dengan sesuatu yang berupa 2D, seperti lukisan, logo, gambar, dsb. Bagaimana peran gestalt dalam sebuah karya fotografi?

Saya menemukan beberapa karya fotografi yang menurut saya cukup menarik. 

Image

 

Foto kumpulan sepatu converse diatas menggambarkan prinsip kontinuitas (continuity) dan kesamaan (similarity). Bagian ujung sepatu yang berwarna putih pada setiap sepatu ketika ditempatkan di samping sepatu converse lain, menciptakan suatulingkaran putih. Kesamaan warna putih dan penempatan object terputus menciptakan sebuah ilusi visual.

Image

 

Foto ini membentuk suatu ilusi visual dari kedekatan posisi (proximity) dan figure and ground. Foto ini sangat mempengaruhi pandangan perspektif bagi orang yang melihatnya. Seolah seorang pria sedang memainkan mobil yang ada di depannya. padahal kedua objek ada pada jarak yang sangat berbeda, mobil berada di tanah dan pria berada di jendela atas.

 

 Image

 

Foto ini juga menggambarkan prinsip kedekatan (proximity). Penempatan seorang wanita di belakang bunga membuat seolah-olah dia mengenakan bunga sebagai rok. Biasanya, bunga perperan menjadi figure dan objek lain akan menjadi ground, namun karena adanya proximity, kedua object tersebut tergabung menjadi sebuah object yang menarik.

 

Image

 

Contoh lain, pada foto ini memiliki prinsip proximity, continuity, closure, dan similarity. Penyesuaian tubuh pada cover album dan tubuh orang nyata menciptakan objek yang menyatu seolah hanya ada satu object. Meskipun faktanya adalah cover album jauh lebih dekat ke kamera daripada orang sebenarnya.

 

Seluruh karya fotografi diatas merupakan suatu kesengajaan yang diatur oleh sang fotografer. Lantas, bagaimana jika tidak ada unsur kesengajaan? Apakah mungkin akan membentuk suatu ilusi visual tersendiri?

 

Sumber:

http://graphicdesign.spokanefalls.edu/tutorials/process/gestaltprinciples/gestaltprinc.htm

1 Comment »

  1. bahasan Anda cukup menarik dan saya juga baru menyadari hal tersebut setelah anda bahas tentang ini. Dalam seni fotografi, fotografer memang bermaksud untuk memberikan objek yang dilihatnya sebisa mungkin sama dengan apa yang ditangkap olehnya dan diterima oleh orang lain. Penggunaan gestalt sebagai metode untuk membuat hal tersebut menjadi mungkin tampaknya memang pilihan yang tepat dan hasil foto pun terlihat indah dan menarik. Namun ketika kita menggunakannya, seolah apa yang kita foto merupakan info yang “dipaksa” untuk diterima oleh orang lain. Dalam beberapa jenis fotografi seperti jurnalistic photography yang menuntut kejujuran dari foto sehingga foto yang diambil pun seharusnya merupakan foto yang menunjukan tiap sudut pandang, bagaimana penerapan gestalt dalam masalah ini? atau lebih jauh lagi, apakah masih bisa diterapkan prinsip tersebut dalam jenis fotografi ini?

    Comment by pelangiiiii — June 16, 2014 @ 10:49


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: